Oleh : Khoirotun Nisa'

Mediaoposisi.com-Viral. Remaja 15 tahun dengan inisial NF membunuh seorang anak dibawah umur (5 tahun) dengan inisial APA. Peristiwa ini terjadi di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis 5/3/2020.


Remaja ini membunuh korban dengan menenggelamkan nya ke dalam bak, kemudian dicekik dan dicolok mulutnya. Karena takut aksi nya akan diketahui orang tua, pelaku langsung menyimpan korban ke dalam lemari dalam keadaan tak bernyawa. (pojoksatu.id)


Sehari setelah membunuh korban, pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari. Dan mengaku bahwa pelaku merasa puas dengan perbuatan nya tersebut. Yang lebih mengejutkan lagi, pelaku membunuh korban akibat terinspirasi oleh film horor, dan pelaku ini menyukai Chuky dan Slender Man. (CNN Indonesia)



Remaja Zaman Now


Di era digital ini, semua lini kehidupan dapat diakses dengan mudah, nggak ribet. Semua serba instan dan online. Remaja saat ini pun secara tidak langsung dipaksa untuk mengikuti perkembangan zaman, salah satu nya perkembangan teknologi. Nah, yang identik dengan kehidupan remaja adalah gawai atau hp android yang tentunya bisa digunakan untuk mengakses apapun di internet.


Remaja dengan gampangnya mengakses banyak hal yang bisa membuat mereka senang, bahagia, tenang, tentram, tanpa memfilter baik atau buruknya. Remaja yang dalam hidupnya hanya disibukkan dengan food, fun, fashion and film. Liberal.


Dengan adanya kasus remaja diatas, bisa kita lihat bahwa kondisi remaja saat ini tidak sedang baik2 saja, mereka sedang diserang dengan tontonan yang tak bermutu, berbau sadis, yang tak ada nilai pendidikan sama sekali didalam nya. Dan remaja dengan mudah dapat mengakses tontonan2 apapun tanpa batas seolah tak ada satupun yang peduli, keluarga tak peduli, negara pun mengabaikan.


Akibat nya tontonan2 tersebut dapat membentuk kepribadian seorang remaja. Yang bahkan akan menjadi tuntunan dalam diri seseorang. Dengan adanya tontonan yang sadis secara tidak langsung akan membentuk seorang tidak memiliki sifat kemanusiaan, tidak ada lagi rasa belas kasih, malah membikin para konsumen nya untuk ketagihan dan malah mencontoh adegan-adegan yang ada pada tontonan tersebut.


Kehidupan remaja saat ini begitu carut marut, bebas sebebas bebasnya, seoalah tak ada yang dapat dibanggakan atau diharapkan untuk kemajuan negara ini. Padahal mereka lah nanti yang akan menjadi penerus masa depan negara. Kemajuan negara ada ditangan mereka.



Usia remaja adalah usia keemasan atau disebut "the golden age". Semua potensi ada pada diri seorang remaja. Dan potensi itu akan bekerja maksimal jika para remaja memiliki kesadaran akan jati diri mereka, dengan didasari oleh pondasi yang kuat yaitu akidah islam.


Akidah islam ini harus menancap kuat pada diri tiap individu, tak terkecuali remaja. Karena dengan adanya akidah yang kuat maka akan dapat menilai suatu perbuatan itu baik atau buruk, Allah ridho atau tidak. Bukan menilai dengan hawa nafsu, karena hawa nafsu akan terkalahkan dengan adanya akidah. Dan akidah inilah yang akan melahirkan ketakwaan.


Dengan begitu lingkungan masyarakat akan menjadi islami, karena islam ada ditengah-tengah kehidupan mereka. Semua perbuatan disandarkan pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.


Peran Penting Keluarga


Keluarga pun menjadi bagian terpenting dalam masyarakat. Keluarga adalah kepemimpinan terkecil dalam suatu kehidupan. Keluarga ini lah yang akan melindungi atau mengawasi setiap anggota keluarganya. Jika keluarga nya sudah islami, maka anak keturanannya pun akan menjadi islami. Dengan begitu kasus seperti N tadi tidak akan terulang lagi karena islam telah menyinari kehidupan masyarakat.


Tanggung Jawab Negara



Negara wajib memberikan pendidikan pada setiap individu rakyat nya, baik miskin atau kaya dengan standar yang sama. Dan Negaralah yang akan mencetak generasi-generasi nya.


Negara adalah perisai utama yang akan melindungi rakyatnya dari segala bentuk problematika yang terjadi. Negara yang akan menghukum pelaku-pelaku kriminal yang meresahkan rakyatnya. Menghukum dengan hukum islam, karena hanya islam lah yang mampu menutup celah-celah maksiat.


Akibat diterapkannya sistem kapitalis di negara ini dengan seperangkat aturan sekuler-liberal yang memisahkan agama dari kehidupan, negara ini tidak mampu menjadi pelindung yang kuat bagi rakyatnya. Karena kapitalime adalah sistem yang gagal dalam menangani urusan rakyatnya, gagal dalam mencetak generasi cemerlang, dan malah merusak generasi yang ada. Sistem rusak yang akan menghilangkan sifat kemanusian pada diri manusia. 



Sistem yang akan menimbulkan kemudhorotan- kemudhorotan yang lain. Dan kemudhorotan ini harus segera dihilangkan. Selaras dengan kaidah fiqih:



الضَرَارُ يُزَالُ

"Kemudhorotan harus dihilangkan"


Dan yang bisa menutup lubang mudhorot adalah islam. Islam lah yang memiliki seperangkat aturan yang mengatur hubungan manusia dengan pencipta, manusia dengan manusia lain, dan manusia dengan diri nya sendiri. Karena islam adalah agama paling tinggi dan diridhoi Allah.


"Dan pada hari ini Aku (Allah) sempuranakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan bagimu nikmat-Ku dan telah Aku ridhoi bagimu islam sebagai agamamu". (Al-Maidah:3)


Maka dari itu, kembalilah berhukum kepada hukum Allah dan Rasul-Nya dengan menerapkan islam disetiap aspek kehidupan. Karena hanya Islamlah yang mampu menyelesaikan berbagai problematika manusia. Dan islam adalah rahmatan lil alamiin.[MO/ia]


Wallahu A'lam bi showab.

Posting Komentar