Oleh : Durrotun Inayati (Aktifis Dakwah)
Mediaoposisi.com-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI Mahfud MD mengatakan bahwa Indonesia dijadikan negara Islami, yang memiliki nilai-nilai Islam.
“Saya tidak mau mengatakan negara Islam tapi nilai-nilai Islam. Karena itu saya sering menggunakan istilah kita tak perlu negara Islam tapi perlu negara Islami.
Islami itu kata sifat, jujur, sportif, bersih, taat hukum, anti korupsi, pokoknya yang baik-baik itu Islami. Mengisi deperti Selandia Baru bukan negara Islam tetapi negara Islami,” ucap Mahfud Md (Republika 26/01/2020).
Istilah sifat dapat menerangkan kuantitas, kualitas, kecukupan, maupun penekanan suatu kata. Hal ini dapat dimasukkan kepada pengertian negara yang Islami, yang setiap masyarakat harus melakukan nilai-nilai yang Islami, tanpa ada aturan Islam sebagai poros di negaranya.
Dengan nilai-nilai Islami didalam diri setiap manusia, masyarakat menyangka bahwa semuanya akan berjalan sesuai dengan al-qur’an dan as-sunnah. Pada faktanya, nilai-nilai Islami di setiap manusia bersifat fluktuatif (cendrung berubah-ubah). Diperlukannya aturan yang tegas untuk mengingatkan setiap diri manusia ketika berbuat kesalahan.
Saat ini, negara Indonesia yang masyarakatnya muslim terbesar didunia, masih banyak yang melakukan perzinaan, aborsi, korupsi, LGBT, miras, riba dan sebagainya karena tidak adanya aturan yang jera dinegara ini, salah satu warganet @Lisrasukur tidak terima dengan pernyataan bambang bahwa lgbt tidak boleh dilegalkan dengan mengcuitkan “bahwa dia (bambang) seharusnya mundur karena LGBT memang legal di Indonesia karena sejauh ini tidak ada aturan yang secara jelas mempidanakan kelompok LGBT”. (BCC News 22/01/2018). Serta kasus-kasus kriminal yang lainnya dengan hukuman pidana saja, yang tidak dapat membuat jera/ rasa takut untuk melakukannya kembali bagi yang melakukannya.
Negara, negara merupakan wadah dari Isinya yaitu masyarakat. Namun, wadah seperti apa yang dapat digunakan, wadah bersih atau wadah kotor. Jelas pasti memilih wadah yang bersih dengan begitu isinyapun akan ikut bersih. Yang bersih wadah apa? Wadah sistem Islam disebut Khilafah berlandaskan Al-qur’an dan As-sunnah, didalam Al-Qur’an dijelaskan hukum-hukum bagi yang melakukan hal-hal yang dilarang oleh Islam, contohnya dalam Surah An-Nur ayat 1-2, Allah SWT berfirman yang artinya “ (Ini adalah) satu surah yang kami turunkan didalamnya tanda-tanda (kebesaran Allah) yang jelas, agar kamu ingat.
Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.” 
Jelas sekali dalam firmannya, bahwa hukum Allah harus diterapkan dinegara karena negara sebagai akar mengatur aspek ekonomi, sosial, politik dan sebagainya. dengan khalifah (pemimpin) negara sebagai wasilah untuk menerapkan hukum-Nya. Wallahu’alam bishowwab...  [Mo.db]

Posting Komentar