Oleh : Faizah Rukmini


Mediaoposisi.com-Upaya melenyapkan ajaran Islam khilafah semakin digencarkan oleh musuh Islam. Seolah-olah khilafah momok yang menakutkan bagi ummat. Bagi kaum hawa, tentu banyak respon. Ada yang mendukung, apatis, pragmatis, melarikan diri, bahkan bertaqlid buta. Namun kebenaran cahaya Islam senantiasa pula diemban para pejuangnya.


Banyak yang tidak peduli dengan Islam, kecuali sedikit dari bagiannya seputar sholat puasa zakat, rukun iman, rukun islam, akhlak, dan sepotong-sepotong dari ajaran Islam yang merasa nyaman pribadi untuk mengambilnya dan mengembannya. Padahal Islam sebagai sebuah ideologi, mengatur seluruh lingkup kehidupan, manusia, serta alam semesta. Sebagaimana firman Allah, yang artinya :



“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al-Baqarah : 208)



Namun disisi lain, musuh-musuh Islam sedang berupaya menghadang dan menghentikan kebangkitan Islam dengan berbagai cara.  Ajaran Islam menjadi sasaran kriminalisasi, dijauhkan dari berbagai kebijakan, misalnya menghapus materi pelajaran khilafah, Jihad, dan ide Islam lainnya yang berseberangan dengan musuh Islam. 


Media informasi yang diakses pun tidak memberikan edukasi Islami secara kafah. Diganti dengan paham pluralisme, moderat, liberal yang sesungguhnya nyata menjauhkan muslim dari syariat Islam.



Pernahkah dalam rutinitas kaum hawa mulai mengurus rumah, keluarga, karir dan lainnya, memikirkan bahwa sejalan dengan waktu mereka melakukan berbagai aktifitas, serangan demi serangan dihadapkan kepada Islam dan kaum muslimin? Keluarga, generasi, kaum muslimin di berbagai belahan dunia dalam ancaman dan kezaliman. 


Ataukah seluruh rutinitas kaum hawa ini khayalan menjadi pengisi waktu untuk sekedar memuaskan keinginannya? Tanpa ruh demi mendapatkan kesenangan materi dan pujian manusia semata. Hingga kesibukan dunia melupakan apa yang menjadi tujuan hidupnya. Taqwallah, bertaqwa kepada Allah.


Perempuan muslim pun wajib hukumnya memikirkan, memahami dan melakukan segala amalan dari ajaran Islam yang telah ditetapkan oleh Allah. 





وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا



“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (QS. Al Ahzab: 36).



Problematika Tak kunjung henti lantaran syariat Allah dinistakan dan diabaikan. Semoga fikir dan rasa selalu tertanam di benak para kaum hawa, disaat keluarga diambang kehancuran, generasi rusak dan merusak, kebutuhan hidup semakin sulit dan melilit, kesempitan, keberkahan jauh dirasakan. 



Kaum hawa wajib menyadari bahwa ini terjadi karena pemahaman kita bukan lagi pemahaman Islam kafah, tolok ukur dalam amalan bukan lagi syariat, dan qanaah kita bukan lagi kepada Allah, tetapi telah bergeser menyembah kepada manusia dan materi semata.

Situasi ini akan terus berlanjut, maka urgen bagi seorang ibu untuk mempelajari, memahami, menuntut, dan memperjuangkan khilafah.



Mengapa? Kita muslim kafah, meyakini Islam sebagai sebuah pedoman kehidupan, yaitu ideologi yang mengatur segala aspek kehidupan.



Kita wajib meyakini rukun iman, melaksanankan rukun Islam dan menjalankan segala ketaatan dalam merealisasikan tujuan kehidupan manusia. Allah haramkan jual beli riba, Allah haramkan pacaran, Allah haramkan perselingkuhan, dan kedzaliman lainnya. Ekonomi,Politik, hukum, kesehatan, pendidikan semua wajib bersandar pada hukum Allah sebagaimana wajibnya kita melaksanakan sholat, puasa, maupun zakat. Itu semua akan terwujud hanya dengan sistem pemerintahan Islam.


Khilafah Ajaran Islam



Siapa yang tidak mengenal khilafah? Perjuangannya membahana ke seluruh penjuru dunia hingga musuh Islam berupaya menjauhkan Khilafah dari benak umat, khususnya para kaum hawa. Namun musuh Islam tak mampu membendung. Atas perlindungan, penjagaan, dan pertolongan Allah, ajaran Islam senantiasa hadir bagi pembela-pembela yang istiqomah, baik tanpa hadirnya di bumi Allah. 


Sebagaimana karya para ulama terdahulu, kitab-kitab mutabar, yang menjelaskan secara shahih apa itu khilafah, hingga para pejuang yang deru nafasnya senantiasa berupaya membela ajaran Islam dengan hujjah yang nyata. Allahu Akbar.


Khilafah melindungi Anak, khilafah menjaga kehormatan wanita, khilafah menjamin kebutuhan dasar ummat, khilafah membebaskan negeri kaum muslimin, khilafah satu-satunya yang menerapkan syariat Allah secara kafah.



Maka dari itu, para Ibu harus belajar khilafah. Mengapa Allah hadirkan seperangkat aturan dalam Al-Qur’an dan hadis? Adalah semata-mata menjadi pengisi pemerintahan Islam. Dan Inilah yang memuliakan manusia. Ini wajib diketahui oleh para perempuan. 



Agar khilafah dekat di hati Ibu dan menjadi pejuang penjaga Islam. Perempuan sebagai Ibu dan pendidik generasi pun akan menjadikan ilmu dan tsaqofahnya untuk diwariskan kepada generasi yang akan menjadi estafet perjuangan dakwah Islam.[MO/ia]

 Wallahu a’lam bishshawab.


Posting Komentar