Oleh: Mochamad Efendi




Mediaoposisi.com-Rendahnya kesadaran umat untuk taat pada pemerintah bukti lemahnya pemimpin dalam sistem demokrasi.  Itali adalah bukti nyata bahwa pemimpin dalam sistem demokrasi sangat rapuh karena rakyatnya tidak patuh dengan pemerintah yang memutuskan untuk lockdown. 



Banyak rakyat yang tidak mau mengisolasi diri di rumah sebagai bentuk ketidakketaatan rakyat pada pemimpinnya.  Rakyat tidak lagi percaya dengan pemimpinnya,  meskipun keputusan itu untuk kebaikan bersama.



Untuk menutupi kelemahanya,  penguasa rezim sering menggunakan tangan besi untuk meredam gejolak yang muncul dari rakyat yang sadar sudah didzalimi dan dikorbankan untuk kekuasaan.  Mereka,  yang kritis dan berani menyampaikan kebenaran dengan membongkar konspirasi jahat terhadap rakyat,  diancam atas nama hukum.  


Negara hukum bergeser menjadi negara kekuasaan yang bersikap otoriter pada rakyatnya yang berani menyatakan kalimat haq dihadapan penguasa.  Dalam pandangan demokrasi agar bisa menjadi pemimpin kuat dihadapan rakyat harus bersikap otoriter.



Agar mendapatkan dukungan rakyat,  pencitraan dilakukan agar terlihat baik dan terkesan membela rakyat.  Faktanya,  banyak keputusan dan kebijakan tidak berpihak pada rakyat. Mereka yang kritis dan berani menyuarakan kebenaran dengan mengungkap fakta,  niat busuk penguasa,  dikikis habis atas nama hukum, alat politik penguasa.



Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar rapat terbatas bersama 34 gubernur seluruh Indonesia terkait Covid-19. Dia menegaskan, bahwa pemerintah tidak akan mengambil kebijakan lockdown. 



Jika lockdown memang diperlukan kenapa pemerintah tidak berani melakukannya?  Pencitraan  agar tidak terkesan diktator dan perduli dengan rakyat yang butuh bekerja untuk makan. Rakyat digunakan sebagai alasan untuk tidak mengambil kebijakan yang sangat penting dan dibutuhkan untuk memutus mata rantai pemyebaran virus corona. Benarkah itu yang dipikirkan pemerintah sehingga tidak berani mengambil langkah lockdown. 



Social distancing dan working from adalah isolasi secara mandiri yang dianggap lebih beresiko kecil karena pemerintah tidak mau direpotkan oleh masalah ekonomi yang ditimbulkan akibat dari keputusannya. Tabiat dasar dari sistem demokrasi yang mengorbankan rakyat dan membiarkan rakyat menyelesaikan masalahnya sendiri. Sementara,  pemerintah tidak mau disalahkan dan mencari tempat aman dengan membiarkan rakyat untuk melakukan lockdown secara mandiri.   


Pandemi Covid-19 harus segera diakhiri dan lockdown harus dilakuka untuk memutus rantai penularanya.  Wajar Jika ada dampak negatif yang timbul dari keputusan untuk lockdown seperti halnya obat yang memiliki efek samping.  Lockdown harus dilakukan untuk menhentikan penyebaran pandemi virus corona,  dampak ekonomi harus dipikirkan dan itu tugas negara. 


Pemerintah harus bisa mengantisipasi dampak ekonomi yang mungkin muncul akibat dari kebijakan lockdown seperti yang dilakukan pemerintah Turky dan juga Philipina.  Seperti halnya obat pasti ada efek sampingnya.  


Jika lockdown memang obatnya untuk menghentikan covid-19,  pemerintah harus berani mengambil langkah tegas meskipun ini bukan keputusan yang populer.  Dampak ekonomi yang ditimbulkan harus dipikirkan solusinya. Memang,  Negara ada untuk melindungi rakyat dari berbagai ancaman termasuk juga penyebaran virus corona yang semakin massive.


Berkaca pada Itali memang lockdown tidak mudah dilakukan oleh pemimpin yang lemah dan kepercayaan rakyat yang rendah atas keputusan pemerintah.  Inilah alasan umat untuk rindu khilafah agar bisa lebih mudah menyelesaikan masalah,  wabah corona yang terus bertambah parah tanpa penanganan yang tepat dari pemerintah.



Hanya khilafah yang mampu menyelesaikan setiap masalah karena pemimpin bersama umat menghadapi setiap wabah dan masalah.  Pemimpin memutuskan lockdown didorong rasa cintanya pada rakyat agar wabah covid-19 yang meresahkan berhenti. 


Saat rakyat terdampak secara ekonomi,  pemimpin mengulurkan tangan dan menyediakan kebutuhan dasar agar rakyat tetap sejahtera ditengah wabah corona. Pemimpin ideal yang dirindukan rakyat bersikap tegas,  peduli dan sangat mencintai dan dicintai rakyatnya.[MO/ia]



Posting Komentar