Oleh : Aida Al Farisi
(Aktivis Dakwah Kampus Makasar)

Mediaoposisi.com-Cukuplah Corona Copid- 19 yang melanda, jangan lagi menyebar sikap koro-koroang untuk menerapkan Islam kaffah. Koro- koroang (dalam bahasa Makassar sikap ogah- ogahan), bagi yang merasa aja, yang lain jangan julid. Tak ada yang menyangka di tahun 2020 engkau akan lahir. Rencana kedatanganmu hanya Sang Khaliq yang mengetahui. 


Kini engkau menjadi momok yang mampu melumpuhkan keangkuhan para manusia. Kepongahan sang Negara adidaya sekalipun, terkocar- kacir dalam menghadapimu. Sang virus semakin mendunia. Menyambangi berbagai puluhan negara, hingga ratusan negara. Hadirmu membuat para peneliti mencari tahu apa yang membuatmu mewabah. 

Secara total, Virus Corona Covid-19 telah menyebar ke 176 negara dan wilayah di seluruh dunia, (20/03/2020). Maria Van Kerkhove, yang mengepalai unit penyakit WHO, memperingatkan, “tidak mungkin bagi kita untuk mengatakan kapan Virus Corona Covid- 19 akan memuncak secara global,”.


Pertama engkau bertamu di negeri Tirai Bambu. Saya teringat pembantaian saudara seaqidahku di negeri yang dipimpin Xin Jinping ini, putra dari komunis Xi Zhongxun, yang mengawali karir politiknya di Provinsi Fujian. Muslim Uighur dibantai secara refresif, sadis, bengis, dzalim, biadab. Mereka dipaksa untuk meninggalkan aqidah Islam, lalu menganut paham sosialis-komunis. 


Nyatanya mereka lebih memilih penyiksaan, hingga pembunahan, untuk mempertahankan iman mereka. Meski kondisi cina tepatnya di kota Wuhan mulai stabil. Tapi deretan fakta tak bisa dipungkiri. Sejak Corona Covid- 19 menyerang, ekonomi Cinapun terluluhlantahkan. Di lansir, CNN Indonesia- Ekspor Cina mengalami keterpurukan akibat wabah virus Corona Copid- 19. 


Banyak pengusaha yang menunda operasi, sehingga menganggu rantai pasokan dunia. Nilai ekspor Cinapun turun 17,2 persen dan penurunan terbesarnya sejak Februari 2019. Selain itu, nilai impor Cina juga turun sebanyak 4 persen, (7/3/2020).


Tuding menuding terjadi antara negeri Tirai Bambu dan negeri Paman Sam tersebut. Cina tak menerima jika dikatakan virus ini berasal dari kota Wuhan. Pejabat Cinapun tuding virus Corona ini dibawa Amerika. Dilansir, liputan6.com. Beijing- Pemerintah Cina melalui juru bicara Kementeriaan Luar Negeri, Zhao Lijian menuduh bahwa virus Corona Covid- 19 kemungkinan dibawa ke Wuhan, Provinsi Hubei, oleh Militer Amerika Serikat (AS). 


Zhao menyampaikan hal demikian dengan semosional dalam cuitannya. Kapan pasien pertama di AS? Berapa banyak yang terinfeksi? Apa nama rumah sakitnya? Mungkin tentara AS yang membawa epidemi ke Wuhan. 


Transparanlah! Ungkap ke publik data Anda! Kami menunggu penjelasannya.” Imbuhnya. Tapi Zhao tak menyertakan bukti atas pernyataannya soal virus Corona dibawa ke Wuhan oleh tentara AS. Benarkah ada konspirasi politik di balik mewabahnya Corona Covid- 19? Yang jelasnya sampai hari ini tidak ada bukti akan hal ini. 


Benar atau tidaknya, yang saya fahami dalam kancah politik Demokrasi, untuk mendongkrak capaian popularitas suatu negara segala cara akan dihalalkan. Saya Cuma ingin mengatakan hanya Allah yang Maha Mengetahui, dan mengutip sebuah kalimat “Corona, ketika sains bertemu takdir.”  Inilah kalimat paling bijak, untuk memutus rantai kebingungan dunia. 


Dunia penuh tanda tanya, teki teki Corona ingin dipecahkan. Dari mana ia berasal, akan ke mana, dan apa tujuannya (kaya pertanyaan uqdatul kubra (pertanyaan 3 mendasar di dunia). Hehehe)? Sebagai manusia yang ditipkan akal, kita harus tetap melakukan aktivitas berfikir untuk mencari solusi atas segala apa yang menimpa kita, pada area kekuasaan kita. Namun ajal adalah perkara sang Kuasa.


Sebagai seorang muslim, menyikapi segala peristiwa yang terjadi dalam latar kehidupan ini, dibutuhkan sikap tawakkal kepada Allah SWT (QS At- Taubah: 51). Hanya saja tidak dianjurkan berpasarah diri. Sebab kita memahami konsep kaidah- kausalitas (hukum sebab akibat).  Mengambil ibrah (pembelajaran), lalu mengaitkan antara alam semesta, manusia, kehidupan, serta alam sebelum dan sesudahnya. 


