Oleh : Mira Susanti 
(Aliansi Penulis Perempuan Untuk Generasi)

Mediaoposisi.com-Masih cerita tentang primadona dunia siapa lagi kalau bukan  corona virus asal China. Kemampuan penyebarannya membius perhatian semua mata. Penasaran itulah yang ada dipikiran kita bagaimana akhir ceritanya. 

Bisa jadi menyedihkan karena banyak korban yang berhasil dilumpuhkan. Atau berakhir bahagia karena sang "Iblis" berhasil ditumpas tuntas oleh penguasa "Vaksin". Karena virus corona hanya bisa jinak jika bertemu doi vaksin. Apakah hal ini akan menjadi drama selanjutnya?.  Yaitu drama Jualan Vaksin

Terlepas dari persoalan asal muasal lahirnya corona virus yang sangat kontrovesial. Ada yang bilang dari binatang yang tak lazim dikonsumsi. sebuah karma karena China telah membantai  muslim uyghur. 

Terakhir corona berasal dari bocornya laboratorium senjata biologis China. Ya sudah lah  semua pihak memiliki argumennya tersendiri itu hak mereka. Tapi kenyataannya sekarang kita berhadapan langsung dengan corona. Ibarat kata pepatah musuh pantang dicari kalaupun ada harus dilawan. Apakah sepenuhnya itu benar adanya , hanya Allah yang tahu.

Bisa jadi kesombongan manusia  yang angkuh bisa  musnah seketika. Sebab kesombongan merupakan pakaian bagi Allah SWT sebagai pencipta semesta.. Ketika itu diambil, maka akan ada cara Allah untuk mencabutnya kembali. Bisa jadi Allah menurunkan bala tentaranya melalui makhluk kecil bernama corona agar kita tidak terlena dalam kesombongan.

Lalu bagaimana ceritanya kalau corona  telah berhasil menyerang China . Sebuah negara komunis yang tidak menyakini adanya Pencipta. Bahkan beberapa waktu lalu  presidennya Xi Jinping pernah mengatakan " Bahwa tidak ada satu kekuatanpun yang mampu untuk menghancurkannya". 

Inilah mungkin perkataan yang tak sepatutnya ia lontarkan sebagai manusia yang lemah. Ingat Bung!! Bahwa di atas langit masih ada langit. Ternyata memang terbukti, pada akhirnya China menjadi kewalahan menghadapi serangan makhluk kecil ini. Bahkan nyaris lumpuh.

Pada akhirnya, presiden China  Xi Jinping menyebut virus corona sebagai "Iblis" karena telah menewaskan  warganya . Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat virus corona sudah mencapai 106 orang. Sementara terdapat 4.000 orang yang terjangkit virus corona dan tersebar di 16 negara. Dhasyat bukan!!. Akhirnya negara anti tuhan sekalipun mengakui adanya "Iblis" yang merupakan  makhluk  ghaib.

Meski begitu, Xi meminta warganya untuk tidak takut dan khawatir terhadap virus corona. Ia memastikan pihaknya akan segera menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit pneumonia yang berasal dari virus corona itu. 

Xi mengungkapkan China bersama WHO akan terus bekerja sama untuk mencari vaksin virus corona. Cepat atau lambat vaksin itu akan ditemukan.Kami percaya bahwa WHO dan komunitas internasional akan memberikan bantuan untuk mengatasi virus secara obyektif dan rasional dan China yakin akan memenangkan pertempuran melawan virus ini," jelas Xi

Kita percaya bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Begitu juga dengan virus pasti ada vaksinnya. Muncul pertanyaan, siapakah yang bakalan  menjadi leader bisnis vaksin ini?. Pernyataan bahwa China akan memenangkan petempuran melawan virus ini. Seolah tersirat pemenang tender bisnis besar ini  akan di perankan oleh China.

Sungguh pernyataan yang sangat ambisius. Jika berhasil tentunya Vaksin tersebut akan dipasarkan  keseluruh negara yang membutuhkan. Lagi-lagi yang diuntungkan siapa ,tentu saja mereka beserta koloninya.Senjata yang ampuh bagi China untuk mudah menguasai pasar dunia. Ini mungkin saja terjadi. Mengingat bahwa China menganut sistem kehidupan materialisme yang segala sesuatunya dipandang sebagai materi. Tak ada yang tak mungkin. Semua bermuara pada mencari keuntungan materi  semata.

Sementara Islam memandang bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Negara tidak boleh menjadikan itu sebagai bisnis meraup keuntungan. Bahkan seorang pemimpin wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh warganya dengan cara cuma-cuma alias gratis. Serta melakukan pencegahan sebelum datangnya penyakit. Itu akan terwujud jika pemimpinnya sholeh dan aturannya  sesuai wahyu Allah. Sungguh kita sangat  rindu hidup dibawah naungannya.[MO/s]






Posting Komentar