Oleh : Ibnu Anwar
 (Mahasiswa)

Mediaoposisi.com-Akhir-akhir ini Dunia Internasional di hebohkan dengan pemboman yang di lancarkan Amerika Serikat (baca: AS) ke Iran sehingga seorang jenderal meninggal dunia, dialah jenderal Qoseem Sulaimani.


Isu memanasnya kondisi kedua negara berkembang di sosial media, pemerintah iran tidak terima atas kematian jenderal Qosim Sulaimani, dan menyatakan akan membalasnya, disisi sebelah AS sudah siap siaga membendung serangan militer yang di gaungkan ira


AS vs Iran menjadi trending topic internasional, keduanya, saling memamerkan kekuatan militer masing-masing yang beredar di dunia maya, baik Audio visual maupun gambar biasa. perang dunia ke 3 aka segera dimulai.


Bertolak dari itu semua, Pemerintah AS sebenarnya memiliki kepentingan terselubung di TimTeng, khususnya negara2 dengan SDA melimpah, Fakta membuktikan di Irak dan Iran memiliki kekayaan bawah tanah yang melimpah, disana terdapat tambang minyak yang kuantitas penghasilan barel/hari nya terbesar pertama dan kedua di dunia.


inilah kepentingan pertama AS atas dua negara tersebut, Karena mereka meyakini sebuah kalimat bahwa "siapa yang menguasai minyak maka dia akan menguasai dunia", disamping di AS terjadi kelangkaan, jumlah minyak yang mereka produksi tidak. We mampu menutupi kebutuhan warganya, sehingga mencari Suppliyer lain tuk mengakalinya.


Karena Irak dan iran, khususnya irak memiliki cadangan minyak terbesar, otomatis mereka menguasai perdagangan minyak, rotasi perputaran uang pun banyak mengalir ke mereka, dan karena nya irak memberi syarat pada komunitas perdangan dunia, agar menggunakan lira (baca: Uang Irak) sebagai alat tukar minyaknya, irak yang pertama kali meninggalkan penggunaan dolar dalam transaksi kemudian meng konversi semua aset kekayaannya dari standar mata uang dolar ke lira.


Hal serupa di ikuti oleh negara-negara TimTeng mereka beramai ramai meninggalkan dan meng konversi semua aset nya ke dalam lira, karena dipicu oleh rasa kesalnya mereka atas dominasi AS yang berkepanjangan menghipnotis dunia dengan Dollarnya.


Oleh karnanya lah amerika habis-habisan membendung gerakan negara TimTeng agar hegemoni AS tetap terjaga disana, salah satu nya adalah rekayasa Pemboman WTC dan menyebarkan isu bahwa di TimTeng Khusunya irak memiliki senjata pemusnah masal. Sehingga AS dengan leluasa melakukan invansi militer kesana.


Dan Kepentingan terakhir berkaitan dengan aspek Religiositas, Sebagaimana diketahui bahwa Donald Trump (baca: Pres. AS) adalah penganut Kristen Ortodoks yang fanatik dan anti pada keyakinan lain, apalagi Agama Islam, karna alasan inilah selama puluhan tahun AS menjajah Negeri TimTeng yang notabene Beragama Islam.


Jadi, penyerangan yang dilakakan AS ke iran sehingga menewaskan jenderal Qoseem Sulaimani pada dasarnya tidak terlepas dari tiga kemungkinan yang telah di paparkan diatas.[MO/ia]






Posting Komentar