Oleh: Tita Rahayu Sulaeman


Mediaoposisi.com-Tak bisa dipungkiri, ada kekhawatiran kini ketika mendengar kabar bahwa orang yang terkena virus corona di Indonesia jumlahnya semakin bertambah. Per tanggal 15 Maret 2020, pemerintah mengumumkan jumlah orang yang terkena virus corona di indonesia menjadi 117 orang. Satu diantaranya adalah menteri Perhubungan. 



Sementara korban meninggal 5 orang. Untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas, Presiden menginstruksikan rakyatnya untuk belajar, bekerja dan beribadah di rumah. 


Virus Corona sejak kemunculannya di Wuhan, Cina sekitar akhir tahun lalu, kini telah menyebar ke penjuru dunia. Italia menjadi negara kedua terbanyak kasus Corona, setelah Cina asal virus ini berasal (kompas.com). Di Indonesia, presiden baru mengumumkan adanya korban terinfeksi dua orang pada awal Maret 2020. 



Kemudian bertambah dan semakin banyak hingga sekarang 117 orang. 
Sosialisasi digencarkan untuk mencegah diri terkena virus Corona. Mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, hingga meningkatkan imunitas diri. Tak kalah penting, masyarakat harus diedukasi agar membatasi diri dari kegiatan di keramaian. Hanya beraktifitas keluar rumah untuk hal-hal yang penting dan mendesak saja. 


Sebagai seorang muslim, banyak hikmah yang bisa diambil dari virus Corona ini. Sudah sepatutnya sebagai seorang hamba agar kejadian demi kejadian menjadikannya lebih dekat dan lebih taat kepada Allah SWT. Semakin merasa diri tiada daya. Hanya kepada Allah lah tempat memohon pertolongan. 



Meski meyakini bahwa hanya Allah lah yang mampu menghindarakan kita dari virus ini, bukan sikap yang tepat ketika kemudian kita abai pada tindakan preventif. Memang benar bahwa sebuah ketetapan Allah  manusia bisa terkena maupun terhindar dari virus ini. Namun, ada wilayah ikhtiar dari manusia, yang akan Allah hisab ketika menyikapi virus corona ini. Apakah ia berusaha untuk mencegah penyebaran atau malah menyepelekan hingga penyebaran semakin luas. 



Islam adalah pedoman hidup. Termasuk dalam hal menangani wabah. Jaman khalifah Umar RA dahulu, terjadi wabah tha'un di negri syam. Umar saat itu hendak menuju Syam. Ketika itu Abdurrahman bin Auf membacakan nasehat Rosulullah : 


Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, janganlah kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya. (HR. Bukhari & Muslim)
Cara seperti ini orang-orang sekarang menyebutnya dengan istilah Lockdown. Islam telah menerapkannya sejak ribuan tahun yang lalu. 


Ini juga yang kami harapkan sebagai warga indonesia kepada pemerintah. Agar segera lockdown arus kedatangan warga negara asing ke Indonesia. Bahkan pemerintah kota agar bisa me-lockdown warganya agar tidak berpergian dari satu kota ke kota lain. Bukan karena tidak percaya bahwa Allah SWT adalah Maha Pelindung dan Maha Penolong. Tapi inilah wilayah ikhtiar manusia, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW. 



Keputusan lockdown mungkin akan menimbulkan efek domino pada berbagai aspek kehidupan lainnya. Kerugian di sektor ekonomi dan pariwisata misalnya. Tapi, yang terpenting saat ini adalah bagaimana agar setiap keputusan bisa menyelamatkan banyak nyawa. Yakinlah, bahwa dalam setiap syariat ada maslahat. Masyarakat bisa diarahkan untuk mencegah diri terkena virus Corona. Tapi keputusan pemerintah sangat berperan dalam pencegahan meluasnya virus corona ini. 


Semoga Allah selalu melindungi kita semua, agar terlindung dari berbagai penyakit. Dan semoga saudara-saudara kita yang terkena virus Allah beri kesembuhan.[MO/ia]

Wallahu'alam bish shawab

Posting Komentar