Oleh : Ummu Abdilla

Mediaoposisi.com-Ketika virus ini mulai merebak ke Indonesia, lumrah apabila sebagian masyarakat nya kurang mendapat informasi sehingga mereka tidak aware akan bahayanya virus covid-19 ini. Masih banyak dari mereka terutama remaja maupun orang tua yang membawa anaknya berkeliaran ditempat-tempat umum melakukan aktivitas yang seharusnya tidak dilakukan. 


Sebagaimana yang diketahui dimedia sosial bahwa betapa kurangnya peralatan medis saat menangani pasien, penanganan cepat pasien, dan kurangnya ruang isolasi untuk mereka yang suspect covid-19. 


Bagaimana tidak khawatir nya para petugas medis saat menghadapi kondisi ini. Dan yang paling menyedihkan ada beredar foto-foto petugas medis yang mendatangi rumah yang salah seorang penghuni nya suspect covid-19. 


Petugas tersebut hanya menggunakan pelindung dari jas hujan berbahan kantong kresek, sarung tangan karet serta masker seadanya. padahal baju proteksi untuk menangani virus ini haruslah sesuai dengan standar penanganan pasien yang terkena wabah penyakit menular. Sebab jika sampai salah, maka potensi terinfeksi virus akan semakin tinggi. 


Dalam hal memakai dan melepas baju proteksi ini pun butuh prosedur terstruktur, pelatihan, dan pengawasan ketika digunakan untuk menangani pasien yang memiliki penyakit menular. 


Serta, ada juga beredar video pasien suspect covid-19 mendatangi rumah sakit, malah ia disuruh pergi sendiri untuk mendatangi rumah sakit yang sudah ditentukan untuk menangani pasien suspect covid-19 tanpa pengawasan. Bagaimana apabila saat dalam perjalanan ia tanpa sengaja menularkannya kepada orang lain. 


Virus covid-19 yang sangat cepat penyebarannya ini, masih ditanggapi biasa saja oleh sebagian masyarakat. Buktinya pantai Carita dibanten ramai dikunjungi wisatawan asal jakarta dan Tangerang. 


Tidakkah mereka belajar dari kelalaian masyarakat di italia, yang awalnya merekapun masih menanggapi virus ini dengan sikap biasa saja. Mereka masih tetap melakukan aktivitas ditempat- tempat keramaian. 



Apa akibat yang mereka rasakan dari kelalaian tersebut. Italia menduduki negara kedua dengan kasus tertinggi setelah china. 


Paling menyedihkan  disaat libur diberlakukan selama 14 hari di wilayah suspect covid-19 di Indonesia, masih ada sebagian orang tua yang membawa anak-anaknya jalan santai di tempat umum. 


Apa salahnya menjadi warga yg taat disaat pemerintah setempat memberlakukan aturan agar masyarakatnya tidak bepergian untuk sesuatu hal yang tidak penting. Hal inipun baik agar supaya penyebaran virus tidak meluas dan dapat memotong rantai penularan. Tetapi pada kenyataannya masih ada sebagian masyarakat yang gagal memahami kondisi saat ini. 


Awalnya pemerintah pun tidak cepat tanggap saat mendengar wabah ini pertama kali menyerang china. Malah ada beberapa pejabat yang membuat guyonan tentang virus ini. Serta masih banyaknya WNA asal china yang berkunjung ke Indonesia padahal pelarangan penerbangan sudah diumumkan oleh pemerintah. 


Sayangnya di negara dengan sistem kapitalisme ini, disaat situasi genting pun mereka tetap ingin mencari keuntungan sebesar-besarnya. Mereka tidak mementingkan kemaslahatan masyarakatnya. 


Padahal dizaman kekhalifahan Umar bin Khattab pernah pula terjadi wabah penyakit di Syam. Saat umar dalam perjalanan menuju Syam bersama rombongan besar para sahabat, datanglah abu Ubaidah bin Jarrah dan lainnya mengabarkan bahwa negara Syam sedang ada wabah penyakit. 



Setelah bermusyawarah, akhir nya merekapun kembali setelah mendengarkan Abdurahman bin Auf berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda " apabila kamu mendengar wabah berjangkit disuatu negeri, janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada maka janganlah keluar dari negeri itu karena hendak menyelamatkan diri. " 


Aisyah ra berkata,  aku bertanya kepada Rasulullah Saw tentang wabah penyakit. Rasulullah Saw memberitahukan kepada ku. 


" wabah penyakit itu adalah azab yang diutus Allah SWT kepada orang-orang yang ia kehendaki. Allah SWT menjadikannya rahmat bagi orang-orang beriman. Jika terjadi suatu wabah penyakit ada orang yang menetap di negerinya, ia bersabar,  hanya berharap balasan dari Allah SWT, ia yakin bahwa tidak ada peristiwa yang terjadi kecuali sudah ditetapkan Allah SWT maka ia mendapat balasan seperti mati syahid. " ( H.R. bukhari ).


Seharusnya pemerintah sudah memberlakukan lockdown untuk wilayah yang telah suspect covid-19. Karena begitulah yang harus dilakukan sesuai dengan sabda Rasulullah Saw. Untuk melindungi umatnya dari segala keburukan seperti wabah penyakit ini. 


Nyatalah bahwa sebenarnya sistem yang dianut saat ini adalah sistem yang rusak. Apabila negara mau mengambil sistem islam sebagai dasar mengatasi segala persoalan. Insyaa Allah negara tersebut akan mendapatkan Rahmat dari Allah SWT pemilik semesta alam.[MO/ia]

Posting Komentar