Melakukan aktivitas berfikir cemerlang adalah jalan satu- satunya menuju kebangkitan. Baik kebangkitan pemikiran (mafhum/pemahaman), iman, maupun kebangkitan peradaban. Mengutip dalam Kitab Nidzamul Islam, karya Syekh Taqiyuddin an- Nabhani Pendiri Partai Politik Internasional Hizbut Tahrir “Bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya, tentang hidup, alam semesta, dan manusia, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu yang ada sebelum kehidupan dunia dan yang ada sesudah- Nya. 


Agar manusia mampu bangkit harus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini.”


Menghadapi berbagai persolan masalah, baik invidu, masyarakat, atau tataran negara pondasinya adalah aqidah. Kuat lemahnya imunitas iman kita, ditentukan oleh mafhum atau pemahaman yang diadopsi. Hanya saja saat ini kaum muslimin mengadopsi pemikiran lain selain pemikiran Islam Kaffah. Sehingga Syekh Taqiyuddin an- Nabhani menjabarkan pemikiran cemerlang, bahwa saat ini umat Islam butuh kebangkitan/pembaharuan/revolusi pemikiran.


Sebab pemahaman manusia akan mempengaruhi suluk (tingkah laku). Bercokolnya ideologi Kapitalis- Sekularisme pada  umat karena kaum muslim seiring sejalan dengan kemundurannya, hingga runtuhnya institusi pemersatu Khilafah, 3 Maret 1924. Pengadopsian pandangan sekuler ini membuat kaum muslim, mempunyai suluk (tingkah laku), sekularisme yaitu pemisahan anatara agama dan kehidupan. Kekuatan Kapitalisme ini tentu ditopang oleh kekuatan negara. 


Semenjak pasca perang Dingin berakhir, sisa Amerika Serikat yang mendapatkan mandat negara adidaya, dan menjadi imperium tunggal. Mengukuhkan cengkramnnya di seluruh dunia termasuk di negeri- negeri kaum muslim. Di balik kebrhasilan AS menjadi negara adidaya, tentu ada perpanjangan tangan dari badan- badan dunia (PBB, WTO, serta IMF). Jejak peradaban Amerika Serikat sudah terhitung 224 tahun. 


Meski Singgasana negeri Paman Sam ini, dalam dekade terakhir terusik oleh sang negeri Tirai Bambu, Republik Rakyat Cina (RRC). Namun tak dipungkiri kebangkitan kaum muslimin dalam negara Khilafah adalah ketakutan terbesar bagi sang negara adidaya. Ibarat mengunyah permen karet, pembahasan khilafah berulang- ulang, dan menjadi ancaman serius bagi Barat, monsterisasi Khilafah itupun dilancarkan. Mulai isu terorisme, isis, radikalisme dll. 


Singkatnya mereka meyakini Khilafah akan segera tegak. Pernyataan Bush yang dilansir oleh situs washingtonpost.com pada 5 September 2006, dikatakan “Khilafah ini akan menjadi imperium Islam, yang akan meliputi semua negeri- negeri Muslim saat ini, dan yang dulunya adalah negeri- negeri Muslim, yang membentang dari Eropa hingga Afrika Utara, dari Timur Tengah hingga Asia Tenggara.” 



Henry Kissinger, Asisten Presiden AS untuk urusan keamanan nasional 1969- 1975, dalam sebuah wawancara November 2004, mengungkapkan pandangannya “Apa yang kita sebut sebagai terorisme di Amerika Serikat, tetapi sebenarnya pemberontakan islam radikal terhadap dunia sekuler dan terhadap dunia yang demokratis, atas nama pendirian keKhalifahan.”


Di abad 21 ini, Ideologi Kapitalisme- Sekularisme kian papah nan sekarat. Sangat nyata terpampang dalam bidang ekonomi. Kesenjangan terjadi di mana- mana Human Development Report 2006 mengungkap kelompok 10 persen orang terkaya di dunia saat ini menguasai 54 persen aset dan kekayaan. Di Indonesia, lebih dari 80 persen tanah telah dikuasai asing oleh kapitalis asing. Realitas ini semakin membawa ideologi kepada kehancuran peradaban Barat. 


Dalam menghadaapi virus yang mewabah hari, apakah itu virus Corona Copid- 19 atau virus yang lain. Patut kaum muslimin semakin rindu dan ingin mendekap dalam naungan syariah dan Khilafah. Cahaya kemenangan itu sudah menyingsing. Harum kemuliaann itu sudah tercium. Tenggelamkanlah diri  dalam perjuangan, meski masih kecil kontribusii kita. Setidaknya bukan hanya perindu janji Allah SWT, namun pejuang agama ini. In Shaa Allah. 


Janganlah jadi pembenci atau bahkan penghambat tegaknya Khilafah. sebab Khilafah adalah janji Allah SWT. Sebagaimana dalam Firman Allah SWT “Allah telah berjanji kepada orang- orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang- orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. 


Dan Dia benar mengubah keadaan mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak menyekutukank-Ku dengan sesuatupun. Tetapi barang siapa tetap kafir setelah janji itu, maka mereka itulah orang- orang yang fasik.” (QS An- Nuur: 55).


 Dan bisyarah Rasullah SAW “Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya (no. 18340), Abu Dawud dalam Musnadnya (no. 439), dan Al- Bazzar (no.2796)). [MO/ia]


Tegaknya Khilafah sebuah kepastian & keniscayaan. In shaa Allah. Allahu Akbar. WalLahu a’lam bishowab.

Posting Komentar