Oleh : Marissa Ulin Nuha

Mediaoposisi.com-Cover kapitalis demokrasi kian hari kian nempak kecacatannya melalui tokoh-tokoh ternamanya, membuat pernyataan yang benar-benar dapat mencederai atau bahkan merusak iman para pendengarnya, bagaimana bisa dia menyatakan pengharaman atas sesuatu yang telah Allah wajibkan, menyatakan bahwa kita hanya perlu negara islami bukan negara islam, selain Allah sudah menyampaikan dengan jelas dalam hadist Rasulullah SAW, ulama aswaja terkhusus empat imam (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hanbali) juga telah mengkaji hadist tersebut dan bersepakat bahwa mendirikan negara islam adalah wajib hukumnya.

Dari Hudzaifah r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

 ( تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا، فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ الله ُأَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيّاً ، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ُثمَّ سَكَتَ ).

Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796))

Syaikh Abu al-Turab Sayyid bin Husain al-‘Affani pun dalam A’lâm wa Aqzâm fî Mîzân al-Islâm (I/376) menegaskan: “Hadits ini merupakan hadits shahih yang menegaskan kembalinya Khilafah Islamiyyah.” Dalam ta’liq-nya atas Musnad Ahmad, Syaikh Syu’aib al-Arna’uth mengomentari: “Isnad hadits ini hasan”.

Syeikh Abdurrahman al-Jaziri (w. 1360 H) menuturkan,

Para imam mazhab (yang empat) telah bersepakat bahwa Imamah (Khilafah) adalah wajib…” [Lihat, Al-Jaziri, Al-Fiqh ‘ala al-Madzâhib al-Arba’ah, Juz V/416].

Hal senada ditegaskan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani, “Para ulama telah sepakat bahwa wajib mengangkat seorang khalifah dan bahwa kewajiban itu adalah berdasarkan syariah, bukan berdasarkan akal.” [Ibn Hajar, Fath al-Bâri, Juz XII/205].

Sudah cukup banyak dalil syar'i yang menyatakan bahwa mendirikan negara islam saat negara tersebut tidak ada adalah wajib, bagaimana bisa hanya seorang tokoh demokrasi menyatakan itu haram tanpa ada dalil syar'i yang membersamai?. Ayat mana lagi yang akan di tentang?, hadist mana lagi yang akan di bantah?, atau sebenarnya dia tidak sadar sedang berhadapan dengan Rabb sekalian alam atas perbuatannya ?.

Harus kita sadari bahwa pernyataan tokoh tersebut adalah salah dan batil, bukan lagi akhlak tercela melainkan kemaksiatan yang besar, di bawah sistem kufur demokrasi, kapitalis, dan sekuler ini iman serta aqidah kita sangat mudah di acak-acak dengan pernyataan seperti itu. Bukankah sudah di jelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi :

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا   

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 21)

Suri tauladan bagimu yang mengharap rahmat Allah, mencontoh Rasulullah karena beliau adalah orang yang ma'shum adalah hal yang dianjurkan bagi kita, Allah sendiri yang menyatakan hal tersebut dalam kalamNYA, dengan melakukan hal tersebut tentu saja itu juga bagian dari sempurnanya iman serta aqidah yang ada pada dalam diri kita.[MOsr]

Posting Komentar