Oleh : Fadli
(Mahasiswa STEI Hamafara)

Mediaoposisi.com-Loyalitas Front Pembela Islam (FPI) kepada masyarakat indonesia kembali di tunjukan, walaupun di kriminalisasi, dituduh dan di fitnah bahkan di kalungi label radikal yang berbahaya bagi keutuhan tanah air, itulah fitnah keji yang dilakukan pemerintah.

Banjir yang meluluh-lantakan pemukiman di beberapa titik dari berbagai kota beberapa hari belakangan menyisakan luka dan duka mendalam disamping kerugian materil, Berbagai tindakan kemanusian di luncurkan untuk membantu mulai utusan pemerintah sampai musuh politik pemerintah.

FPI memebuktikan bahwa perjuangan sekalipun tidak akan di pengaruhi oleh legacy hukum, entah BHP nya di preteli sampai akarnya atau tidak perjuangan terus berjalan lancar karena keridloan Ilahi robbi lah yang mereka harapkan, bukan ridlo manusia apalagi pemerintah.

Sementara disisi lain, kelompok yang yang mneggelar diri sebagai penjaga Ibu pertiwi, NKRI harga mati. Kelompok yang suka jaga'in gereja bahkan menunjukan perilaku hipertoleransi pada orang orang kafir, terakhir beredar rekaman vidio kelompok ini merayakan Natal bersama, mengkolaborasikan nasyid/sholawat dengan nyanyian natalan umat kristiani(baca: kafir)

Rakyat bisa merasakan sendiri bagaimana cekatannya para laskar FPI dalam menyelamatkan para korban banjir, mengevakuasi mereka yang masih terjebak di rumah rumah mereka, berhari hari laskar terendam air, mereka mengesampingkan keselamatan pribadi demi keselamatan ribuan nyawa umat bumi pertiwi.

Banser sendiri tidak kelihatan batang hidungnya, entah kemana mereka menyembunyikan diri. entah mereka masih sibuk mengamankan perayaan natal dan tahun baruan, atau sengaja bersembunyi sembari cari aman.

Merespon hal ini, telah viral sebuah vidio dari salah satu masyarakat, vidio yang cukup satire menurut pengakuan netizen. Bagaimana tidak sang bapak mengatakan:

"Dimana Kalian FPI? kalian sok2 an menjaga NKRI, NKRI harga mati, pengajian dibubarkan, gereja di amankan. Sekarang NKRI dilanda musibah banjir dimana kalian FPI? imbuhnya, Seharusnya FPI yang di bubarkan tegasnya."

Pernyataan ini merupakan luapan kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah mencabut BHP FPI yang syarat akan bau diskriminatif demi tercapainya kepentingan politik.

Padahal FPI selama ini selalu menunjukan kerja nyata dalam berbagai situasi dan kondisi, terutama dalam situasi dan kondisi bencana dan musibah. Namun di 'habisi'

sedangkan BANSER yang koar2 tanpa pembuktian, kerjanya cuman jaga gereja, menghalangi pengajian, bendera tauhid mereka bakar bah sampah. Malah di bekali 'amunisi'.

Hei pemerintah kalian tidak takut akan turunya azab Allah SWT? Segeralah bertobat, dengan mendukung gerakan2 dakwah menerima apa yang mereka bawa selama itu berasal dari ajaran islam yang mulia. [MO/dp]

Posting Komentar