Endah Kurnia Dewi, S.P

(Guru SDIT dan Pemerhati Perpolitikan Indonesia)

Mediaoposisi.com- Musibah banjir sedang melanda negara  ini. Sudah selayaknya pemerintah memberi empati kepada para korban dan melakukan tindakan pertolongan secara cepat. Tapi yang dilakukan salah satu pejabat negeri ini, malah membuat fitnah terhadap salah satu ajaran Islam. Padahal Islam merupakan agama mayoritas penduduk negara ini.

Menko Polhukam, Mahfud Md menegaskan bahwa sistem khilafah akan merusak bangsa. Pernyataannya tersebut disampaikan pada saat menerima kunjungan dari Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) di kantornya. Pertemuan tersebut membahas tentang ancaman paham khilafah dan diskriminasi terhadap umat Islam atau Islamofobia.

"Tetapi ada hal yang prinsip yang landasan kita berbicara itu, satu, ormas Islam ini sebenarnya dia agak gerah juga terhadap isu sistem lain, tegasnya sistem khilafah lah. Yang sekarang ditawarkan yang agendanya merusak bangsa kita ini sudah sah berdiri sesuai dengan Islam," ujar Mahfud usai pertemuan (m.detik.com, 03/01/2020)

Khilafah telah menjadi momok yang mengerikan bagi rezim saat ini. Rezim mencari berbagai acara untuk membungkam para pegiat kebangkitan khilafah. Bahkan sampai membubarkan ormas-ormas yang terkait dengan khilafah. Dan mempersekusi para ulama yang berceramah tentang Khilafah baik secara sir maupun dzohir.

Ketakutan rezim sebenarnya merupakan perpindahan tangan ketakutan Amerika dan sekutunya. Hal ini karena lembaga agent Amerika Serikat yakni National Intelelligence Council’s (NIC) pernah merilis sebuah laporan yang berjudul Mapping the Global Future pada tahun 2004 silam. 

Dalam laporannya itu diperkirakan bahwa akan ada empat skenario besar dunia di tahun 2020, salah satu yang disebutkan adalah A New Chaliphate atau berdirinya kembali khilafah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global. Tegaknya khilafah adalah pertanda kebangkitan Islam dan tahta kepemimpinan dunia segera beralih ke tangan Islam.

Indonesia yang merupakan jajahan Amerika, secara tidak fisik ini, pun didikte untuk memberangus setiap orang yang mengungkit khilafah. Sehingga akhirnya keluarlah fitnah keji dari sang menteri bahwa khilafah akan merusak bangsa.

Apa landasan sang menteri membuat pernyataan fitnah ini? Sejak kapan khilafah merusak bangsa ini ? Dimana dan bagian mana kerusakan yang telah dibuat khilafah pada negeri ini?  Padahal sistem khilafah belum pernah dipakai sebagai sistem dalam negara Indonesia. Bukankah khilafah saat ini hanya baru sekedar wacana?

Kalaupun ada banyak kerusakan yang terjadi pada negara ini bukanlah karena khilafah. Kemiskinan, pengangguran, korupsi, narkoba, disintegrasi dan invasi China di selat Natuna, itu semua adalah hasil dari diterapkannya sistem sekularisme-demokrasi yang selama ini dianut oleh Indonesia. Lalu kenapa jadi khilafah yang dianggap merusak bangsa?

Sungguh berani seorang menteri yang juga seorang muslim mengatakan bahwa khilafah akan merusak bangsa. Padahal para sahabat Rasulullah Muhammad Saw dan generasi berikutnya,  telah menerapkan sistem khilafah ini secara gemilang.

Khilafah Abu Bakar ash Shiddiq, Umat bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib adalah para pemimpin khilafah. Apakah mereka merusak rakyatnya dengan sistem ini? Sejarah telah mencatat bagaimana khilafah telah memberi kebaikan dan kesejahteraan kepada rakyatnya. 

Ketika masa khalifah Umar bin Abdul Aziz, negerinya makmur dan sejahtera tanpa ada orang miskin di negerinya. Hanya dalam waktu 2 tahun 6 bulan.

Diriwayatkan oleh Ubaid, bahwa Gubernur Baghdad Yazid bin Abdurahman mengirim surat tentang melimpahnya dana zakat di baitulmaal karena sudah tidak ada lagi orang yang mau menerima zakat. Satu kondisi yang berbeda dengan negeri kita dimana orang berebut hanya untuk menerima zakat. Dan masih banyak kisah sejarah yang mengukir kepimpinan di bawah khilafah.

Bahkan Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda dalam sebuah hadits nabawi yang diriwayatkan oleh al-Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat Hudzaifah radhiallahu ‘anhu, bahwa khilafah akan kembali tegak.

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّيَرْفَعُهَا اللهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُخِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُأَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَهُعَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّتَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَهَعَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًاجَبْرِيًّا فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَاإِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَىمِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ. ثُمَّ سَكَتَ

“Akan ada masa kenabian pada kalian selama yang Allah subhanahu wa ta’ala kehendaki, Allah subhanahu wa ta’ala mengangkat atau menghilangkannya kalau Allah subhanahu wa ta’ala menghendaki. Lalu akan ada masa khilafah di atas manhaj nubuwwah selama Allah subhanahu wa ta’ala kehendaki, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengangkatnya jika Allah subhanahu wa ta’ala menghendaki. Lalu ada masa kerajaan yang sangat kuat selama yang Allah subhanahu wa ta’ala kehendaki, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengangkatnya bila Allah subhanahu wa ta’ala menghendaki. Lalu akan ada masa kerajaan (tirani) selama yang Allah subhanahu wa ta’ala kehendaki, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengangkatnya bila Allah subhanahu wa ta’ala menghendaki. Lalu akan ada lagi masa kekhilafahan di atas manhaj nubuwwah.“ Kemudian beliau diam.” (HR. Ahmad, 4/273, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah no. 5)

Maka, sungguh lancang seorang mukmin yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya mengatakan bahwa khilafah akan merusak bangsa. Padahal khilafah adalah salah satu ajaran Islam. Dan Islam merupakan agama terbesar negara ini. Maka sudah selayaknya bila umat Islam menuntut diterapkan sistem khilafah ini.

Wallahu 'alam bishshowab.[mo\fk]

Posting Komentar