Oleh : Maya Janu
Mediaoposisi.com-Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, mengatakan nantinya gas melon akan dijual dengan harga normal di toko maupun pasar. Subsidi diberikan terbatas hanya bagi mereka yang berhak menerima dan terdaftar. 

Sebanyak 41 penyandang disabilitas netra tingkat SMA dan Perguruan Tinggi dipaksa untuk mengosongkan tempat tinggalnya di asrama Gedung BRSPDSN Wyataguna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Pengosongan tersebut dilakukan karena berubahnya status Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Penyadang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN).

"Kami memperjuangkan agar gaji guru honorer tidak diambil dari dana BOS, tetapi dari dana alokasi umum (DAU), sama dengan guru PNS (pegawai negeri sipil,red) lainnya. Dana BOS aka fokus untuk biaya operasional bukan untuk gaji guru, karena BOS akan habis untuk gaji guru, dampaknya sekolah tidak terawat,” ujar Muhadjir saat peluncuran digitalisasi sekolah di Serindit, Kabupaten Nautana, Kepulauan Riau, Rabu (18/9/2019).

Beberapa kebijakan di atas tampaknya menjadi solusi bagi pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang ada di negeri ini. Alih-alih memperbaiki kesejahteraan rakyat, solusi tersebut malah membuat rakyat makin sengsara. Di sisi lain, pemerintah malah memberikan insentif bagi konglomerat. Mengutip dari laman berita CNN, ada lima perusahaan sawit berskala besar mendapatkan subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan total mencapai Rp7,5 triliun sepanjang Januari—September 2017. 

Subsidi hanya salah satu resep kapitalis dalam mengatasi gejolak rakyat, bukan wujud tanggung jawab Negara untuk melayani dan menjamin pemenuhan kebutuhan rakyat. Dalam Islam, LPG merupakan kepemilikan yang bersifat umum yaitu kepemilikan yang dikelola oleh Negara dan kebermanfaatannya untuk kepentingan orang banyak.

Pendidikan juga merupakan hak rakyat yang wajib dipenuhi oleh Negara, baik laki-laki maupun perempuan, mulai dari pendidikan dasar dan menengah. Pendidikan tinggi juga diberikan fasilitas sebaik mungkin. Sistem Islam benar-benar menjamin kesejahteraan rakyatnya tanpa membedakan miskin atau kaya ataupun demi kepentingan lainnya. [Mo/db]

Posting Komentar