Oleh : Vega Rahmatika Fahra, SH



Mediaoposisi.com-Mengenang peristiwa sembilan puluh sembilan tahun yang lalu tepatnya pada tanggal  27 Rajab 1342 H, peristiwa yang menjadi penyebab utama terjadinya segala malapetaka yang menimpa umat Islam di seluruh dunia saat ini. Peristiwa itu adalah runtuhnya sistem Kekhilafahan Islam Turki Ustmaniyah oleh Mustafa Kemal Ataturk laknatullah, seorang Freemason keturunan etnis Yahudi Dunama yang merupakan antek Inggris.



Semenjak runtuhnya institusi Khilafah, nestapa yang terjadi tiada henti-hentinya menyerang kaum muslimim akibat ketiadaan Imam atau Khalifah sebagai penjaga bagi umat Islam. Bentuk-bentuk kenestapaan itu adalah :


Pertama, Munculnya Penguasa Ruwaybidhah dan Sufaha’ (bodoh/dungu)


Rasulullah saw bersabda : “Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu para pendusta dianggap jujur. Orang jujur dianggap pendusta. Penghkianat dianggap amanah, orang amanah diaggap pengkhianat. Ketika itu yang banyak bicara adalah ruwaybidhah, ada yang bertanya, “Siapa ruwaybidhah itu?” Nabi saw menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang banyak.” (HR al-Hakim)


Bukankah benar jika saat ini kita menyaksikan para pemimpin dengan karakter yang bodoh dan dungu terus bermunculan, menyelesaikan permasalahan dengan logika tanpa dalil, lihat bagaimana tanggapan dan reaksi mereka ketika dihadapkan dengan berbagai permasalahan umat? Sungguh  kedunguannya membuat rakyat semakin sengsara.


Kedua, Kekayaan Umat Dirampok


Rasulullah saw bersabda : “Kaum Muslim bersekutu dalam tiga perkara : Padang rumput, air dan api,” (HR Abu Dawud, Ahmad, al-Baihaqi dan Ibn Abi Syaibah)


Namun lihatlah apa yang terjadi dengan kekayaan alam negri-negri kaum Muslim? Negri yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) bahkan Indonesia yang terkenal dengan Negri jambrut khatulistiwa, yang memiliki tanah subur dan kaya lautan tapi sayang, kekayaan itu tidak di nikmati oleh umat Islam, kekayaan itu di rampok oleh asing dan aseng. 


Negara kafir menjarah habis-habisan kekayaan itu atas nama investasi, penduduknya hanya menjadi buruh yang miskin  bagaikan ayam mati di lumbung padi.


Ketiga, Umat Islam Terpecah Belah dan Terjadi Penindasan


Saat ini umat Islam terpisah-pisah menjadi lebih dari 50 negara atas nama Nasionalisme, sehingga umat Muslim bagai sapu lidi yang berserakan sehingga menjadi lemah dan tiada kekuatan sehingga mudah saja menjadi mangsa kekuatan negara imperialis Barat. 



Seperti yang terjadi di Palestina, Suriah, Rohingnya, Khasmir, Uyghur dan negara Muslim yang tertindas lainnya, mereka tidak mampu melawan kekejaman Barat karena tidak ada kekuatan dari Negri Muslim lainnya untuk membantu karena hidup terpisah-pisah oleh batas nasionalisme.


Keempat, Merajalelanya Kerusakan dan Kemungkaran di Muka Bumi


Sejak keruntuhan Khilafah, hukum-hukum Allah tersingkirkan dan digantikan oleh hukum kufur buatan manusia, hukum ini menyebabkan terjadinya kebobrokan akhlak, kehancuran tatanan keluarga, hilangnya peran ibu, tumpulnya keadilan dan kacaunya kehidupan sosial, kemunduran ekonomi, rusaknya pendidikan, mahalnya kesehatan, dan banyaknya pengangguran.


Mengembalikan Mahkota Khilafah



Mengenang 99 tahun keruntuhan Khilafah bukanlah untuk sekedar untuk ditangisi atau dijadikan nostalgia sejarah belaka, namun untuk dijadikan ibrah dan perjuangan untuk mengembalikan kembali mahkota Khilafah tersebut. Mahkota itu bisa dikembalikan dengan berjuang menirukan metode yang dituntun oleh Rasulullah. Yaitu dengan dakwah pemikiran dan politik (mengurusi urusan umat) agar umat memahami dan menjadikan hukum Islam sebagai satu-satunya jalan hidup.


Barat tidak akan pernah berhenti untuk menghalangi tegaknya kembali Khilafah karena Barat sangat meyakini bahwa kekuatan Islan itu ada pada Sistem Khilafah. Berbagai upaya akan terus mereka lakukan, baik halus kasar dan pendekatan hukum.


Strategi halus Barat adalah dengan menyandangkan ide Islam sebagai teroris atau radikal, menyebarkan ajaran kapitalisme, HAM, dan kebebasan. Cara kasar adalah dengan mengadu domba umat Islam dengan memberikan istilah Islam fundamentalis dan Islam moderat, Islam tradisional dan Islam modornis, dan menciptakan strategi politik dengan pemerintahan boneka dengan perang dan konflik. 



Dan pendekatan hukum adalah dengan membuat undang-undang yang menghambat penegakkan Khilafah seperti undang-undang nasional, dan undang-undang anti diskriminasi, uu ormas dan lain sebagainya.


Oleh karena itu umat Islam harus berusaha keras memperjuangkan Khilafah meskipun konsekuensinya dengan mempertaruhkan nyawa, sebagaimana perjuangan Rasulullah dan para sahabat memperjuangkan Islam.


Sudah seharusnya umat terus berdakwah memperjuangkan Khilafah meskipun banyak godaan dan cobaan yang menerpa, karena Khilafah menyangkut hidup dan matinya jutaan kaum muslimin di seluruh dunia, dan Khilafah adalah agenda penting umat, karena dengan kepemimpinan Islam hukum Islam bisa ditegakkan, kehormatan bisa dijaga, berbagai pembebasan terealisasi, umat kembali bersatu, dan kaum Muslim menjadi mulia.[MO/ia]      

                               

Posting Komentar