Oleh : Anisa Puji Astuti
(Pemerhati Remaja)



Mediaoposisi.com-20 Jumadil Ula 857 H bertepatan pada tanggal 29 Mei 1453 adalah hari penaklukan Konstantinopel. Penaklukan yang berawal dari keyakinan akan bisyarah Rasulullah saw.
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata:

"Saat kami sedang menulis di sekeliling Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah dari kedua kota yang akan dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma? Maka, Rasulullah SAW menjawab, "Kota Heraclius akan dibebaskan terlebih dahulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel." (HR Ahmad)

Dalam sebuah kesempatan yang lain, Rasulullah bersabda, "Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan. Sebaik-baik amir (khalifah) adalah amir (khalifah) yang memimpin penaklukkannya dan sebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkannya.” (HR Bukhari, Ahmad, dan Al-Hakim).

Umat Muslim pada saat itu mengetahui betapa pentingnya kota Kontantinopel dari sabda Rasulullah Shalalallahu ‘Alaihi Wassallam. Sudah banyak upaya untuk menaklukan kota itu. Persiapan penaklukan kota Konstantinopel sudah dimulai pada masa Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan di tahun 48 Hijriyah. 

Pada akhirnya pada Selasa pagi, 20 Jumadil Ula 857 H bertepatan pada tanggal 29 Mei 1453, Sultan Usmani (Ottoman), Muhammad Al-Fatih (Sultan Mehmet II) melancarkan serangan terakhirnya untuk menaklukan Konstantinopel, setelah pengepungan yang terjadi selama kurang lebih 54 hari dan 825 tahun penantian akhirnya terwujudlah bisyarah Rasulullah saw dengan takluknya Kontantinopel ditangan umat Islam. 

Kontantinopel yang asalnya berada dalam kedzaliman menjadi kota yang adil di bawah kepemimpinan Islam dan berganti nama menjadi Islambul atau yang lebih kita kenal dengan nama Istanbul. Takluknya Konstantinopel menjadi bukti bahwa hadist Rasulullah saw adalah benar dan pasti terjadi karena berasal dari Allah swt. Konstantinopel telah ditaklukan, tinggallah Roma yang akan menyusul. 

Inilah kesempatan bagi kita menjadi penakluk. Penaklukan Roma harus dipersiapkan dengan adanya pasukan terbaik dan pemimpin terbaik seperti halnya pasukan Muhammad Al Fatih. Karakter pemimpin dan pasukan seperti ini hanya ada dalam sistem Islam, seperti halnya Muhammad Al Fatih menaklukan Konstantinopel dibawah naungan Khilafah Turki Utsmani, begitupun Roma akan takluk pula di bawah naungan Daulah Khilafah.

Rasulullah saw bersabda :

"Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. 


Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam,” (HR. Imam Ahmad).


Ini adalah bisyarah lain dari Rasulullah saw atas kemenangan Islam yakni Khilafah 'ala minhaaj Al-Nubuwwah. Dan ini pasti akan terjadi. Kita harus menyiapkan diri dengan memaksimalkan potensi dan daya upaya kita agar kita menjadi ahlu bisyarah seperti Muhammad Al Fatih. Sungguh kemuliaanlah yang akan kita dapatkan. Sungguh janji Allah swt dan Rasulullah saw pasti terjadi dan Islam pasti akan menang. Maukah kita menjadi bagiannya ? [MO/ia].







Posting Komentar