OlehIr. Farida Ummu Alifia

Mediaoposisi.com-Berita yang sangat memilukan terjadi di Ibukota Jakarta, Seorang remaja ABG putri NF, baru berusia 15 tahun  yang tadinya hendak berangkat kesekolah, lalu mengganti seragamnya karena hendak  menuju kantor polisi untuk melaporkan apa yang sudah dia lakukan kemarin.   


Tanpa rasa takut akan perbuatan dosa yang dia lakukan, mengungkapkan kepada polisi dia telah membunuh  teman  bermainnya yang juga tetangganya.   


NF membunuh APA, bayi lima tahun (balita) yang tewas ditenggelamkannya. Usai membunuh korban, NF kemudian menyimpan mayat balita itu di dalam lemarinya semalaman. Ia bahkan tidur dengan mayat itu tanpa diketahui oleh orangtuanya.  Motif pelaku NF menenggelamkan korban, yakni lantaran muncul hasrat ingin membunuh secara tiba-tiba.


"Si pelaku ini dengan sadar diri menyatakan telah membunuh dan menyatakan saya tidak menyesal tapi saya merasa puas," ungkap  Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (6/3) sore.


Bukti-bukti yang dikumpulkan Polisi dapat membuat orang tua tercengang dan miris, berupa   barang bukti yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama alat yang dipakai membunuh. Bagian kedua adalah gambar-gambar dan catatan harian pelaku sebanyak 14 lembar serta satu papan curhat yang mayoritas berisikan catatan kesedihan.


Salah satu gambar yang ditunjukkan polisi adalah gambar perempuan yang sedang terikat. Saat NF ditanya mengenai gambar tersebut, ia menjelaskan bahwa gambar tersebut adalah cerita di mana penyiksa dan tersiksa sama-sama merasa senang.


Kepolisian akan  meminta bantuan para ahli Psikologi untuk mengetahui secara pasti motif pembunuhan  yang dilakukan NF. Dari pemeriksaan sampai saat ini, NF   mengaku membunuh karena hasrat yang muncul seketika, karena  beberapa kali    merasakan hasrat untuk membunuh, namun   masih bisa ditahan. Kemudian pada Kamis (5/3) lalu NF tidak bisa menahan lagi sehingga membunuh temannya.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri   mengungkapkan saat menanyakan kepada NF bagaimana perasaan setelah kejadian ini, dia katakan 'saya puas'. Jawabahan yang sangat mengagetkan bagi seorang anak remaja.  Sehingga Polisi   perlu untuk melakukan  pemeriksaan  psikologis secara mendalam.


NF  juga mengungkapkan bahwa dia biasa bermain dengan binatang yang dia diperlakukan secara kasar. Ada kodok yang dia  tusuk pakai garpu dan   kucing kesayangannya yang biasa diajak bermian, jika  lagi kesal dibuang dari lantai 2. ( Mapolres Metro Jakarta Pusat, Sabtu - 7/3).



Dalam isi papan curhat ini, tertulis beberapa kalimat dalam bahasa Inggris dan Indonesia antara laian :  

Tidak benci, hanya saja aku tenggelam emosi;   I'll learn to change my life, but I need more time. (Aku akan belajar mengubah hidupku, tapi aku butuh banyak waktu). 


I will always love you. Who? Unknown. (Aku akan selalu menyayangimu. Siapa? Tak tahu).;  I'm the teen that couldn't control of emotional. (Aku anak muda yang tak dapat mengontrol emosi).  


Jalan Kelapa Tinggi, Utan Kayu Selatan, kecamatan Matraman, Jakarta Timur, DKI Jakarta, 13120.;   Bukan membantah hanya beragurmen.


Papan curhat milik NF  (15  Sabtu (7/3/2020). Tak cuma keenam kalimat itu saja, NF juga menuliskan pesan bernada kebencian untuk sang ayah di sebuah buku.’Tomorrow I will try to laugh see my dad is death gone forever (Besok aku akan mencoba tertawa melihat ayahku mati selamanya)’ Kalimat tersebut disertakan dengan gambar seorang perempuan.
 

Dalam  catatan yang dimiliki pelaku,  salah satunya, Polisi menemukan gambar perempuan terikat karya NF dengan tulisan 'Keep calm and give me torture'. Polisi menganggap gambar tersebut menjadi petunjuk bahwa apa yang dilakukan NF tak berbeda jauh dengan alam pikiran yang kemudian dibuatnya nyata dalam pembunuhan tersebut. 


