Oleh: Sri Yana


Mediaoposisi.com-Sampai saat ini jumlah korban virus corona terus bertambah di 50 negara, tak terkecuali Indonesia. Hal tersebut menimbulkan kecemasan, kekhawatiran, bahkan kepanikan di masyarakat. 


Sebagaimana di lansir kompas.com,23/3/2020 menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kasus-kasus ini tersebar di 17 provinsi di Indonesia. Dari 514 kasus tersebut, jumlah pasien meninggal dunia adalah sebanyak 48. Sedangkan pasien sembuh berjumlah 29.


Oleh karena itu, masyarakat harus berhati-hati dan waspada untuk menjaga kesehatan agar daya tahan tubuh tetap vit, karena wabah corona bisa saja mengintai siapa saja, tidak muda maupun tua. Di sisi lain diperlukan kesadaran diri untuk hidup sehat dan sesering mungkin cuci tangan. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW, di bawah ini:


Artinya: Rasulullah SAW mengatakan, "Ketika kamu bangun tidur, dia seharusnya cuci tangan tiga kali sebelum beraktivitas karena dia tidak tahu kondisi tangannya saat malam hari." (HR Muslim)


Berarti Islam memang menganjurkan untuk cuci tangan. Karena kondisi bersihlah bisa menjaga diri dari paparan virus corona. Dikarenakan virus tersebut bisa menempel di benda-benda sekitar kita, yang pernah bersentuhan langsung dengan seseorang yang sudah terinfeksi virus.


Dilihat dari data BPNB semakin hari, jumlah kasusnya bertambah, sehingga perlunya penanganan yang cukup serius, baik individu, masyarakat, maupun negara. Kalau tidak korban akan terus berjatuhan. Ini dikarenakan kurang tegasnya memberlakukan sistem lock down. Yaitu lock down dilakukan baru per individu saja, seperti social distancing (mengurangi interaksi sosial).


Sebenarnya apa itu lock down ? Lock down, berasal dari bahasa Inggris yang artinya terkunci, bisa juga karantina atau isolasi. Lock down merupakan ajaran Rasulullah Saw, ketika terjadi wabah dilarang masuk atau keluar kota dengan wabah. Sebagaimana hadits yang dinarasikan Usama bin Zaid :


Artinya: "Jika kalian mendengar tentang thoún (wabah yang mengakibatkan penduduk sakit dan berisiko menular) di suatu tempat maka janganlah mendatanginya, dan jika mewabah di suatu tempat sementara kalian berada di situ maka janganlah keluar karena lari dari thoún tersebut." (HR Bukhari).



Dengan penjelasan hadits tersebut, bahwa seharusnya ketika terjadinya wabah, setiap negara wajib memberlakukan lock down, agar tidak adanya penularan ke negara lain. Tidak seperti saat ini, ketika tidak memberlakukan lock down atau lambat melakukan berakibat menularnya ke setiap negara.


Memang sulit ketika sistem kapitalisme yang berkuasa saat ini, telah menggerogoti di semua lini kehidupan, untuk memberlakukan ajaran Rasulullah Saw, yaitu lock down. Karena yang dipentingkan adalah untung rugi, baik pemerintah maupun masyarakat. 


Karena jika lock down benar-benar terjadi, berarti pemerintah harus menyediakan kebutuhan pokok, yaitu makanan  bagi masyarakat, karena semua  berdiam diri di rumah, yaitu tidak melakukan aktivitas, seperti bekerja, sekolah, dan lain-lainnya. Namun hal tersebut sepertinya sulit dilakukan pemerintah.



Begitu juga masyarakat, tanpa dijamin kebutuhan pokok, akankah lock down yang sesungguhnya akan terjadi? Bagi masyarakat kalangan atas atau menengah mungkin bisa terjadi. Karena mereka mungkin bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. 


Namun bagi masyarakat bawah, lock down sangatlah berat. Tanpa bekerja masyarakat  kalangan bawah, tidak memiliki penghasilan, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok. Apalagi harus menyetok makanan untuk menghadapi situasi lock down. Tidak di situasi seperti itu saja sudah empot-empotan.


Dilematis bukan. Tanpa adanya junnah negara, umat tak ada yang meri'ayah. Sudah sejatinya umat kembali ke sistem Islam agar ada yang melindungi. Dimana suasana sedang genting seperti ini, terjadinya wabah di berbagai belahan dunia. Semoga wabah ini segera berakhir. Hanya penjagaan diri, tawakal, serta doa yang bisa dilakukan. Sebagaimana Allah SWT akan memberikan ganjaran pahala di dalam hadits Rasulullah Saw, sebagai berikut:


Artinya: "Rasulullah SAW mengatakan, kematian akibat wabah adalah syahid bagi tiap muslim." (HR Bukhari)


Selain kebutuhan pokok, pemerintah wajib juga menjamin kesehatan selama lock down. Karena kesehatan merupakan hal penting di kehidupan ini, tanpa kesehatan umat tidak bisa beraktivitas.[MO/ia]


Wa'allahu a'lam bish shawab

Posting Komentar