Oleh : Mira Susanti ( Aliansi Penulis Perempuan Untuk Generasi)

Mediaoposisi.com-Seorang wanita muslimah  haruslah menutup auratnya. Karena merupakan perintah dari Allah. Pakaian yang dapat menutupi seluruh auratnya yaitu   jilbab dan kerudung. Tapi, terkadang masih banyak wanita muslimah yang tidak menggunakan jilbabnya.

Dengan berbagai alasan klasik, mereka tak mau berhijab karena lebih memilih untuk menghijabi hati terlebih dahulu. Maka wajar pintu hidayah dari Allah sulit masuk karena mereka telah menutup hati dari kebenaran. Bahkan ada di  antara mereka yang pernah berjilbab namun mereka lepas alias bongkar pasang.

Dengan alasan kunolah, gerahlah,tuntutan  pekerjaanlah dan sebagainya.Memang tak bisa  dipungkiri karena  mereka dihadapkan pada pilihan hidup yang dilematis antara dunia ataukah aturan agama.

Tak sedikit yang merasa terpaksa, hingga akhirnya melakukan segala cara, yang penting dapat materi. Agar bisa hidup enaak, perut kenyang,tidur nyenyak, dan urusan dosa belakangan. Nanti tinggal tobat aja gampangkan. 

Seperti itulah kira-kira gambaran mereka yang tidak siap menghadapi  ujian harta. Dengan mudah menghukumi keadaan karena kata  terpaksa. Tak terkecuali mereka yang rela menjual harga dirinya, demi karier dan materi.

Dari Kaab bin Iyadh radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Setiap umat memiliki ujian. Dan ujian terbesar bagi umatku adalah harta, (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al-Albani).

Pada akhirnya rerdapat dua kubu yang saling bertentangan seperti yang terjadi saat ini. Satu kubu yang pro menganggap jilbab sebagai suatu kewajiban bagi seorang Muslimah. Di sisi lain,  kelompok kontra yang mendukung gerakan No Hijab Day. Menganggap jilbab sebagai bagian dari trend budaya  atau fashion semata. Bahkan, ada juga yang beranggapan jilbab dapat mengurangi profesionalitas seorang wanita dalam kariernya.

Sungguh sangat memprihatinkan perubahan tuntutan style busana pada wanita saat ini . Dimana busana bukan lagi untuk menutup tubuh indahnya melainkan semakin mempertontonkan aurat yang harusnya terjaga. 

Maka wajar terjadinya peningkatan tindak kriminal pada wanita sebagaimana berita yang sering kita lihat dan dengar di media masa. Maraknya perselingkuhan, gonta ganti pasangan, pemerkosaan dibawah umur, pelecehan seksual, aksi mesum remaja hingga oknum pejabat menjadi berita aktual yang tak pernah putus.

Hijab (Jilbab Dan Kerudung) adalah Kehormatan Wanita. Allah SWT telah mewajibkan wanita muslimah untuk berjilbab. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjunjung tinggi kedudukan dan martabat wanita itu sendiri . Allah SWT berfirman:

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu, dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, (QS. Al-Ahzab: 59).

Karena Allah SWT  Dzat yang Maha tahu karakter manusia. Allah tahu bagaimana kecenderungan lelaki fasik terhadap seorang  wanita. Mereka bahkan memiliki keinginan  untuk mengganggu wanita yang mereka nilai kurang terhormat. Namun adakalanya rasa itu akan hilang, ketika melihat wanita yang ada di hadapannya mengenakan jilbab dan menjaga kehormatan. 

Dan itulah wujud dari kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Karena itulah, Allah akhiri ayat ini dengan menyebutkan dua nama-Nya yang mulia: Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Dalam ayat yang lain Allah berfirman:
 Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) mereka. (QS. An Nur: 31)
Inilah perintah yang menjadi identitas seorang Muslimah untuk selalu mengenakan jilbab dan kerudung di manapun dirinya berada. 

Dari ayat tersebut tersirat sebuah tujuan mulia yakni menjaga martabat seorang wanita dari kenistaan laki-laki asing yang bukan mahramnya. Sebagaimana yang terjadi di era liberal seperti sekarang ini. Wanita yang taat pada rabbnya akan menggunakan jilbab ketika dirinya berinteraksi dengan siapapun dan di manapun, kecuali kepada kerabat keluarganya (Mahramnya). 

Karena ia memahami bahwa Jilbab  merupakan pelindung seorang wanita baik di dunia maupun di akhirat kelak. Selain itu, aturan berjilbab merupakan bukti bahwa Islam sangat melarang adanya eksploitasi keindahan tubuh yang telah Allah anugerahkan pada diri setiap wanita.

Sungguh mulia para wanita yang hingga detik ini masih dengan bangga menutup aurat dengan cara berjilbab dan tetap istiqomah memakainya dalam keadaan apapun. Karena ia menyadari betul bahwa jilbab bukan hanya sekedar tuntutan duniawi semata. Tapi jilbab adalah tutunan surgawi dari Allah SWT. Walaupun berat ia tetap taat pada syariat demi meraih predikat terbaik di Akhirat kelak.[MO/s]

Posting Komentar