Oleh: Tsabita Fiddina
(Anggota Komunitas Smart With Islam)


 Mediaoposisi.com- Marah dan sedih itulah kata yang bisa menggambarkan kondisi perasaan umat Islam saat ini. Sudah beberapa kali umat Islam di dera dengan ujian atas maraknya kasus penistaan terhadap Islam dimulai dari Kitabullah, Rasulnya, kriminalisasi ulama dan symbol-simbol Islam  bahkan pokok syariat Islam itu sendiri.

Mungkin tidak ada ruang untuk Islam untuk syiar agama. Selama itu berbicara tentang Islam maka seterusnya akan ada stigma negative tentangnya. Ironisnya hal ini justru terjadi di negeri yang 85% nya adalah pemeluk agama Islam

Di tahun 2017 masih hidup dalam ingatan kita terhadap kasus seorang yang bernama Basuki Cahya Purnama alias Ahok yang telah menistakan salah satu ayat Al quran hingga berujung penjara juga masih sederet kasus lainnya baik itu di lakukan oleh para youtuber,bahkan di lingkungan masyarakat kemudian mengupload di media sosial hingga menjadi viral dan juga di lingkungan sekitar kita tanpa di sadari.

Teranyar kasus Ibu Sukmawati yang merupakan anak dari IR Soekarno telah membandingkan antara perjuangan Nabi Muhammad SAW dengan Ayahnya pada abad ke 20, Dalam sebuah acara diskusi di Jakarta selatan pada Senin 11 november 2019 lalu. Pernyataan Sukmawati ini sangat sangat menyinggung perasaan umat Islam. Sebelum kasus ini, Sukmawati pernah dilaporkan dalam sejumlah kasus. Yakni, pusi berjudul 'Ibu Indonesia' yang dibacakan dalam acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya' di Indonesia Fashion Week 2018.

Dalam puisinya tersebut ada komparasi antara suara azan dan kidung Ibu Indonesia juga antara kerudung dan konde (cnnindonesia, 18/11/19).
Jika memang bukan penistaan, lalu disebut apakah aksi bodoh Sukmawati. Ibarat kata pepatah “tidak ada manusia yang mau jatuh ke lubang yang sama”.

Namun Sukmawati mengulang kebodohan yang sama. Jika bukan karena sengaja atas dasar apa membandingkan Rasulullah yang mulia dan ayahnya yang notabene manusia biasa.

“Hukum Karet” Bagi Penista Agama
Undang undang penodaan agama yang dibuat oleh pemerintah pun tidak efektif menghentikan semua itu. Negara gagal memberikan perlindungan terhadap agama dan gagal menghentikan penodaan dan penistaan agama karena negara yang sistemnya sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) tidak menjadikan Al-Quran dan apa yang di bawa oleh Nabi SAW itu sebagai aturan dalam kehidupan.

Jadi jangan heran jika sering kita dapati orang orang yang telah memperolok olok agama dan syariat Islam  Firman Allah swt., “.Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… [At Taubah : 65-66].

Hukuman Bagi Penista Agama
Imam Ibnu Al-Mundzir berkata, “Para ulama telah berijma’ (bersepakat) bahwa orang yang mencaci maki Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam harus dibunuh. Di antara yang berpendapat demikian adalah imam Malik (bin Anas), Laits (bin Sa’ad), Ahmad (bin Hambal) dan Ishaq (bin Rahawaih). Hal itu juga menjadi pendapat imam Syafi’i.” (Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an, 8/82).

Dengan sistem sanksinya yang tegas akan membuat orang berpikir ribuan kali untuk melakukannya karena terbukti dengan sistem yang ada sekarang tidak mmbuat orang jera untuk mengulangi perbuatannya. Setelah ini, kita tidak tahu bentuk pelecehan apalagi yang akan terjadi. Jawabannya kembali kepada diri kita masing-masing sebagai umat Islam.

Islam merupakan agama yang rahmatan lil ‘alamin yaitu rahmat bagi alam semesta. Islam di kenal karena ada yang mendakwahkannya. Agama Islam tersebar di seluruh pelosok negeri karena ada yang memperjuangkannya.

Syariat Islam seharusnya dijadikan sebagai sumber segala konstitusi sebagai arah orientasi kehidupan manusia selama negara menerapkan itu,maka tidak akan kita dapati lagi orang orang yang mempermainkan agama demi mendapatkan materi atau karena rasa benci terhadap Islam .Karena hanya Islam-lah yang dapat menyelesaikan permasalahan yang ada,baik permasalahan yang kecil hingga besar semuanya dapat diatasi dengan Islam jika negara menerapkannya. Wallahu ‘alam bishowab [MO/kj]


Posting Komentar