Oleh : Yunita

Mediaoposisi.com-Saat ini pengangguran di Indonesia sudah sangat merajalela, pengangguran sendiri merupakan kondisi dimana para masyarakat sulit untuk mencari pekerjaan dikarenakan minimnya lowongan pekerjaan yang disediakan pemerintah.

Banyak sekali para lulusan SMA atau malah lulusan S1 pun sulit untuk mencari pekerjaan karena minimnya lowongan pekerjaan yang ada, dan walaupun mereka yang mendapatkan pekerjaan yang enak dikarenakan mereka memiliki link orang dalam untuk bisa masuk didalam perusahaan atau kantor tersebut atau malah yang lebih parahnya lagi tidak sedikit dari mereka yang nyogok untuk bisa masuk di perusahaan atau kantor besar.

(CNNIndonesia.com/Safir Makki)

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran naik 50 ribu orang per Agustus 2019. Alhasil dengan kenaikan tersebut, jumlah pengangguran meningkat dari 7 juta orang pada Agustus 2018 lalu menjadi 7,05 juta orang. 

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan rata-rata jumlah pengangguran sejak Agustus 2015 tak pernah turun di bawah 7 juta orang. Rinciannya, pada Agustus 2015 sebanyak 7,56 juta orang, Agustus 2016 sebanyak 7,03 juta orang, dan Agustus 2017 sebanyak 7,04 juta orang.

Kendati jumlah pengangguran naik, tetapi Suhariyanto mengklaim tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Agustus 2019 mencapai 5,28 persen. Pengangguran terbuka tersebut turun dibanding Agustus 2018 yang mencapai 5,34 persen.

Penurunan TPT ini terjadi karena jumlah angkatan kerja per Agustus 2019 naik dari 131,01 juta orang menjadi 133,56 juta orang. Kenaikan itu sejalan dengan meningkatnya jumlah orang yang bekerja dari 124,01 juta orang menjadi 126,51 juta orang.

"TPT turun dari Agustus 2015 sampai dengan Agustus 2019. TPT Agustus 2018 sebesar 5,34 persen turun menjadi 5,28 persen pada Agustus 2019. Ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar lima orang menganggur," papar Suhariyanto, Selasa (5/11).

Suhariyanto mengatakan lapangan pekerjaan sejauh ini masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 27,33 persen, perdagangan sebesar 18,81 persen, dan industri pengolahan sebesar 14,96 persen. 

Fakta di atas tidak lain tidak bukan dikarenakan bobroknya sistem kapitalisme yang di emban di Indonesia pada saat ini, di sistem kapitalisme ini para penguasa yang berkuasa di negeri ini. Para penguasa bekerjasama dengan pengusaha untuk memakmurkan diri mereka sendiri tanpa memikirkan kemakmuran rakyat nya. Apakah rakyat nya sejahtera atau tidak mereka tidak mau tahu.

Padahal di luar sana banyak sekali rakyatnya yang sulit dalam mencari pekerjaan, sulit dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan anak-anak di luar sana masih banyak yang tidak memakan bangku sekolahan.

Saat ini penggangguran yang menimpa umat lebih struktual atau sistemik, yakni yang di ciptakan oleh sistem yang diperlakukan oleh negara atau penguasa. Itulah sistem kapitalisme, liberalisme, sekularisme. Sistem ini lah yang menopang para pemilik kekuasana untuk bekerja  sama dengan penguasa. Hingga sistem inilah yang telah membuat kekayaan milik rakyat di kuasai dan di nikmati oleh para petinggi negeri atau pemerintah dengan pengusaha.

Yang seharusnya menjadi hak rakyat justru di renggut oleh para pemilik modal. Sistem saat ini yang menghantarkan masyarakat yang miskin semakin miskin dan yang kaya semakin bergelimang harta, karena pada dasarnya milik rakyat hak rakyat justru di berikan kepada mereka yang memiliki modal. Bagaimana dengan mereka yang tak memiliki modal atau bahkan kekuasaan, bagi mereka yang tidak memiliki semua itu mereka hanya bisa berdiam diri tanpa berbuat apapun dan akhirnya mau tidak mau mereka pun harus mengikuti semua permainan para penguasa dan pengusaha tersebut

Dan di sisi lain rakyat seolah dibiarkan untuk hidup mandiri. Penguasa atau negara lebih banyak berlepas tangan ketimbang menjamin kebutuhan hidup rakyatnya. Yang seharusnya negara ikut ambil andil terhadap kebutuhan masyarakatnya. 

Dan seharusnya negara juga dapat menyediakan berbagai lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang tidak bekerja, tidak seperti sekarang masyarakat hanya di biarkan menganggur dalam jangka waktu lama tanpa memiliki pekerjaan apapun sehingga mereka sulit mendapatkan uang dan dari kesulitan untuk mendapatkan uang tersebut mereka juga sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Padahal pada saat ini semua kebutuhan hidup sangatlah mahal. Tetapi dengan mahal nya semua kebutuhan hidup saat ini tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai bagi masyarakat. Dari hal inilah terjadi ketimpangan sosial dan ketidaksetaraan masyarakat Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri bahwa memang benar adanya bahwa lapangan pekerjaan di Indonesia pada era sekarang lebih banyak dari pada di pemerintahan yang lalu, tapi pada faktanya lapangan pekerjaan di peruntukan bagi warga negara asing, sedangkan kita warga negara asli seperti budak di negeri sendiri. Ini disebabkan oleh ketidakadilan sistem yang saat di terapkan, kebobrokan sistem seperti ini yang justru harus di benahi karena pada dasarnya segala persoalan yang sekarang ada di sebabkan oleh sistem yang salah.

Solusi dari penggangguran yang merajalela ini ialah dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan yang memadai bagi masyarakat dan yang lebih tepat lagi ialah dengan cara mengganti sistem yang ada di Indonesia ini (sistem kapitalis) ke sistem Islam. Karena dengan sistem Islam semua rakyat akan lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan masyarakat pun akan lebih sejahtera.

Mengapa harus sistem Islam? 
Karena sistem Islamlah yang sangat pantas di tegakkan di negara Indonesia. 
Didalam Islam semua rakyat akan sejahtera, tidak akan ada lagi kemiskinan, kelaparan, anak-anak tidak bersekolah, dan pengangguran. Karena dari semua permasalahan tersebut Islam akan mengatur semua dan Islam tidak akan membiarkan rakyat nya sampai ada yang miskin, pengangguran, dan sebagainya.
Seperti cerita dari Khalifah Utsman bin Affan pada saat beliau memimpin negara, pada saat itu ada rakyatnya yang ketahuan memasak batu untuk anaknya karena anak tersebut kelaparan beliau langsung menuju ke Baitul mal untuk mengambil berbagai macam kebutuhan pangan untuk diberikan kepada rakyat nya tersebut. Begitulah salah satu contoh Islam dalam mensejahterakan rakyatnya. 
Selain kita harus menegakkan sistem Islam kita juga harus menegakkan sistem ekonomi Islam yang didalamnya mengatur semua ekonomi yang sesuai dengan syariat Islam. Karena di dalam sistem ekonomi Islam negara lah yang akan mengelola sumber daya yang ada dan hasil nya akan diberikan kepada rakyat sehingga dengan demikian semua kebutuhan rakyat akan terpenuhi.
Dan sudah seharusnya semua rakyat dan pemerintah untuk mengambil solusi terbaik yaitu dengan menerapkan sistem Islam dan sistem ekonomi Islam di negara Indonesia. [Mo/db]

Posting Komentar