Oleh : Ir.Farida Ummu Alifia – Tangerang Selatan

Mediaoposisi.com-Gegernya dunia hingga hari ini  gegara wabah virus corona yang mematikan dan belum ditemukan obat anti virusnya, sehingga membuat resah dan ketakutan diseluruh dunia tak terkecuali Indonesia yang sudah mengantisipasi penyebaran virus Corana ini melalui pencekalan dan pengawasan masknya turis atau WNI dari Tiongkok Cina atau Negara-negara yang beriko tinggi tertular virus Corona ini.

Walau  WHO belum menetapkan wabah virus Corona sebagai ancaman kesehatan dunia walaupun penyebaran virus yang menginfeksi saluran napas dari China ini berdampak pada negara lain, seperti   Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Taiwan, dan Singapura. namun     WHO akan mempertimbangkan kembali deklarasi ancaman ini, jika ditemukan lebih banyak bukti virus corona Wuhan mengancam kesehatan dunia.

Bahkan pemerintah China mengambil kebijakan baru dengan menggunakan obat HIV untuk pasien terpapar virus corona baru ini, dengan alasan   untuk penanganan sementara pasien yang terinfeksi virus corona tersebut.  Virus asal Wuhan, Provinsi Hubei itu terus memakan korban, bahkan terlihat korban bergelimpangan dijalan raya, menyeramkan seakan mendapat serangan dari zombi seperti di film yang pernah kita saksikan. Hingga hari ini  sudah menewaskan lebih dari 106 orang   dan  4.275 orang telah terinfeksi virus ini   di berbagai wilayah China (28/1/2020,Detiknews).

Otoritas China telah mengisolasi dua kota besar di sebuah provinsi yang menjadi pusat wabah virus mematikan ini. Kota Wuhan telah   isolasi, kereta dan pesawat dilarang meninggalkan Wuhan sejak Kamis (23/1). Pemerintah setempat memberlakukan karantina massal pada 41 juta penduduk yang tersebut di 13 kota.  Warga di Wuhan, kota pelabuhan besar di provinsi Hubei dengan populasi sekitar 11 juta jiwa itu diperintahkan untuk tidak meninggalkan kota tersebut tanpa alasan khusus.  

Otoritas Jingzhou, Huangshi juga menutup rute transportasi publik. Kota-kota lain yang masuk dalam daftar larangan transportasi mencakup Xiantao, Chibi, Ezhou, Huanggang dan Lichuan juga memberlakukan pembatasan transportasi umum.  
Dengan penutupan ini, pesawat dan kereta api dilarang meninggalkan kedua kota tersebut dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak hanya itu, semua gedung bioskop, pasar pusat dan warnet akan ditutup.  
Ini menambah panjang daftar kota-kota yang menerapkan pembatasan bepergian sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran wabah virus corona baru.
Virus mematikan ini menyebabkan China bak kota mati. Orang- orang tidak berani keluar rumah walau sudah  menggunakan masker, namun serangan virus Corona ini bak Zhombi yang mematikan jika tertular atau ada kontak dari hewan atau manusia yang sudah terinfeksi virus ini.
Jika dilihat dari berapa besar kerugian akibat virus ini, tentunya tidak bisa dinilai dengan materi karena telah menelan korban, berbagai akses masuk diberbagai negara terhambat,    perdagangan terhambat karena terhalang trasnportasi juga bisnis traveling harus ditunda.
Kemunculan virus corona baru yang diberi nama 2019-nCoV ini pertama kali terdeteksi pada akhir Desember 2019 lalu di kota Wuhan. Koronavirus adalah virus dari familia Coronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia. Struktur tubuh virus ini terdiri dari membran, selubung lipid bilayer, glikoprotein yang menyerupai paku, genom RNA positif, dan protein nukleokapsid. Wikipedia Spesies perwakilanMERS-CoVVirus korona SARSlainnya. Sejak saat itu virus terus menyebar bahkan kasusnya kini telah dikonfirmasi muncul di beberapa negara.
China memang diketahui beberapa kali menjadi daerah tempat kemunculan berbagai virus baru penyebab penyakit antara lain flu burung, virus severe acute respiratory syndrome (SARS), dan yang terbaru 2019-nCoV. Lalu berbagai  pertanyaan muncul,    mengapa sepertinya China menjadi  hot spot  virus baru?
Ada beberapa pendapat para ahli tentang penyebaran virus Corona ini hingga   kecurigaan kepada Negara China yang sengaja membuat virus Corona sebagai senjata biologis.

Pertama: Vaksinolog lulusan University of Siena, dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD, menjelaskan kemungkinan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.   Penyakit-penyakit ini berasal dari binatang yang ditransmisikan ke manusia disebut zoonotic disease, (detikcom).
Adanya  interaksi antara manusia dengan hewan yang tidak aman di pasar binatang  secara sangat bebas   bercampur dengan segala macam hewan hidup dan mati diperjual belikan dan kondisnya  tidak bersih.  Selain itu China juga memiliki populasi penduduk tinggi. Artinya ketika virus dari hewan bermutasi bisa menjangkit manusia, penyakit akan mudah menular karena populasi penduduk yang padat dan mobilitas tinggi.
Kedua :  Virus corona adalah virus buatan China  yang  sengaja dipersiapkan sebagai senjata biologis, apa dasarnya ? Virus Corona sama dengan virus SARS dan bukan secara kebetulan 87 % sama dengan virus SARS Amerika. Ilmuwan Rusia dan anggota RAMN Sergey Kolesnikov, setelah meneliti virus mengatakan bahwa itu dibuat di laboratorium. SARS adalah campuran buatan dari virus campak dan gondong, suatu kombinasi yang tidak mungkin terdeteksi di alam. Dokter terhormat dari Federasi Rusia, Kepala Departemen Epidemiologi Nikolai Filatov juga mengkonfirmasi ketidakmungkinan asal alami virus SARS. (26/1/2020,Nusantaratv.com)

