Penulis : Ummu Nazry
Pemerhati Generasi.

Mediaoposisi.com-Saat ini, tak ada satupun umat manusia yang tidak mengenal kata "Khilafah". Baik mengenalnya secara baik ataupun samar-samar. Kata yang dipopulerkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sebab hanya HTI yang berani membuka kedok Khilafah dengan sebenarnya. 



Dengan berbagai cara HTI yang slowly but sure, damai tanpa kekerasan, mengenalkan kata Khilafah kepada publik, hingga publik mampu mengenalnya, sekali lagi, baik secara baik maupun samar-samar. HTI mampu membuka wawasan umat tentang Khilafah, dengan kesabarannya yang luar biasa dalam memperkenalkan kembali kata Khilafah yang tadinya mulai dilupakan manusia.



Gara-gara HTI, khilafah menjadi buming, dikenal banyak orang, sampai menjadi idiom yang masuk dalam pembicaraan para pejabat publik hingga keluar larangan untuk menyebarkan fahamnya. Ada apa dengan Khilafah ?. Sebegitu pentingkah kata  Khilafah, hingga harus masuk dalam jajaran topik yang diperbincangkan oleh publik dan para pejabat publik ?. Sekali lagi, ada apa dengan khilafah ?.


Bahwa Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam yang menerapkan syariat Islam kaffah dibawah pimpinan seorang Khalifah. Khilafah diyakini sebagai sistem pemerintahan yang diwariskan oleh Rasulullah saw, diadopsi dan dijalankan oleh para khulafaur rasyidin hingga kekhilafahan Utsmaniyah.


Sistem Khilafah mampu menebarkan kebaikan dalam seluruh aspek kehidupan. Menebarkan keadilan dikalangan umat manusia dan kesejahteraan pada penduduk bumi. Demikian paparan sejarah mencatatkannya. Bukti tentang fakta khilafah mampu menyejahterakan kehidupan umat manusia tidak bisa dibantahkan, ada dan nyata.



Namun, fakta hari ini, kenapa pembicaraan Khilafah justru ditakuti oleh sebagian kalangan umat manusia ?, tidak lain dan tidak bukan, terjadi akibat keberhasilan Barat dalam membentuk opini miring tentang Khilafah.


Khilafah diibaratkan sebagai monster oleh para pembenci Khilafah, utamanya kaum sekuler kapitalis dan para orientalis pembebek kaum sekuler kapitalis.


Kaum sekuler kapitalis, sungguh sangat membenci Khilafah, sebab sistem sekuler kapitalis sangat bertolak belakang dengan sistem Khilafah, dari konsep asal hingga cabangnya. Khilafah akan mengembalikan segala hal yang telah dirampas oleh sekuler kapitalis pada tempatnya kembali.



Khilafah akan menjalankan hak dan kewajiban sesuai dengan aturan main yang bersifat pasti, yaitu aturan main yang dibuat oleh Sang pembuat dan pemilik bumi dan alam semesta yaitu Allah SWT.
Maka jika hak dan kewajiban itu telah dijalankan oleh para khalifah dalam bingkai Khilafah niscaya tidak ada ruang hidup bagi manusia-manusia zalim yang merampas hak-hak manusia tanpa hak. 


Manusia zalim yang menguasai hajat hidup orang banyak sehingga masyarakat banyak terhalang hak untuk memenuhi hak hidupnya.  Manusia zalim yang merampas nyawa tanpa hak dan menebarkan teror yang melewati batas kemanusiaan. Manusia zalim yang rakus yang suka  menumpuk harta dan menguasai harta manusia tanpa hak.



Dan sarangnya manusia zalim ada dalam sistem sekuler kapitalis yang sangat tidak manusiawi.  Jadi wajar saja jika sekuler kapitalis begitu getol memonsterisasi kata "khilafah" dan memberikan arti kata yang sangat destruktif terhadap kata khilafah. Sehingga tidak sedikit manusia yang terbawa arus opini negatif oleh pihak sekuler kapitalis yang sangat membenci khilafah.


Sebagian kalangan  pada akhirnya menjadi parno untuk berbicara tentang khilafah, sebab resiko membicarakan khilafah saat ini sangat tinggi. Beresiko dipersekusi bahkan dipidana mati oleh sistem sekuler kapitalis yang sangat rakus. Karena sistem sekuler kapitalis saat ini tengah menguasai pucuk pimpinan kekuasaan manusia, punya modal dan kuasa untuk membekuk siapapun yang berbicara tentang khilafah.


Namun, anomali kembali terjadi. Semakin kata khilafah dikriminalisasi dan dimonsterisasi, semakin banyak kalangan yang semakin penasaran dengan kata Khilafah, semakin banyak manusia yang ingin tahu tentang berita khilafah  yang sebetulnya. Baik dari sisi hasil monsterisasi maupun dari penggalian konsep khilafah ala para mujtahid yang dihasilkan dari AlQuran dan sunnah Rasul.


Sungguh, semua pihak saat ini sedang berlomba untuk sampai ketitik akhir kemenangan. Membuka kedok Khilafah yang sebenarnya.  


Demikianlah, apapun hasil yang akan diperoleh, sungguh kata Khilafah saat ini adalah kata "magic" yang mampu membuat pihak sekuler kapitalis tak mampu tidur lelap. Mereka betul-betul berupaya keras tak kenal lelah untuk menghapus memori umat manusia tentang Khilafah.



Namun sekali lagi, kenyataan pahit kehidupan yang dibangun oleh sistem sekuler kapitalis saat ini, yang banyak menimpakan kesulitan dan kesengsaraan bagi kehidupan manusia, itu sendirilah yang sebenarnya mengantarkan sistem sekuler kapitalis yang pada kenyataannya tengah menggali lubang kematiaannya sendiri.


Sebab kepahitan hidup yang diciptakan oleh sistem sekuler kapitalis yang menguasai kehidupan manusia saat ini, sungguh telah menyadarkan umat manusia dan mengembalikan memori manusia tentang kebaikan khilafah dan kerinduan mereka untuk kembali menerapkannya dimuka bumi ini.



Kerinduan untuk meraih kebaikan dan keberkahan hidup seluruh umat manusia, yang hanya bisa diraih oleh sistem yang sangat manusiawi, sistem yang penerapannya dituntun oleh wahyu ilahi bukan hawa nafsu, sistem yang sesuai dengan fitrah penciptaan manusia, memuaskan akal dan menentramkan jiwa, sistem khilafah ala minhajin Nubuwwah.[MO/ia]


Wallahualam.




Posting Komentar