Oleh : Rini Andriani
Mediaoposisi.com-Virus Corona (Coronavirus) jenis baru yang ditemukan di kota Wuhan-China masih menyisakan kekhawatiran masyarakat dunia. Virus dengan nama Venni Novel Coronavirus atau 2019-nCov ini sudah menyebar ke sejumlah negara. Tak hanya di Asia, tapi juga AS dan Eropa.
Hingga saat ini tercatat lebih dari 2000 keatas kasus positif terinfeksi 2019-nCov, dan penyebarannya ada di 12 negara.
Lantas apa penyebab keberadaan virus ini? Menurut Reuters, virus Corona jenis baru ini ditemukan berasal dari Wuhan. Dikatakan bahwa virus ini berasal dari pasar yang menjual satwa liar secara ilegal dan satu lagi, kebiasaan warga China menyantap sup kelelawar di duga biang dari menyebarnya virus ini. Virus ini juga diduga dari penyebab virus SARS yang penularannya pun sama, ditularkan dari binatang ke manusia. 
Betapa mengerikan penyebaran virus ini. Wuhan pun seperti kota zombie, dimana mana ditemui korban virus ini, tiba-tiba tergeletak begitu saja. Siapa pun bisa terjangkiti dalam waktu singkat. Tak bisa dipungkiri, hal ini bisa terjadi  dikarenakan sistem kapitalis-liberalis memberikan kebebasan kepada manusia untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan. Termasuk dalam hal makanan. Manusia berhak memakan makanan apa saja yang mereka kehendaki selama tidak mengusik yang lainnya tanpa ada patokan halal haram.
Lebih-lebih saat ini banyak sekali masyarakat dunia yang latah dan dengan bangganya mengadakan berbagai macam challenge yang sengaja dipertontonkan di medsos. Termasuk challenge makan makanan yg tidak wajar dalam hukum Syara'. Jelas saja pada tanggal 4 Juli 2019, seorang warga negara Australia David Dowell tewas akibat menerima challenge memakan tokek hidup, yang belakangan diketahui ternyata ia terinfeksi virus salmonella yang berasal dari tokek tersebut.
Begitulah alam kapitalis yang berhasil mencetak banyak manusia angkuh dengan segenap kemampuan yang mereka miliki. Mengambil apa-apa yang mereka sukai sekalipun menerobos koridor syara'. Tanpa mereka sadari bahwa bagian dari kemampuannya adalah ciptaan Allah SWT yang penggunaannya terikat dengan hukum Syara'. Benar saja , setiap peraturan Allah yang dilanggar manusia pasti akan memberikan musibah bagi manusia itu sendiri.
" Dan hendaklah kamu berhukum dengan apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Dan waspadalah terhadap mereka jangan sampai mereka memperdayaimu atas sebagian yang Allah turunkan kepadamu. Jika mereka berpaling dari hukum yang Allah turunkan, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menumpahkan musibah kepada mereka karena dosa-dosa mereka. Dan sungguh kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. " (QS. Al. Ma'idah: 49)
Islam datang dengan segenap aturan yang lengkap termasuk dalam hal memenuhi kebutuhan jasmani yang berupa pemenuhan makanan. Disitu manusia diajarkan bagaimana manusia harus memilih makanan yang halal.
" Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu" (QS. Al Baqarah: 168)
Dari virus corona, Allah memberikan peringatan kepada manusia agar jangan menjadi manusia yg angkuh atau sombong dengan mencampakkan aturan-aturan Nya. Jika Dia sudah berkehendak, maka manusia tak mampu menolaknya. 
Hanya islamlah yang memberikan aturan sesuai fitrah manusia. Saatnya manusia mencampakkan sistem kapitalis-liberalis yang hanya memberikan penderitaan bagi manusia dan menggantinya dengan penerapan Islam kaffah dalam naungan khilafah.[Mo.db]

Posting Komentar