Ketiga : Kota Wuhan adalah rumah bagi BIO LAKE, pangkalan industri terbesar untuk bio-inovasi dan produksi obat eksperimental.  Perusahaan perusahaan  Bio Farmacy Wuhan yang berjumlah 500 pabrik dengan 8 pabrik terbesar inilah yang membuat penduduk kota Wuhan dituduh membocorkan senjata biologis dan menginfeksi penduduk.  Walaupun    ilmuwan  Dr Richard Ebright ahli mikrobiologi Rutgers University membantah adanya kebocoran virus di laboratorium Bio Lake, karena tujuan laboratorium didirikan  dengan harapan China dapat berkontribusi  dalam penelitian virus-virus paling berbahaya di dunia (25/1/2020, INDOPOLITIKA.COM)

Kempat : Pada saat laboratorium ini didirikan  di Kota Wuhan pada dua tahun yang lalu,  dimana kota tersebut tempat wabah virus corona ditemukan pertama kali, para ilmuwan telah memprediksi bakal terjadi hal demikian. Ditambah lagi adanya  kekhawatiran dari  Konsultan Biosafety Maryland yang menghkawatirkan   keamanan institute  ini   karena budaya China,  dimana setiap orang merasa bebas untuk berbicara dan berprinsip keterbukaan informasi menjadikan bagian yang penting.

Kelima: Budaya masyarakat Wuhan yang suka akan kuliner ekstrem (masyarakat yang suka mengonsumsi kelelawar, kalajengking, kecoa, ular, monyet, anjing, babi, dan ragam binatang liar lainnya), maka anda adalah   apa yang anda makan  (you are what you eat) memberi kesan kuat halalnya segala cara untuk memenuhi hasrat material manusia. Konstruksi ini mengukuhkan dugaan bahwa laboratorium di Wuhan adalah bagian dari senjata kimia China yang bocor karena rendahnya kualitas disiplin kesehatan dan keselamatan lingkungan (health, safety, and enviromentals) China.

Dengan wabah baru virus Corona ini, maka  ada kecurigaan dunia akan mengarah kepada   China sendiri yang sengaja membuat   virus   tersebut sebagai bentuk intervensi   dan mengembangkan senjata biologisnya untuk  menanggapi agresi AS.  Lalu  Siapa yang menyebarkan Virus Corona di Wuhan?, disengaja atau karena kecocoran laboratorium? Lalu  apa target utama China terhadap virus corona ini?

Laboratorium di Wuhan ini menurut berbagai kalangan menjadi bukti bahwa China sedang mengakumulasi segenap kekuatannya. Dalam lingkup USA versus China, masyarakat dunia diajak masuk dalam perang dagang dan perang teknologi informasi (Huawei 5G). 

Padahal China sudah memulainya dengan perang dagang pada 2004, perang nilai tukar sejak China dan sekutunya bermaksud menyingkirkan penggunaan dolar AS pada 2015, strategi meminimalkan peran Bank Dunia dan Asean Development Bank dan menggantinya dengan New Development Bank dan Asean Infrastructure Investmet Bank, dan perang uang digitial (digital currency) termasuk perang penggunaan Electric Vehicle.(Suara Surabaya 28/1/2020)

Juga adanya ambisi Presiden China Xi Jinping ingin membawa Tiongkok menjadi negara dengan perekonomian paling maju di dunia pada tahun 2050. Namun semakin berat, karena  terganjal perang dagang yang dikobarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. lommberg mencatat visi besar Xi tersebut tampaknya lebih aspiratif dari hari ke hari ketika tekanan dari Trump telah membuat laju ekonomi China senilai US$ 14 triliun semakin berat. (12/8/2019, KONTAN.CO.ID). 

Juga dalam Financial Times pada 27 Mei 2019 pernah menurunkan suatu tulisan, bahwa tujuan China pada 2049 menjadi global superpower dalam peringatan 100 tahun RRC, tidak akan tercapai. Soalnya bukan akan atau tidak akan tercapai. Dalam peradaban yang China tumbuh kembangkan, China akan terus berupaya tanpa henti untuk meraih cita-citanya.

Pendaratan angkasa luar China di bulan dalam posisi terjauh dan   disergapnya drone AS oleh China di Laut China Selatan yang sedang melakukan kegiatan intelegen tanpa awak, dan kuatnya kepercayaan diri China karena ketergantungan Barat pada mineral rare earth (bahan penting untuk industri teknologi, militer, dan lainnya),   menunjukkan China mempunyai kekuatan perlawanan atas tekanan Presiden AS ke 45 Donald Trump. 

Hampir 80 persen kebutuhan mineral rare earth AS didatangkan dari China. Ini yang membuat Xi Jinping tampil percaya diri. Xi bahkan berani mengatakan bahwa China mempunyai tongkat penggebuk yang besar, dan tak suatu negara pun yang mampu menghalangi tujuan China menjadi negara adidaya di panggung global (global superpower). (Suara Surabaya 28/1/2020)

Wallahua'lambishshawab.[Mo.db]

Posting Komentar