Ada  gambar salah satu tokoh favorit dia, Slender Man, ini tokoh film horor tentang penculikan remaja, Slender Man adalah karakter supernatural fiksi yang digambarkan dengan sosok kurus tinggi dengan kepala tanpa wajah. Juga  berdasarkan pengakuan NF, dia  suka nonton film horor. Salah satunya Chucky,  adalah karakter arwah pembunuh berantai yang masuk ke dalam tubuh boneka. 




Di lingkungan tetangga,  NF  menunjukkan anak yang baik, sosoknya pendiam, dan jarang bergaul dengan teman sebayanya. Para tetangga mengaku terkejut dengan apa yang dilakukan NF, karena kesehariannya anaknya jarang main diluar, pulang sekolah  langsung masuk kedalam rumah (Tribun Jakarta, Jumat 6/3/2020)


Selain itu Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo mengatakan jika pelaku merupakan sosok yang berprestrasi. Hal ini berdasarkan beberapa barang yang ditemukan di kamar NF. Pihak kepolisian  menemukan dua buah piala kejuaraan.  


NF pernah beberapa kali menjuarai tenis meja.  Lalu apa sebenarnya yang mendasari NF melaukakn pembunuhan sadis kepada temannya? Bnarkah karena ada  hasrat tiba-tiba ingin membunuh


Wakil Ketua KPAI  Rita Pranawati kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Sabtu (7/3). menilai kasus pembunuhan ini tidak bisa dilihat hanya dari satu aspek saja, melainkan dari berbagai aspek. Perlu dilihat secara keseluruhan kehidupan anak ini. Misalnya pengasuhan, pertemanan dan lain-lain,


Secara hukum,   pelaku memang salah karena telah membunuh temannya, namun proses hukum harus berlandaskan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). Kedepan KPAI akan melakukan advokasi kepentingan pengasuhan anak agar tidak terjadi lagi kasus pembunuhan semacam ini. Perlunya orang tua harus hadir dalam berbagai hal ketika mengasuh anak, bukan hanya hadir dalam hal akademik.


Lalu apa pemicunya dan menjadi akar masalah sehingga NF  dengan mudahnya mengatakan hanya ada  hasrat tiba-tiba ingin membunuh ? Faktor keretakan rumah tangga dan tontonan  film kekerasan dianggap menjadi pemicu tindak brutalnya terhadap temannya yang seharusnya dia  punya  sikap welas asih sebagaimana dia juga punya naluri kasih sayang kepada keluarganya.


Fitrah sebagai  manusia yang    diciptakan Allah SWT diberi akal, lengkap dengan fasilitas indera  agar mampu berfikir  dan menbedakan yang haq dengan yang bathil.  Sebagaimana Sabda Rosulullah SAW:


كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِه


 “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.”

Dari fakta diatas, maka memberikan gambaran kepada kita bagaimana pembentukan karakter seorang remaja ABG yang diusianya yang telah baliq dan menginginkan adanya eksistensi pengakuan akan
keberadaan dirinya. 


Sistem Sekuler  dengan pemisahan agama dalam kehidupan manusia, maka ada kebutuhan   dalam diri manusia yang perlu dipenuhi dan dipuaskan menjadi kendala dan masalah manakala tidak mempunyai pemahamanan yang benar tentang kehidupannya yang bersumber dari aqidah islam. Sehingga pemenuhan  tersebut  tidak mampu mengatasi permasalahan hidupnya sesuai tuntunan islam. 


Dipicu lagi dengan minimnya peran orang tua, masyarakat dan Negara dalam menjaga dan mendidik anak sesuai fitrahnya. Hanya kebutuahan jasmani saja yang menjadi prioritas, tetapi pemenuhan ruhiyahnya tidak mendapat perhatian khusus, sehingga anak mencari jalan lain sesuai yang dia dapatkan.


Padahal pembentukan kepribadian anak yang benar haruslah dilakukan dengan pembinaan keimanan (akidah) islam, pembinaan dan pembiasaan ibadah, pendidikan perilaku (akhlak), pembentukan jiwa, pembentukan intelektualitas serta pembinaan interaksi sosial kemasyarakatan. Masing-masing mempunyai cara praktis yang harus dilaksanakan.


 Pembinaan keimanan


 Dapat dilakukan dengan cara: mengajarkan keyakinan bahwa Allah senantiasa melihat dan menyertai manusia dimanpun ia berada; menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasulullah saw. Serta menjadikan Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya sebagai contoh; 

1. menyibukkan anak dengan membaca Alquran dan Assunnah sekaligus membahas maknanya;

2. membina keteguhan mereka dalam mempertahankan keyakinana dan siap berkorban untuk hal tersebut. Rasa takut kepada Allah SWT akan menghindarkan anak dari segala perbuatan buruk. 

