Oleh Betiya
Mediaoposisi.com- Belakangan ini kita sering sekali mendengar nama-nama kerajaan baru yang muncul di tengah-tengah masyarakat seperti Sunda empire, keraton  agung sejagat, lia eden dan kerajaan ubur-ubur.nama-nama kerajaan tersebut muncul ketika negeri ini mengalami frustasi sosial dan ekonomi di tengah-tengah masyarakat
 fenomena ini berangkat dari kisah peristiwa Ratu Adil. Bukan fenomena baru sebenarnya, bahkan di dunia ada gerakan milenarianisme, yang muncul setiap waktu tertentu. Gerakan ini menawarkan jalan keluar bagi kebuntuan zaman.
Gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) adalah Milisi dan tentara swasta pro-belanda yang didirikan pada masa Rovolusi nasional indonesia Milisi ini didirikan pada masa revolusi nasional indonesia oleh mantan kapten DST KNIL Raymond westerling setelah demobilisasinya dari kesatuan Depot speciale toepen (depot KNIL) pada tanggal 09 januari 1949 Nama milisi ini berasal dari bagian dari kitab ramalan Jawa kuno yang meramalkan kedatangan seorang ratu adil yang merupakan keturunan turki. Karena mempunyai warisan darah campuran Turki, Westerling memandang dirinya sebagai sang "Ratu Adil" yang diramalkan akan membebaskan rakyat Indonesia dari "tirani".
Gerakan mileniarianisme internasional adalah terjadinya penembakan dua masjid di New Zealand penggamat teroris al-chaidar menyebut pelaku penembakan dua masjid di new zealand brenton tarrant kemungkinnan adalah penganut aliran kristen yang terlihat bukan trinitas.al chaidar menyebun kelompok jehoyah.yaitu kelompok yanga sangat besar dan di perkirakan ada 8 juta orang pengikut di seluruh dunia juga merupakan sebuah gerakan milenarian.
Sementara di indonesiapun sama gerakan-gerakan milenarian itu bermunculan dari tahun ke tahun dan kebanyakan dalam praktiknya melakukan penistaan agama sehingga menimbulkan keresahan dj masyarakat terutama bagi umat islam. Gerakan tersebut diantaranya

1. KERAJAAN LIA EDEN

Lia Aminudin atau dikenal sebagai Lia Eden sempat menggemparkan masyarakat karena mengaku sebagai penyebar wahyu Tuhan dan reinkarnasi Bunda Maria.
Paham Lia Eden ini mampu menjaring sekitar 100 penganut pada awal pendiriannya yang terdiri dari cendekiawan, artis, dan pelajar. Pada Desember 1997, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulan ini.
Pimpinan sekte Kerajaan Tuhan Eden telah dua kali mendapat vonis hukuman penjara pada 2006 dan 2009 akibat kasus penistaan agama. Namun, hal itu tidak membuatnya jera.
Pada Mei 2015, dia membuat sejumlah pernyataan mengejutkan. Salah satunya soal kedatangan UFO. Dia sempat meminta izin kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, untuk mendaratkan UFO itu di Monas.
Perempuan yang mengaku Rasul Lia Eden ini juga mengingatkan tentang akhir zaman yang terjadi pada akhir Mei 2015. Disebutkan, UFO yang rencananya didaratkan di Monas itu, akan membawa Eden dan pengikutnya ke surga.
Surat yang sama juga dikirimkannya ke pejabat KPK serta Polri. Dia mengkritik kesesatan yang masih terjadi di negeri ini.
Menurut versi Lia Eden, Indonesia seharusnya bisa selamat asal menjadikan BJ Habibie sebagai Presiden. Lia Eden menyebut Habibie adalah sosok Presiden yang jauh dari kemusyrikan dan tak pernah bersekutu dengan Nyi Roro Kidul.
“Dia (Habibie) adalah reinkarnasi Gajah Mada yang punya Sumpah Palapa. Karena itu, sesungguhnya Indonesia bisa selamat kalau dia yang menjadi presiden pada waktu itu. Tapi sayangnya, kolaborasi politik kotor telah menurunkannya,” tulis Lia Eden.

2. SEKTE SATRIA PININGIT WETENG BUWONO

Sekte Satrio Piningit Weteng Buwono ini didirikan oleh Agus Imam Solihin. Dia mengaku sebagai Tuhan sejak 2005-2006. Sekte ini dianggap sesat dan melanggar perintah agama Islam.
Dikutip dari Kapanlagi.com, Agus yang mengaku sebagai Imam Mahdi mengajarkan kepada pengikutnya untuk meninggalkan salat, puasa, dan menjalankan hubungan seksual bersama pasangannya secara bersama-sama pengikut lainnya dalam satu ruangan.
Dia juga mengklaim sebagai keturunan Presiden pertama RI Sukarno.
Sebelumnya, Agus mendirikan padepokan di Permunas III Bekasi Timur yang akhirnya diusir oleh warga dan akhirnya pindah ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dianggap meresahkan dengan ajarannya yang menyimpang, Agus pun ditangkap, namun sempat melarikan diri. Agus pun menyerahkan diri dan dia diadili dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan.

