Fatimmah Azzahra1453
(Muslimah Trenggalek, Member AMK)
Mediaoposisi.com- Moster Virus Corona-Corona Virus, kini menjadi masalah global dan dapat melumpuhkan Negara yang terjangkiti virus ini. Tidak ada kemungkinan ada Negara yang bebas dari virus satu ini selama sang pembawa virus masih beredar bebas di berbagai Negara. WHO pun mengumumkan situasi darurat global terkai virus corona ini. 
Hingga saat ini tercacat korban jiwa semakin bertambah di berbagai wilayah terutama di china asal virus corona ini muncul. CNN Indonesia- kesehatan nasional China  mencatat peningkatan yang tajam, saat ini mencapai 425 oarang meninggal di seluruh China. Penyebaran virus corona sehari di Hubei bertambah 2.345 dan total mencapai 3.235 kasus di seluruh China. Diseluruh dunia, 20/400 kasus wabah virus corona yang menyebar di 26 negara.
Indonesia
Indonesia salah satu Negara yang diduga kuat dapat terserang virus corona karena beberapa factor, antara lain dari kebijakan pemerintah yang belum tegas dalam menyikapi perihal virus mematikan ini dan jumlah penduduk cina ada di Indonesia sangatlah banyak, tak dipungkiri orang cina khususnya yang terdapat diwilayah wuhan adalah penyebab virus corona ini muncul.
Detikfinance merilis data jumlah TKA China dari kementerian ketenagakerjaan (Kemnaker) ada di Indonesia sebanyak 32.209 jiwa, data TKA china ini adalah data terbanyak dibandingkan dengan data TKA dari Negara lain. Berbagai Negara sudah mulai membatasi hubungan dengan chinakarena khawatir akan tertularnya virus yang mematikan ini ke negaranya.
Pemerintah Indonesia terhitung lamban dalam mengambil keputusan atas penyelesaian dan pencegahan virus corona mendapat kritikan dari banyak kalangan, tak terlepas kritikan dan masukan diberikan oleh  anggota komisi 1 DPR-Fadli Zon, beliau mengkritisi sikap pemerintah yang cenderung lamban dalam mengatasi virus corona,beliau menuturkan “Hingga rabu ini (29/1) misalnya, belum ada sedikitpun kebijakan yang bersifat menentukan terkait persoalan tersebut.
Padahal sudah ada enam Negara tetangga kita yang sudah terpapar virus corona, yaitu: kamboja, Vietnam, Thailand, Malaysia, singapura dan Australia, “ Ujarnya.Bidang keimigrasian juga belum mengambil sikap atas adanya virus corona ini untuk membatasi mobilisasi Negara cina ke Indonesia. Beliau juga menututkan “sebagai perbandingan, pemerintah Filipin, misalnya,sudah membatalkan kebijakan visa on arrival bagi turis cina sebagai bentuk antisipasi masuknya virus tersebut kenegaranya” Republika.com
Solusi evakuasi yang tak tuntas
CNN Indonesia-Presiden RI melalui juru bicara (Jubir) Fadjrole Rachman, Jum’at (31/1) memerintahkan panglimaTNI menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di China kota Wuhan, Provinsi Hubei. Ketakutan dan kecemasan Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan berkurang setelah mendengar keputusan Presiden RI melalui Jubir, bahwa akan ada evakuasi WNI ke Indonesia. Sebanyak 245 WNI yang berada di beberapa titik provinsi Hubei china akan di bawa pulang ke Indonesia, dipastikan dalam keadaan sehat.
Bersamaan dengan rencana mengevakuasi WNI beberapa orang yang bertugas menjemput WNI juga membawa peralatan kesehatan yang akan disumbangkan langsung ke Pemerintah china untuk membantu penanganan Virus corona, WNI yang akan di evakuasi selain dipastikan tidak terjangkit virus corna juga akan menjalankan pemeriksaan sekali lagi sesuai Protokol yang ada di Natuna (Galamedianews.com).
Di satu sisi WNI sedikit tenang setelah di evakuasi namun di sisi lain rakyat Natuna menjerit ketakutan akan tersebarnya virus corona kewilayah mereka pasalnya wilayah Natuna akan dijadikantempat observasi. Tak ayal  terdapat upaya penolakan kedatangan WNI dari china ke wilayah natuna oleh sejumlah masyarakat, orasi dan bakar ban menjadi gambaran penolakan keputusan presiden.
Untuk menjaga kestabilan situasi dan kondisi di Natuna, polisi dan TNI terus menjalin diskusi dengan masyarakat berkaitan masalah ini,  “ya itukan dinamika yang terjadi disana. Seluruh pemangku kempentingan disana. TNI –Polri sedang membangun dialog dengan warga masyarakatdi sana” ujar Kabid Humas Polda Kepulauan Riau Kombes Harry G. (Detiknews).
