Oleh: Rina Fauziah S.Pt
(Pemerhati Remaja dan Member Komunitas Pena Langit)


Mediaoposisi.com-Tampan, Kaya dan Pintar, perempuan mana sih yang tidak akan tertarik dengan pria seperti itu? Namun apa yang akan teman-teman rasakan jika ternyata si pria tampan, kaya dan pintar itu justru suka dengan sesama jenisnya? Rasa jijik mungkin akan segera menghantui diri kita dan membuang jauh-jauh pria tersebut dari benak kita bukan.

Baru-baru ini kasus pemerkosaan terhadap pria di Manchester, Inggris kini tengah viral. Tak disangka pula pelakunya adalah seorang warga negara Indonesia. Pelaku bernama Reynhard Sinaga. Reynhard Sinaga merupakan pria berusia 36 tahun. Diketahui Raynhard  tengah melanjutkan study di University of Leeds untuk gelar PhD dalam studi Human Geography. Ia memiliki keluarga yang cukup terpandang di Indonesia. ayahnya merupakan pengusaha taipan properti dan pengusaha 

Kasusnya bermula dari sejak tahun 2015 silam. Polisi menduga aksi Reynhard berlangsung lebih dari 10 tahun, tetapi Reynhard dihukum karena 159 pelanggaran yang dilakukan dari Januari 2015 hingga Mei 2017 (Tempo.co). Ia melakukan aksinya dengan mendatangi klub-klub malam dan mengincar pria-pria muda disekitaran jalanan klub di Manchester lalu melancarkan aksinya di kamar apartementnya.

Dilansir dari liputan6.com, Reynhard Sinaga resmi dihukum seumur hidup oleh pengadilan Manchester, Inggris karena terbukti bersalah atas 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria di Inggris. Bahkan yang lebih parah atas perbuatan bejatnya  ialah Reynhard justru menyatakan bahwa dirinya tidak merasa bersalah sebab yang ia lakukan berdasarkan suka sama suka. Na’udzubillah

Kejahatan seksual tahun demi tahun masih saja menjadi momok menakutkan bagi semua insan. Dulu kita mengenal istilah pemerkosaan pada objek wanita sebagai korban namun dengan kemajuan zaman istilah ini kini telah bergeser, kita dapati istilah ini dapat juga dinamai pemerkosaan kepada para pria yang sebenarnya adalah sodomi. 

Sungguh aneh memang bila kita memahami masalah ini. bagaimana tidak kini para pria yang dikenal sebagai makhluk kuat dan pelindung wanita justru kini mereka lemah dan tak terberdaya untuk melindungi dirinya sendiri dari serangan predator seksual.

Tak bisa dipungkiri kehidupan liberal dan sekuler telah mendarah daging di dalam jiwa manusia yang ada di bumi, termasuk kehidupan gemerlap bebas di Inggris. Tak mengherankan penyimpangan seks seperti Raynhard Sinaga terjadi dengan korban yang sangat banyak. 

Tak perlu heran dengan kasus Sinaga, sebelumnya kasus gay yang berujung pada pembunuhan berantai pun juga pernah terjadi di Indonesia. masih ingat dengan kasus Ryan? Pria asal Jombang yang dikenal sebagai jagal Jombang. Ngeri ya mendengar kasus keduanya, tak habis pikir keduanya berani mereka lakukan perbuatan keji tersebut.

 Inilah buah gambaran penerapan sistem sekuler yang diagung-agungkan oleh barat. Bahkan Raynhard Sinaga yang berlatar belakang sebagai intelektual pun tak bisa memungkiri untuk melakukan perilaku menjijikan tersebut. inilah dampak sekulerisme yang memiliki prinsip bahwa agama harus dipisahkan dari kehidupan. 

Agama hanya digunakan untuk masalah ibadah saja, tak lebih dari itu. Sementara pengaturan kehidupan bermasyarakat menggunakan aturan yang berasal dari akal pikiran manusia yang sesungguhnya sangatlah dangkal dan tak sempurna.

Maka hari ini yang terjadi pada masyarakat kita ialah kebebasan yang kebablasan. Kerusakan kebebasan ini nyata dirasakan kepada kita dengan mencuaknya kasus Raynhard Sinaga bahkan mungkin masih banyak kasus serupa yang lebih parah lagi. Sesungguhnya manusia tak akan pernah mulia hidup di dalam naungan sistem sekuler ala kapitalisme. 

Akal pikiran manusia telah menyombongkan diri untuk dapat mengurus dirinya sendiri. Padahal Allah Swt telah berfirman, “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan  (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”. (QS. Al Maidah: 50)

Islam telah memberikan penjelasan 14 abad yang lalu terkait kasus sodomi. Islam sendiri memberikan pencegahan dan penebus dosa terkait pelarang-pelarangan yang dijelaskan di dalam Al Qur’an dan As sunnah. Kasus sodomi sendiri pada faktanya merupakan masalah kejiwaan seseorang terkait penyaluran syahwat dimana kecondongan untuk mentrasnfer justru pada sesama jenisnya. 

Hal tersebut terjadi sebab negara membebaskan sebebas bebasnya warga negaranya dalam bertingkah laku, disisi lain aurat dan naluri berkasih sayang ditonjolkan dengan mudah di negara yang menerapkan sistem sekuler melalui tayangan film,  media masa, kehidupan sehari-hari dan gaya hidup mereka. Pacaran, kumpul kebo, bahkan LGBT pun menjadi pemandangan yang biasa.

Namun berbeda dengan islam, individu negara islam tentunya akan diberikan lingkungan yang kondusif dimana rakyat ditanamkan pada diri mereka bahwa setiap aktivitasnya akan dimintai pertanggungjawabanNya. Masyarakat pun memiliki kontrol dalam dakwah dan negara pun akan bertindak tegas terhadap pelanggaran yang nantinya akan dihukumi dengan syariah islam.

Dalam islam, seorang pelaku liwath akan disanksi tegas yakni dibakar atau dijatuhkan diatas daratan yang lebih tinggi. Rasululah bersabdah, “Siapa menjumpai orang yang melakukan perbuatan homo seperti kelakuan kaum Luth maka bunuhlah pelaku dan objeknya!” (HR. Ahmad 2784, Abu Daud 4462, dan disahihkan al-Albani).

Kedua sanksi tersebut juga telah diterapkan dan dicontohkan pada masa Abu Bakar dan Umar bin khaththab. Sehingga membuat orang-orang yang menghadiri prosesi penghukuman akan merasa takut dan tidak akan melakukannya. 

Peristiwa ini akan memberikan pelajaran kepada semua insan bahwa sesunggunya perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang hina dina jika dilakukan oleh manusia yang telah diberikan akal pikiran oleh sang Pencipta. Hukuman yang sangat tegas dan berat ini diterapkan oleh negara islam yang nanti akan memberikan efek jerah kepada si pelaku.

Pelaksana penerapan islam ini jelas sekali menggambarkan kepada kita bahwa islam memberikan perlindungan jiwa dan kehormatan manusia yang tak pernah dirasakan oleh diri kita saat masih diterapkannya sistem kufur sekuler melainkan hanya dengan adanya sistem islam. Waallahu’alam[MO/ia]

Posting Komentar