Oleh: Sherly Agustina M.Ag

Mediaoposisi.com-Dunia dicengangkan dengan berita heboh, mengenai salah satu virus yang mematikan bernama  Corona. Korban meninggal dunia akibat imbas dari teror virus corona terus bertambah. Kini, korban meninggal sudah mencapai 56 orang. Seperti yang dilansir dari Associated Press (AP) virus baru ini mempercepat penyebarannya di China dengan total korban meninggal 56 orang. Pemerintah China menyebut situasi ini begitu genting dan membatasi semua perjalanan.

Angka-angka yang dilaporkan Minggu pagi ini menandai peningkatan 15 kematian dan 688 kasus dengan total 1.975 infeksi virus. Pemerintah juga melaporkan lima kasus di Hong Kong, dua di Makau dan tiga di Taiwan. Sejumlah kecil kasus juga telah ditemukan di Thailand, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Vietnam, Singapura, Malaysia, Nepal, Prancis dan Australia. Kanada mengatakan menemukan kasus pertamanya, pria berusia 50-an yang baru-baru ini terbang dari Wuhan ke Guangzhou, Cina, dan kemudian ke Toronto. (detikNews, 26/01/20)

Dari mana munculnya virus Corona? Terkait munculnya para ahli masih melakukan penelitian. Dilansir oleh Tempo.co, Pasar Makanan Laut Huanan diawasi setelah para pejabat Cina mengatakan virus Corona berasal dari satwa liar yang dijual secara ilegal. Pasar tradisional makanan laut Huanan yang terletak di pusat Kota Wuhan kini berada dalam pengawasan setelah virus Corona mematikan menyebar luas dari kota ini. Kota ini telah diisolasi dalam upaya mencegah penyebaran lebih lanjut virus corona.

Daftar hewan liar yang dijual di pasar ini termasuk rubah hidup, buaya, anak serigala, salamander, ular, tikus, burung merak, landak, kelelawar, koala, dan daging buruan lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa virus Wuhan ditularkan ke manusia dari ular. Tetapi penasihat medis pemerintah, Zhong Nanshan, juga mengidentifikasi luak dan tikus sebagai sumber yang memungkinkan. Hal ini diketahui bahwa beberapa penderita awal virus Corona adalah karyawan pasar Wuhan. (24/01/20)

Namun ada sumber lain yang mengatakan bahwa, Epidemi virus Corona yang mematikan dan menyebar secara global, diduga berasal dari laboratorium Wuhan. Seorang ahli perang biologis Israel mengatakan laboratorium Wuhan tersebut terkait dengan program senjata biologi rahasia China.

Radio Free Asia telah menyiarkan ulang laporan televisi lokal Wuhan pada 2015 yang menunjukkan laboratorium penelitian virus paling maju di China yang dikenal dengan Wuhan Institute of Virology.

Diketahui Wuhan memiliki dua laboratorium yang terhubung dengan program bio-warfare. Dany Shoham, mantan perwira intelijen militer Israel yang telah mempelajari perang bio Cina, mengatakan bahwa institut ini terkait dengan program senjata biologi rahasia Beijing.

“Laboratorium tertentu di institut ini mungkin telah terlibat, dalam hal penelitian dan pengembangan, dalam [senjata biologis] China, setidaknya secara jaminan, namun bukan sebagai fasilitas utama,” Shoham mengatakan kepada The Washington Times, Jumat (24/1).

Shoham menyebut, pengerjaan senjata biologis dilakukan sebagai bagian dari penelitian sipil-militer ganda dan sangat rahasia. Shoham adalah seorang doktor dalam bidang mikrobiologi medis. Dia adalah analis senior intelijen militer Israel untuk perang biologi dan kimia di Timur Tengah dan di seluruh dunia, dengan pangkat letnan kolonel. (SuaraIsam.id, 25/01/20)

Cina sebagai sebuah negara ideologi pasti mengemban suatu ideologi. Dan Ideologi yang ada di dunia adalah Islam, kapitalisme dan sosialisme. Saat ini memang yang berkuasa adalah kapitalisme, sosialisme sudah hancur sejak runtuhnya tembok Berlin di Jerman tahun 1990. Namun Cina, sebagai negara yang pernah mengemban ideologi sosialis ingin kembali bangkit menguasai dunia dan  menjadi rival kapitalisme.

Maka bukan hal yang mustahil bagi sebuah negara ideologi memiliki senjata pemusnah massal atau senjata biologis, yang disimpan dan suatu saat akan mereka butuhkan untuk menghantam ideologi lain demi kepentingannya menguasai dunia ini. Termasuk menghantam Islam, karena musuh Islam menyadari bahwa suatu saat nanti umat Islam akan kembali bangkit menguasai dunia.
Musuh-musuh Islam memiliki makar, tapi Allah sebaik-baik pembuat makar. Sebagaimana firmanNya:

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. (Q.S. Ali Imron: 54)


Maka yang menjadi fokus umat Islam saat ini adalah, berhati-hati agar tidak terkena virus Corona. Tetap berdakwah dan berjuang menjemput janji Allah Swt. Demi tegaknya aturan Allah Swt di muka bumi secara kaafah. Sehingga umat Islam terjaga dari gangguan apapun di dalam naungan sistem Islam, yaitu khilafah.

Allahu A'lam bi Ash Shawab. [MO/s]

Posting Komentar