Oleh : Heni Wulandari
(Mahasiswi STEI Hamfara)

Mediaoposisi.com-China harus menyiapkan mental sekuat baja.  Negara Panda ini harus menghadapi masalah bertubi-tubi.  Dari perang dagangnya melawan Amerika dan sekarang dengan masalah baru dan tak kalah seriusnya hadir virus Corona.

Virus corona baru ditemukan pada akhir desember 2019. virus ini menyerang sistem pernafasan dengan gejala awal flu tetapi dapat mengakibatkan pneumonia yang fatal virus yang menghantui negara panda ini mirip dengan virus penyebab penyakit SARS(Servers Acute Respiratory Syndrome) yang terjadi pada tahun 2002 yang juga muncul pertama kali di China kemudian menyebar ke kota-kota besar seperti Hongkong, Singapura, Taipei dan Beijing. dengan memakan korban 800 orang di seluruh dunia.

Jika mengingat kembali pada kejadian saat wabah SARS merebak, dampaknya terhadap ekonomi China memang menyakitkan.  Pertumbuhan ekonomi China turun 2 persen poin dari 11,1% menjadi 9,1% saat virus SARS menyerang.

Direktur Riset Pasar China Rhodium Group Logan Wright mengatakan apabila persoalan virus corona gagal diatasi dengan cepat, maka ekonomi China bakal semakin terpukul. "Jika ingin menyeimbangkan kembali ekonomi China, virus corona ini adalah peristiwa terakhir yang ingin Anda saksikan," ujarnya, Minggu (26/1). 

Saham di Chinapun mulai merosot turun, pada penutupan perdagangan terakhir pekan kemarin Jumat (24/1/2020), indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 0,082% ke posisi 6.244,11. Dalam sepekan terakhir, IHSG melorot 0,8%.

Tak hanya IHSG, namun mayoritas bursa saham kawasan Asia pekan kemarin juga mencatatkan koreksi. Indeks Strait Times ambles 1,2% dalam sepekan, indkes KLCI juga terpangkas 1,4%. Indeks bursa saham China dan Hang Seng bahkan anjlok masing-masing sebesar 3,2% dan 3,8%. Sementara itu indeks Kospi dan Nikkei masing-masing turun 0,2% dan 0,9%.
Apalagi pada tanggal 25 Januari 2020 juga bertepatan dengan hari raya Imlek,  tahun baru ini biasanya yang menjadi momentum yang cantik untuk memutar roda perekonomian. 

Seperti membuka peluang penghasilan mulai dari tempat pariwisata, perhotelan, restoran, transportasi hingga industri hiburan lainnya akan meningkat pesat dengan adanya hari besar ini, Tentu saja masyarakat banayak berekspetasi dengan penuhnya kereta ramainya tempat wisata tapi sayangnya tahun ini pemerintahan China menutup seluruh akses dari maupun perjalanan ke Wuhan.  

Termasuk memberi intruksi maskapai penerbangan untuk menawarkan pembatalan kepada penumpang mereka secara gratis.

Tak dapat dipungkiri dan tak bisa dihindari ekonomi negara panda akan terkena dampaknya. namun belum ada yang berani menyebut angka perkiraan potensi kerugian yang di tanggung oleh China akibat Corona. Tak hanya sampai disitu saja saat ini china menjadi bahan bullyan warga net. 

Pasalnya virus corona telah menjadi ternding topik dan berita hangat beberapa hari ini. tagarnya juga beberapa kali naik di trending twitter. Pada hari ini sendiri tanggal 27 Januari #INA_CoronaVirusAlert menjadi Top trending kemarin terdapat 3 tagar yang berfokus pada China sendiri seperti #VirusCorona yang sempat menduduki rank pertama disusul dengan #TolakSementaraTurisChina sampai tagar #Wuhan.

Sebelumnya dikutip dari detiknews, selasa 01 okt 2019 muncul artikel "Peringatan 70 Tahun, Xi Jinping: Tak Ada :Kekuatan yang Bisa Guncang China" seolah kesombongannya langsung diberi balasan  oleh Allah dengan munculnya virus corona yang mengguncang China seketika, ada juga yang mengungkapan bahwa ini balasan untuk karatina jutaan orang muslim di uyghur, dan sekarang China mengkarantina 41 juta penduduk dan di 13 kota. 

Tak hanya berhenti sampai disini saja, spekulasi terus bermunculan salah satunya dari  cuitan  twitter Republika Merdeka(@rmol_id) pada tanggal 25 Januari yang mencuwit "Mantan intelijen Israel : virus corona 'senjata biologi' yang bocor dari lab penelitian pemerintahan Wuhan".

Dengan adanya kejadian ini, mungkin bisa mengkoreksi, ada apa dengan China sebenarnya. Dari Ketidakmanusiawiannya terhadap uyghur atau cara dagang China yang agresif ingin menguasai perdagangan dunia. 

Jika kita berkaca dengan liciknya cara China dengan memberikan utang yang begitu besar, membantu mebiyayai pembangunan infrastruktur mulai dari Jepang, Korea Selatan, Angola, Zimbabwe, Nigeria, Sri Lanka. Tapi tak semua negara happy ending dan success story. Yang bad story itu Angola, Zimbabwe, Nigeria, Pakistan dan Sri Lanka.

Dikutip dari Kompas.com negara Zimbabwe yang tak mampu melunasi hutangnya sebesar  40 juta. Yang pada akhirnya terpaksa mengganti mata uang yuan sebagai imbalan penghapusan hutang karena sudah jatuh tempo desember 2015. Dan ini sudah berlaku sejak 1 januari 2016. 

Tak hanya Zimbabwe Angola pun menjadi korban juga. Kemudian, ada Sri Lanka yang juga tidak mampu membayarkan utang luar negerinya untuk pembangunan infrastruktur, Sri Lanka sampai harus melepas Pelabuhan Hambatota sebesar Rp 1,1 triliun atau sebesar 70 persen sahamnya dijual kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China.

Jika Virus Corona menyebar keseluruh penjuru dunia. Pasti akan memiliki dampak yang besar terhadap perekonomian dunia.

Pada dasarnya Allah memberikan larangan bukan tanpa alasan melainkan demi kebaikan manusia itu sendiri, tapi manusia banyak menuntut. apalagi di zaman sekarang ini banyak yang mencari ilmu bukan untuk kebenaran melainkan untuk pembenaran.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring, dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram. (HR. Muslim no. 1934)

Sampai sekarang Ada sekitar 2.000 orang telah terinfeksi di seluruh China per Minggu. Sebagian besar korban berasal dari dalam dan sekitar wilayah Wuhan, tempat kasus pertama terdeteksi. 13 negara dunia, termasuk negara-negara tetangga Asia seperti Thailand dan Singapura, hingga ke Perancis dan Amerika Serikat (AS).

Rasulullah bersabda, "Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kelian meninggalkan tempat itu," (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Jika kita mau mengikuti Aturan sang pencipta. Takkan ada musibah seperti ini,  kesombongan manusia yang tak ada habisnya. kesrakahan atas Harta yang sebenarnya tak seberapa tanpa memperdulikan jika ada yang kesakitan atau menderita dengan sikap srakahnya. Allah yang menciptakan alam semesta dan seisinya dan Allahlah yang paling tau tentang ciptaannya.[MO\ia].

Posting Komentar