Oleh : Tri Idayanti

Mediaoposisi.com-Kemiskinan adalah salah satu permasalahan yang tidak ada habis-habisnya.bagaimana tidak, kemiskinan menjadi permasalahn yang ada hampir di seluruh negara-negara dibelahan dunia. Di Indonesia saja, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di 16 daerah masih tinggi dan berada di atas rata-rata nasional yang mencapai 9,22 persen. Angka kemiskinan tertinggi terjadi di Papua dan Papua Barat.

"Papua masih memiliki persentase kemiskinan yang tertinggi di mana persentase kemiskinannya 26,55 persen. Disusul oleh Papua Barat (21,51 persen)," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Rabu (15/1).Selain di Papua dan Papua Barat, persentase kemiskinan di atas rata-rata nasional juga terjadi di NTT yang mencapai 20,62, Maluku 17,65, Gorontalo 15,31, Aceh 15, 01, Bengkulu 14,91, NTB 13,88, dan Sulawesi Tengah 13,18 persen.Selain itu, ada pula Sumatera Selatan sebesar 12,56, Lampung 12,30, Yogyakarta 11,44, Sulawesi Tenggara 11,04, Sulawesi Barat 10,95, Jawa Tengah 10,58 dan Jawa Timur 10,20 persen. Dikutip dari CNN Imdonesia.

Seperti yang yang kita ketahui bahwa Papua adalah provinsi yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya yaitu gunung emasnya. Tetapi mengapa Papua tercatat oleh Badan Pusat Statistika (BPS) sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan paling tinggi ? Hal ini sangat bertolak belakang dengan kekayaan alam yang dimiliki Papua.

Baca Juga : Impor Garam Bukti Tajamnya Cengkraman Asing

Idealnya Papua menjadi provinsi yang memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi dengan kekayaan alamnya itu. Tapi apalah daya ketika kekayaan mereka banyak dikuasai oleh asing dan aseng. Asing dan aseng dengan mudahnya mengeruk kekayaan alam yang ada di Papua.

Setiap hari berton-ton emas di ambil oleh perusahaan Freeport, salah satu perusahaan asing yang melakukan perjanjian kontrak dengan pemerintahan Indonesia untuk mengambil emas yang ada di Indonesia. Setelah Freeport selesai kontrak pada tahun ..., pemerintah Indonesia malah memperpanjang kontrak dengan Freeport. Mau sampai kapan kekayaan Indonesia di kuasi oleh asing.

Dengan adanya kesepakatan kontarak antara pemerintahan Indonesia dengan PT Freeport, Indonesia sejatinya tidak mengalami keuntungan. Hanya segelintir orang saja yag mengalami keuntungan yaitu para pembuat kebijakan yang katanya ingin mensejahtarakan rakyat.

Masyarakat hanya memperoleh keuntungan yang tidak seberapa. Bila dihitung-hitung antara keuntungan dan kerugian, masyarakat mengalami banyak kerugian. Dengan keuntungan yang tidak seberapa dan kerugian yang besar, salah satu kerugiannya adalah alam Papua menjadi rusak. Yang dulunya gunung emas menjulang tinggi, sekarang berlubang, yang dulu hamparan hutan luas terbentang sekarang hanyalah tanah yang tandus.

Solusi Islam
Isalm adalah agama yang sempurna, termasuk didalamnya juga ada cara untuk mengatasi kemiskinan. Islam sangat memperhatikan sekali kebutuhan pokok manusia seperti papan, sandang dan pangan, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan berarti tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan pokok yang dituntut dalam kehidupan agar dapat hidup secara layak.

Sistem ekonomi Islam sangat menekankan upaya memberantas kemiskinan ditengah masyarakat baik kemiskinan struktural maupun kemiskinan kultural. Kemiskinan kultural terjadi karena adanya ketimpangan dalam distribusi kekayaan akibat kesalahan dalam pemilihan sistem ekonomi dan kekeliruan dalam kebijakan negara.

Sedangkan kemiskinan kultural merupakan kemiskinan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor individual seperti adanya sifat malas, kekurangmampuan dalam bekerja baik karena alasan fisik maupun non fisik, kesalahn dalam memahami rizki atau adanya “budaya” miskin.

Pendekatan Islam dalam memerangi kemiskinan adalah dengan merangsang dan membantu setiap orang untuk berpatisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi yang ada. Setiap orang didorong berusaha keras untuk sukses dengan inisiatifnya sendiri.

Pemerintah dalm Islam harus bertindak memberikan pertolongan, jika semua peluang ekonomi ternyata telah dikuasai oleh segelintir individu tertentu. Islam tidak medorong pemecahan masalah itu melalui tindakan-tindakan jangka pendek seperti pemberian uang atau barang konsumsi, tetapi dengan tetap menekankan pentingnya kemandirian bagi setiap orang melalui partisipasi dalam ekonomi masyarakat. Tindakan-tindakan jangka pendek hanya relevan untik kondisi mendesak atau untuk orang-orang secara fisik tidak mungkin bekerja.

dalam ekonomi Islam mengenal tiga konsep kepemilikan. Yaitu kepemilikan Individu, kepemilikan kepemilikan umun dan kepemilikan negara. Kepemilikan Individu adalah hukum syariah yang berlaku pada barang pada dzat maupun manfaat, yang memungkinkan seseorang untuk menggunakan barang tersebut atau mendapatkan kompensasi baik karena barangnya diambil manfaatnya oleh orang lain seperti disewa, ataupun diambilalih melalui cara dibeli.

Cara – cara atau sebab kepemilikan individu yang disahkan syariat antara lain adalah bekerja, pewarisan, kebutuhan akan harta untuk menyambung hidup, pemberian negara, harta yang diperoleh tanpa daya dan upaya.

Dalam Islam mengenal tiga kepemilikan yaitu kepemilikan Individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara. Kekayaan alam yang ada di Papua misalnya emas adalah kepemilikan umum yang tidak boleh di kuasai oleh individu atau sekelompok orang bahkan asing.

Yang berhak mengelola emas tersebut adalah negara yang nantinya hasilnya akan didistribusikan kepada rakyat. Itulah indahnya Islam, aturannya banyak mengandung kebaikan ketika diterapkan. Karena aturan Islam berasal dari sang Pencipta yang menciptakan kita semua dan alam semesta. Otomatis Dia lah yang mengetahui baik buruknya untuk ciptaanya sehingga dibuatlah aturan sebagai pedoman. Dan pedoman itu adalah Al Quran dan Hadis.

Ketika kita melihat kondisi saat ini, Al – Quran dan hadis diterapkan secara parsial sehingga kondisi saat ini sangat memilukan, terutama umat Isla sendiri. Dan penerapan Al Quran dan Hadis secara keseluruhan hanya bisa di terapkan dalam bingkai khilafah ‘ala minhajin Nubuwwah [MO/s]

Posting Komentar