Oleh : Mira Susanti 
(Aliansi Penulis Perempuan Untuk Generasi)

Mediaoposisi.com-Monster kecil itu bernama corona virus yang membuat geger warga dunia. Karena kemampuan menyebarnya sangat cepat. Bahkan menyebabkan kematian pada banyak orang di beberapa negara dunia, utamanya di China. Pertama kali muncul dari daerah Wuhan yang telah memakan korban jiwa sebanyak 41 orang dan menjangkiti lebih dari 1400 orang sejak pertama kali muncul akhir tahun lalu.

Tercatat telah menyebar  ke beberapa wilayah otonomi seperti Hong Kong dan Makau, tapi juga ke beberapa negara sejauh ini. Termasuk Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), Singapura hingga Thailand.

Virus corona ini diduga  berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Makanan Laut Huanan (Huanan Seafood Market) yang terletak di pusat kota Wuhan. Menjual  berbagai jenis makanan unik. Mulai dari anak serigala, rubah hidup, buaya, salamander raksasa, ular, tikus, burung merak, landak, daging unta hingga musang. Berbagai binatang yang dijual di pasar itu merupakan spesies yang terkait dengan pandemi sebelumnya, yakni Server Acute Resporatory Syndrome (SARS). Muncul dugaan virus mematikan ini disebarkan oleh sup kelelawar, sebuah makanan populer di Wuhan.

Laman WHO mengelompokkan virus korona (CoV) sebagai virus berbahaya yang mengakibatkan pengidapnya terkena demam dan flu hingga sakit akut seperti MERS (Middle East Respiratory Syndrome) atau SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). MERS sendiri adalah penyakit pernafasan parah yang awalnya ditemukan di Timur Tengah, sedangkan SARS adalah sindrom pernafasan akut.

Keduanya bermula dari infeksi virus korona. Virus korona yang ditemukan Cina baru-baru ini, menurut catatan WHO sebelumnya belum pernah teridentifikasi menjangkiti manusia. Akan tetapi kini virus ini sudah menyebar ke manusia.

Tanpa kita sadari betapa mengerikannya penyebaran virus ini. Bahkan ia dapat mengancam siapapun juga tanpa pandang wilayah. Hal ini di dasari oleh sistem  kehidupan yang serba bebas (liberal) . Bebas melakukan apa saja termasuk urusan makanan. 

Tanpa melihat dari sisi  ke halalannya  dan  keharamnya. Selama itu bisa dimakan dan dinikmati . Karena inilah prinsip hidup yang dijalani  para kaum liberal. Jelaslah bahwa wabah virus ini menjadi suatu dampak yang lahir dari perbuatan manusia itu sendiri.

Kendati demikian WHO tetap tidak merekomendasikan pelarangan perjalanan jika suatu wilayah sudah terinfeksi virus korona, misalnya Kota Wuhan di Cina ini. WHO tetap membolehkan orang-orang Kota Wuhan bepergian, namun yang patut diperhatikan adalah persiapan negara-negara di seluruh dunia.memperketat layanan kesehatannya. Apakah ini menjamin tentu saja tidak. Karena negara china sendiri mereka juga kewalahan menghadapi  korban yang terus berjatuhan.

Lalu apa yang mesti kita lakukan agar penyebaran virus ini tidak menjangkit diseluruh negara di dunia?. Apakah wabah penyakit seperti ini merupakan hal yang pertama terjadi?. Jawabannya tentu saja tidak. Jauh sebelum china  wabah atau penyakit menular, sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Pada masa itu, wabah yang cukup dikenal adalah pes dan lepra. Nabi pun  melarang umatnya untuk memasuki daerah yang terkena wabah, apakah itu pes, lepra, maupun penyakit menular lain.

Rasulullah bersabda, "Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kelian meninggalkan tempat itu," (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ini merupakan metode karantina yang telah diperintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mencegah wabah tersebut menjalar ke negara-negara lain. Untuk memastikan perintah tersebut dilaksanakan, Nabi Muhammad mendirikan tembok di sekitar daerah yang terjangkit wabah dan menjanjikan bahwa mereka yang bersabar dan tinggal akan mendapatkan pahala sebagai mujahid di jalan Allah, sedangkan mereka yang melarikan diri dari daerah tersebut diancam malapetaka dan kebinasaan.

Demikianlah kesempurnaan aturan Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Termasuk menyikapi wabah penyakit. Sebagai upaya menjaga keberlangsungan hidup dan kebaikan manusia. Oleh sebab itu kita mesti berbenah diri untuk hidup sesuai aturanNya. Jadikan virus corona yang menimpa dunia saat ini sebagai pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya. Sesuai dengan firman Allah SWT (QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Sungguh hanya Islam satu-satunya agama yang sesuai fitrah manusia, yang jika petunjuknya di amalkan dan hukumnya dijalankan pasti akan membawa keberkahan dan keselamatan dunia dan akhirat. Wallahu a'lam. [MO/s]





Posting Komentar