Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com-Iman dan Islam adalah nikmat Allah yang harus dijaga di dalam dada agar setiap kebaikan bernilai ibadah dan mengatarkan kita ke surgaNya.  Iman dan Islam akan tetap terjaga dalam kehidupan Islami dimana saja dan kapan saja kita menjalani kehidupan.  



Kehidupan Islami akan terwujud dalam sistem khilafah karena  syariat Allah diterapkan secara kaffah dalam kehidupan nyata.  Iman dan Islam tetap kuat dan terjaga pada diri umat sehingga mereka enggan untuk korupsi karena mereka sadar dan yakin bahwa kesalahan yang dilakukan pasti disaksikan oleh Allah meskipun tidak ada manusia yang melihatnya.  


Fakta menunjukkan korupsi tidak pernah berhenti dalam sistem demokrasi. Hanya Khilafah solusi untuk menghentikan korupsi yang merugikan rakyat.


Jangan menutup mata bahwa dosa besar dihalalkan di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim.  Zina dianggap biasa dan tidak ada dosa saat itu dilakukan suka sama suka.  Riba menjadi pilar perekonomian negara meskipun sudah mulai ada kesadaran umat rindu diatur dengan syariat Allah.  Banyak menjamur Bank dengan label syariah bukan lantas praktek riba berhenti,  bahkan utang luar negeri yang membelit negeri juga ada unsur ribanya. 


Apakah praktek riba sudah berhenti hanya dengan memberikan label syariah?  Tidak sedikit label syariah digunakan hanya untuk menipu umat yang rindu diatur syariat Islam. Dan yang lebih mengerikan lagi, LGBT dibiarkan unjuk gigi dan menunjukkan identitasnya.  



Dengan dalih kemanusiaan dan kebebasan, penyimpangan dan pemikiran nyleneh dibiarkan,  sementara yang berfikir kritis dan lurus untuk menyuarakan kebenaran Islam secara kaffah dituding terpapar radikalisme.



Jangan pula menutup mata saat Islam dinistakan dan simbol pemersatu umat Islam dibakar dan diinjak-injak,  umat tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghukum berat pelakunya.  Penghinaan terhadap rasulullah dianggap biasa dan tidak ada hukuman bagi pelakunya meskipun umat merasa marah dan tersakiti sebagai bentuk ungkapan rasa cinta mereka pada rasulullah.  


Cinta pada rasulullah melebihi apapun di dunia ini bahkan dirinya sendiri adalah bukti masih adanya iman di dalam dada. Masihkah kita mengatakan bahwa tidak penting khilafah,  yang penting kita masih punya iman dan Islam.  Sedangkan banyak orang kehilangan iman dan Islam saat menjalani kehidupan karena mereka menganggap agama hanya di tempat ibadah saat menjalankan sholat atau rukun Islam yang lain.  


Saat berpolitik,  Islam ditinggalkan,  saat berekonomi, mereka lebih memilih sistem kapitalis.  Inilah alasan kuat bahwa kita butuh khilafah jika ingin kehidupan Islami yang tidak hanya membawa kebaikan di dunia tapi juga di akhirat nanti.   


Allah akan menjaga Islam sampai pada hari kiamat.  Allah juga akan menjaga al-Qur'an tetap lurus dan menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.  Apakah lantas kita tidak perlu membela agama Allah?   Apakah kita diam saja dan tidak perlu berbuat apa apa saat melihat fakta ajaran Islam dimonsterisasi?  Apakah kita akan diam anak yang mengatur pergaulannya dengan Islam dituding terpapar virus jahat radikalisme.  


Apakah kita juga diam saat ada larangan hijab, cadar dan celana cingkrang?  Inilah fakta yang terjadi dalam sistem demokrasi.  Sebagai muslim sejati kita tidak boleh diam saja meskipun kita tahu bahwa Islam akan dijaga oleh Allah.  Namun,  membela agama Allah adalah sebagai bukti keimanan kita masih ada dan menancap kuat atau perlahan mulai memudar dan berganti dengan sekularisme yang mendangkalkan dan melemahkan iman.


Janji Allah khilafah akan tegak kembali, pasti akan terwujud.  Apakah lantas kita tidak perlu memperjuangkannya? Tentunya setiap usaha yang kita lakukan tidak ada yang sia-sia dan tidak pula buang-buang energi jika kita ikhlas untuk memperjuangkannya meskipun saat ini ada sebagian umat menganggapnya ide utopis. 


Tentu  kita ingat dengan penaklukan konstantinopel karena keyakinan yang kuat atas kebenaran bisyaroh rasulullah.  Sebaik-baik pemimpin pasukan, Al-Fatih mampu merealisasikannya.  


Allah memang tidak butuh kita karena apapun yang kita lakukan baik berjuang untuk merealisasikan janji Allah atau bahkan menjadi penghalang tegaknya khilafah,  janji  Allah pasti akan terjadi.  Dimana posisi kita saat itu,  apakah menjadi pejuang khilafah atau menjadi penghalangnya adalah pilihan hidup yang nantinya akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah.  Sedangkan,  hasil dari satu usaha adalah urusan Allah.


 Masihkah kita berfikir bahwa kita tidak butuh khilafah?  Hanya orang bodoh yang tidak mampu berfikir cerdas dan cemerlang yang menolak diatur dengan syariat Islam karena pemikirannya sudah terpapar dengan virus jahat sekularisme.



Jangan pula menutup mata dan telinga atas fakta bahwa khilafah adalah ajaran Islam.  Kewajiban penegakan khilafah bersumber dari dalil hukum Islam yang meyakinkan.  Apakah kita menutup mata atas fakta bahwa khilafah pernah memimpin dunia. Rakyat terlindungi haknya dan hidup mereka sejahtera dibawah kepemimpinan Islam dalam sistem pemerintahan khilafah.[MO/ia]

Posting Komentar