Larangan Allah untuk mencela, merugikan, melukai atau membunuh orang lain akan dipatuhi oleh anak yang punya rasa takut kepada Allah SWT. Begitupun makanan dan benda yang diharamkan Allah, akan mereka jauhi.


Pembinaan Ibadah


Pembinaan ibadah merupakan penyempurnaan dari pembinaan akidah, dan menjadi cerminan keyakinan.  Pembinaan ibadah dilakukan dengan mendorong pelaksanaan shalat wajib, ditambah dengan melakukan shalat sunnah, selain mengajak mereka menghadiri shalat berjamaah di masjid. 


Ibadah shalat akan mencegah anak dari perbuatan keji dan mungkar (QS al-‘Ankabut [29]: ayat 45).  Demikian dengan amalan ibadah lainnya yang harus dibiasakan untuk dilaksanakn oleh anak-anak agar mereka mempunyai keterikatan dengan hukum-hukum Allah SWT.


 Pendidikan Akhlak

Akhlak adalah perangai yang dibentuk. Karena itu anak memerlukan pendidikan akhlak agar aktivitas sosial mereka terhindar dari penyimpangan serta kesalahan. Anak sangat memerlukan pihak yang memperhatikan perilakunya. 


Mereka tumbuh sesuai dengan pembiasaan yang dilakukan oleh orangtuanya. Perangai buruk seperti menyendiri, emosional, ceroboh, temperamental, serakah dan sebagainya adalah bentukan pendidik. Begitupun perangai yang baik semisal sopan, peduli, dermawan, bijak, jujur dan sebagainya adalah bentukan pendidik. Oleh karena itu, jika pendidikan akhlak tidak diberi perhatian serius, perangai buruk akan menjadi masalah sebagaimana yang terjadi pada remaja dewasa ini.

Pembentukan Jiwa

Pembentukan jiwa dilakukan dengan cara memberikan perhatian dan kasih sayang dalam bentuk langsung yang terasa secara fisik seperti ciuman dan belaian; bermain dan bercanda dengan mereka; menyatakan rasa sayang dengan lisan. 


Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya Al-Adab al-Mufrad bahwa Abu Hurairah ra. berkata, “Saya mendengar dengan kedua telingaku dan melihat dengan kedua mataku. Rasulullah saw. memegang dengan kedua tangannya kedua telapak cucunya, Hasan dan Husain. Kedua telapak kaki mereka diatas telapak kaki Rasulullah saw. 


Kemudian beliau berkata, ‘Naiklah’ Lalu keduanya naik hingga kedua kaki mereka berada diatas dada Rasulullah saw. Kemudian beliau berkata, ‘Bukalah mulutmu.’ Kemudian beliau menciumnya dan berkata, ‘Ya Allah saya mencintainya dan sungguh saya mencintainya.’”



Pembentukan Intelektual


Orang tua harus memotivasi anak agar semangat mencari dan mencintai ilmu. Menuntut ilmu adalah ibadah utama yang mendekatkan hamba kepada Rabb-nya. Masa kanak-kanak adalah masa yang sangat baik untuk membangun keilmuaan dan pemikiran mereka. 


Orangtua harus membimbing anak memahami hukum-hukum Islam, mencarikan guru yang salih, mendidik anak terampil bahasa Arab dan bahasa asing yang diperlukan, mengarahkan anak sesuai kecenderungan ilmiahnya, menyediakan bahan bacaan di rumah, mengisahkan riwayat orang-orang salih pada generasi lalu serta mendorong anak untuk mencontoh penguasaan keilmuan mereka.


Pembinaan Kemasyarakatan


Membina anak untuk melakukan interaksi sosial bersama masyarakat menumbuhkan sikap kepedulian dan tanggung jawab terhadap persoalan umat. Interaksi mereka di tengah masyarakat memerlukan pemahaman yang matang. 


Utamanya ketika mereka memasuki usia baligh. Laksana orang dewasa, mereka terikat dengan aturan interaksi sosial, yakni hubungan laki-laki dengan perempuan serta hukum-hukum kemasyarakatan seperti ekonomi, hubungan ketetanggaan, kekerabatan, pertemanan, dan lain sebagainya.


Anak harus memahami jenis pakaian apa yang harus dikenakan untuk kelur rumah, paham batas-batas hubungan antara lawan jenis, paham siapa yang harus dijadikan teman, dan bagaimana bersikap terhadap tetangga. Kepada mereka juga harus dijelaskan tentang peran apa saja yang ditetapkan Islam saat berada di tengah masyarakat. 

Pemahaman ini akan membentuk sikap kepedulian (tidak apatis) dan mendorong mereka untuk mengambil peran positif dalam masyarakat.[MO/ia]

 Allahu a'lam bishshawab.









Posting Komentar