Oleh: Ir. Izzah Istiqamah 
(Praktisi Pendidikan Dan Farmasi)

Mediaoposisi.com-Kementerian Kesehatan China telah mengonfirmasi penularan virus misterius yang disebut mirip SARS antar-manusia. Virus ini telah menyebar di seluruh negeri dan memicu kecemasan tentang kemungkinan memburuknya wabah besar ini. Pemerintah China isolasikan kurang lebih 1 juta muslim Uyghur, dan sekarang 41 juta rakyatnya di karantina karena virus corona yang mematikan ini.

Harianjogja.com, JAKARTA - Mewabahnya virus corona di China tidak membuat Pemerintah Indonesia membatasi warga negara Indonesia melakukan perjalanan ke negeri panda tersebut. Kementerian Kesehatan tidak akan menutup akses atau melakukan pembatasan  perjalanan dari dan ke Daratan China melalui jalur udara, laut dan darat.

Negara China telah melanggar ketentuan dan perintah Allah dengan mengkonsumsi makanan haram juga melakukan penyiksaan atas kaum muslimin. China mengalami keterpurukan dengan wabah virus Corona disaat penyiksaan muslim Uighur oleh China. Kebijakan China yang anti-Islam, terbayar oleh wabah Corona yang mematikan.

Ketika mayoritas negara waspada dan melakukan tindakan pencegahan terhadap penyebaran CoronaV, pemerintah Indonesia tidak segera mengambil tindakan pencegahan total dengan kebijakan travel warning atau larangan masuknya turis Cina Pernyataan pejabat bahwa tidak ada pembatasan masuk dan keluarnya wisatawan Cina karena bisa merugikan bisnis menujukkan bagaimana prioritas negara. Menunjukkan bahwa pemerintah lebih memikirkan untung rugi bisnis  dibandingkan Total perlindungan terhadap rakyat .

Atas kuasaNya, Allah swt ‘Menegur’ kesombongan manusia. Dunia tengah dilanda kepanikan yang luar biasa. Kondisi pemikiran manusia sangat rendah, sehingga banyak manusia yang belum menyadari pentingnya mewujudkan seorang pemimpin sebagai khalifah di bumi. Pembangkangan yang dilakukan terhadap hukum Allah dibumi, telah terbukti dengan keoknya Negara Komunis China oleh makhluk kecil virus yang dikehendaki oleh Allah SWT. Virus kecil tak terlihat telah meluluhlantakkan Negara adidaya China.

Penanggulangan wabah penyakit oleh khilafah Islamiyah

Pertama, pola baku sikap dan perilaku sehat.
Kedua, lingkungan sehat dan kondusif.
Ketiga, pelayanan kesehatan yang memadai dan terjangkau.
Keempat, kontrol efektif terhadap patologi sosial.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ وَعَنْ كُلِّ ذِي مِخْلَبٍ مِنْ الطَّيْرِ

Rasulullah ﷺ melarang dari setiap binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam” (Shahih, Diriwayatkan Muslim 1934).

Abdurrahman bin Auf ra bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Apabila kalian mendengar wabah tengah mendera suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Dan jika menyerang wilayah kalian, maka janganlah engkau melarikan diri." (HR. Bukhari).

Jika Allah SWT berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin. Apapun itu, kemenangan pertolongan Allah SWT telah nampak didepan mata.  Wahai kaum muslimin, tunggu apalagi, marilah kita bersatu dibawah satu kepemimpinan kaum muslimin. Yang dengannya Allah SWT berkehendak kehidupan yang teratur dengan aturan islam, penduduknya sejahtera dan bertaqwa di bawah kepemimpinan seorang khalifah dengan sistem khilafah islamiyah.

Sebuah negara besar super power adidaya yang akan peduli dan mengayomi rakyatnya, negara yang mempunyai sistem aturan yang berlawanan dengan negara sistem demokrasi yang abai terhadap kebutuhan dan keamanan rakyatnya.

Semoga segera tegak negara adidaya super power khilafah yang akan menyatukan kaum muslimin di seluruh dunia, sehingga islam rahmatan lil'alamin segera terwujud  tidak hanya di Indonesia namun di seluruh belahan dunia, dengan menerapkan sistem khilafah Islamiyah, yang dengannya Allah SWT berkenan melimpahkan rahmat dan berkah dari langit dan bumi, karena hamba-hambaNya bertaqwa. Tegaknya khilafah islamiyah akan mewujudkan kesejahteraan seluruh manusia baik umat muslim maupun non-muslim.[MO/sr]

Posting Komentar