Presiden Jokowi menuturkan beberapa alasan memilih natuna sebagai tempat observasi, antara lain: natuna adalah wilayah yang paling siap untuk observasi, dari sesiapan TIM kesehatan tuturnya (3/2/2020) namun masyarakat terusmenolak adanya natuna sebagai tempat observasikarena merekakhawatir akan tertular virus yang sangat berbahaya ini. Selain itu juga pada masyarakat yang berdemo bukanmenolak mentah-mentah keputusan dari orang nomer 1 di Indonesia ini namun juga memberikan solusi dengan di pindahkan WNI yang akan diobservasi di natuna di pindahkan ke kapal perang yang ditempatkan dilepas pantai (detiknews). 
Virus corona memang menjadi trending topic dan menjadi isu global yang perlu diperhatikan secara serius, mengingat berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup matinya rakyat suatu Negara. Melihat permasalahan ini Indonesia tidak berpangku tangan begitu saja, namun cenderung terlihat lamban dalam mengambil sikap, di saat Negara lain membatalkan kebijakan visa on arrival bagi turis cina ataupun mengambil beberapa kebijakan lainnya yang intinya untuk pencegahan penyebaran virus corona.
Virus Corona adalah virus yang baru muncul dan mematikan, sejumlah korban sudah berjatuhan sehingga benarlah WHO menganggap virus Corona sebagai situasi darurat global, maka seharusnya Indonesia mengambil sikap tegas, cepat terhadap pencegahan, penularan dan pengobatan Virus corona secara serius bukan malah berlama-lama ria dalam mengambil sikap.
 Sekian lama menunggu kabar, baru Jum’at (31/1) Presiden RI melalui juru bicara (Jubir) Fadjrole Rachman memerintahkan panglimaTNI menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) dan ditempatkan di Natuna yang notabene banyak penduduknya.
Sontak keputusan tersebut disambut respon negative dari rakyat Natuna, demo dan bakar ban dilakukan oleh masyarakat Natuna menunjukan bukti protes atas petutusan ini. Masyarakat Natuna melakukan protes ini karena khawatir WNI yang baru dari China membawa virus Corona. Masyarakat Natuna bukan tak menginginkan WNI kembali ke Indonesia namun keputusan penempatan observasi diNatuna yang ditolak, dalam aksi tersebut rakyat natuna mengajukan kapal perang dilepas pantai.  
Sikap panutan kita
Wabah penyakit berbahaya seperti corna virus bukan hanya terjadi saat ini saja, namun sudah terjadi sejak lama. Pada zaman Rosululloh SAW pernah terjadi wabah penyakit yang gampang menular serupadengan virus Corona, yaitu penyakit kusta. Gambaran kepribadian seorang Rosululloh SAW sudah sering di dengar oleh banyak orang, salah satunya sifat yang beliau miliki adalah tegas dan cepat mengambil sikap tanpa menunggu lama. Ketika wabah ini menjangkiti suatu negri atau wilayah, Rosululloh SAW memperintahkan umatnya tidak mendekati orang yang terkena wabah itu.
Rosululloh SAW memperingatkan umatnya jangan mendekat ke wilayah yang sedang terkena wabah
Beliau bersabda “jika kamu mendengar wabah disuatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya.Tetapi jika wabah di tempatmu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu” (HR.Bukhari). Dalam waktu yang berbeda namun dalam situasi yang sama terjadi pada sahabat Umar, beliau ingin melakukan perjalanan ke syam dan sampai di wilayah Sargh umar mendapat kabar Syam sedang terjangkit wabah, sontak Abdurahman Bin Auf pun mengingatkan hadist Rosululloh SAW pada sahabat  Umar, dan takmenunggu lama beliaupun menghentikan perjalanannya seketika.
Itulah sikap yang harus dimiliki siapapun yang menjadi pemimpin, entah pemimpin tingkat rendah ataupun atas. Sikap yang harus di miliki seorang pemimpin adalah taat kepada Allah Ta’la, jika pun terkena musibah ia akan berusaha sebaik mungkin tanpa lupa menyertakan peran Allah ta’la dalam perihal ini. Wabah seperti v-Corona pernah terjadi di jaman Rosululloh SAW dan para sahabat, seharusnya ini dijadikan sebuah pelajaran, bagaimana cara penyikapan sebagai pemimpin dan bagaimana cara mengatasi permasalahan dengan hal yang sama.
Jika pun ingin mengambil kebijakan observasi WNI yang ada di wilayah penderita wabah ke Indonesia, maka harus di perhitungkan secara mendalam dan matang berkaitan tempat dan kesipan medis dll, bukan di observasikan di tengah masyarakat namun di observasikan di wilayah jauh dari pemukiman penduduk, misalnya bisa mengambil saran dari rakyat natuna yaitu WNI di observasikan ke Kapal perang di lepas pantai (jauh dari pemukiman warga). 
Semoga kita senantiasa terlindung dari mara bahaya yang dapat melemahkan kita secara fisik maupun psikis, tetaplah menjadi umat Rosululloh SAW yang senantiasa menjadikan beliau panutan dalam segala aspek. Selain itu tak lupa teriring doa kesembuhan kepada yang terkena virus corona atau sejenisnya segera Allah angkat seketika dan mereka segera bertobat kepada Allah Ta’ala. Aamiin.
Wallahu a’lam, wa maa taufiiqi illa billah. Wassalamualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh [MO/ra]

Posting Komentar