3. GERAKAN FAJAR NUSANTARA (GAFATAR)

Pada 14 Januari 2016, Bareskrim Polri menerima laporan tentang adanya aliran sesat pimpinan Ahmad Musadeq. Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) namanya.
Musadeq‎ mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
Kelompok ini mengklaim memiliki 50 ribu anggota. Puluhan ribu anggota itu tersebar di 12 wilayah negara Karunia Tuhan Semesta Alam Nusantara yang dibentuk oleh ketua umumnya, Mahful Muis Tumanurung.
“Anggotanya cukup banyak, 40 sampai 50 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Kasubdit I (Keamanan Negara dan Separatis) AKBP Satria Hady Permana di kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 30 Mei 2016.
Satria menuturkan, setiap anggota diminta menyetorkan uang dengan modus untuk kegiatan sosial Gafatar. Uang tersebut kemudian dikumpulkan pada bendahara dari tingkat RT, RW, kecamatan, daerah, sampai tingkat nasional.
Gafatar menjadi organisasi yang dicap ilegal karena tak terdaftar di pemerintahan, dan tak mempunyai surat keterangan terdaftar sebagai organisasi yang sah. Apalagi banyak warga dilaporkan hilang karena ikut Gafatar, sehingga keberadaan organisasi ini meresahkan masyarakat.
Ahmad Musadeq sendiri sebelum terlibat kasus Gafatar, pernah terjerat kasus aliran Al-Qiyadah al-Islamiyah pada 2006. Sebagai pendiri aliran, Ahmad Musadeq menyatakan diri sebagai nabi atau mesias.
Al-Qiyadah al-Islamiyah merupakan sebuah aliran kepercayaan yang melakukan sinkretisme ajaran dari Al-Qur’an, Injil, dan Yahudi, juga wahyu yang diakui turun kepada pemimpinnya.

4. KERAJAAN UBUR-UBUR

Selain itu sekte ini menggegerkan masyarakat beberapa hari ini. Bukan hanya namanya yang menggelitik, suami istri yang memimpin aliran sesat ini mengajarkan sejumlah hal yang menyimpang dari ajaran aslinya.
Kelompok ini memiliki belasan pengikut yang sudah diamankan Polres Serang untuk menghindari amukan massa. Polisi saat mendatangi rumah pendiri Kerajaan Ubur-ubur, Rudi dan Aisyah, menyita sejumlah bukti ajaran sesat itu. Salah satunya, struktur organisasi Kerajaan Ubur-ubur.
“Sementara kita hentikan kegiatan, belum diperlukannya tindakan pengamanan. Kita akan kaji lebih dalam bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI),” kata AKBP Komarudin, Kapolresta Serang, Senin, 13 Agustus 2018.

5. SUNDA EMPIRE

Dilansir Tirto, Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Bandung Sony, Sunda Empire ilegal karena tidak terdaftar. Namun, kata dia, hal itu sudah ditangani oleh Kodam III/Siliwangi sejak 2018.

“Dia bukan masuk ormas, dia tidak terdaftar sebagai ormas, makanya kita lagi telusuri, hampir sama kaya yang di Jawa Tengah,” kata Sony, di Bandung, Jumat (17/1), sebagaimana dikutip Antara News. Video tentang Sunda Empire sempat beredar di salah satu kanal YouTube yang diunggah oleh akun bernama Alliance Press International. Sejumlah konten mengenai Sunda Empire itu menyebar ke masyarakat melalui media sosial.

Salah satu video yang tersebar berisi tentang sejumlah orang yang mengenakan atribut seperti militer lengkap dengan topi baret. Salah satu dari mereka ada yang berorasi tentang masa pemerintahan negara-negara yang akan berakhir pada 2020. Keberadaan Sunda Empire itu dinilai sama seperti Keraton Agung Sejagat, karena mereka menggunakan seragam-seragam serupa seragam militer lengkap.
Sebenarnya kemunculan banyaknya gerakan yang mengklaim diri mereka bisa membawa perubahan adalah lagi-lagi karena masyarakat sudah sangat kecewa dengan sistem pemerintahan saat ini yang mengakibatkan kebuntuan berfikir di masyarakat hal itu adalah hasil buah busuk berlakunya system sekuler kapitalis yg gagal wujudkan sejahtera dan keadilan.

Banyak orang tertarik dan bergabung karena sedang alami  kebuntuan mencari jalan keluar persoalan, gampang tergiur tawaran tidak rasional yang dimanfaatkan oleh kalangan tertentu untuk mencari untung materi.

Sementara pemerintah tidak mengambil tindakan tegas dan antisipatif meskipun kasusnya berulang hingga meresahkan masyarakat dan sudah banyak korban kerugian harta.Ternyata fenomena sejenis jg terjadi di berbagai Negara, makin membuktikan bobrok dan cacat bawaan dari  system sekuler kapitalistik serta makin membuktikan pula bahwa diterapkannya sistem islam secara kaffah adalah solusi tuntas bagi permasalahan di penjuru negeri.wallahu a’lam.. [MO/ra]

Posting Komentar