Oleh: Andini Sulastri

Mediaoposisi.com- Negara muslim menerima kekerasan, penyiksaan, lemparan bom, lontaran kezoliman sudah menempati periode puluhan tahun.

Puluhan tahun penindasan terhadap Palestina, Rohingya, Gaza, Irak, dan negeri-negeri muslim lainnya, sehingga salah satunya adalah Uighur.

Uighur adalah salah satu suku yang minoritas berada di Xinjiang, China. Uighur juga salah satu tempat yang terdapat muslim disana. Sama hal nya dengan negeri Timur Tengah, Uighur juga mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari rezim.

Penyiksaan, pembantaian, pemboikotan, itulah yang diterima oleh umat muslim Uighur. Mereka dipersekusi oleh rezim dengan penyebab karena mereka bermabda Islam.

Nampak jelas kekhawatiran yang ditunjukkan oleh kaum kafir. Kaum kafir takut akan rapatnya pasukan muslim, kaum kafir takut akan berjaya nya Islam, kaum kafir terus mencoba menunda penegakkan daulah Islamiyah yang mereka sudah mengetahui bahwa itu adalah janji Allah yang akan tegak.

Kedzoliman Komunis China

Rezim China telah menyiksa umat muslim habis-habisan tanpa henti. Tidak ada pula kesempatan bagi umat muslim melaksanakan ibadah.

Besar kemungkinan rezim takut jika muslim tahanannya melaksanakan aktivitas yang akan mendekatkan dengan Allah, sehingga akan semakin bertambah keimanannya.

Hal tersebut akan semakin sulit bagi komunis China untuk mengeluarkan muslim Uighur dari ideologinya.

Bukti kedzoliman komunis China yang menunjukkan kebenciannya terhadap Islam dan ketakutannya akan bangkitnya muslim adalah dengan pencucian otak dan pependoktrinan.

Umumnya, pencucian otak maupun pendoktrinan pemikiran melalui interaksi yang disampaikan konsep pemikiran, dengan kata lain mentransfer pemikiran orang tersebut kepada orang yang dituju.
Namun berbeda dengan muslim di Uighur sana. Umat muslim bukan lagi di cekoki pemikiran-pemikiran komunis kapitalis. 

Melainkan dengan disetrum oleh listrik. Sungguh bringas rezim komunis China terhadap muslim. Begitu kejamnya manusia-manusia yang berada pada zaman kapitalis ini.

Daulah Islam Sebagai Solusi

Umat Islam harusnya tidak diam saat saudara nya disakiti seperti ini. Muslim yang bangkit pemikirannya, yang merasakan sakit seperti yang dirasakan saudaranya merupakan bagian dari muslim yang sadar.

Di Indonesia banyak berbagai kelompok pergerakan yang sadar akan kerusakan pada negeri dizaman ini. Diantaranya adalah masyarakat, mahasiswa, komunitas-komunitas muslim, ormas-ormas Islam.

Mereka memiliki berbagai cara tersendiri dalam menyikapi penderitaan saudara muskim yang tertindas. Ada yang dengan menyumbangkan dana sosial, menggelontorkan makanan-makanan, mengirimkan kebutuhan-kebutuhan pokok, dan lainnya.

Penduduk Yogyakarta pun memiliki argumen yang sama dalam barisan pembelaan Islam. Pada hari Sabtu, 21 Desember 2019 berbagai aliansi yang ada di Yogyakarta melaksanakan aksi bela Uighur yang diwadahi oleh aliansi Jogja bergerak.

Ada suatu gagasan hakiki dan cemerlang yang dibawa oleh peserta aksi bela Uighur di Yogyakarta ini. Yaitu menyatakan bahwa daulah Islam lah yang bisa menyelesaikan permasalah pada Uighur dan permasalah yang terjadi di berbagai negara, daulah Islamlah yang menjadi solusi.

Sebab Islam adalah solusi dari berbagai permasalahan. Karena solusi yang dibawa dari Islam bersifat masuk akal, menenangkan hati dan menentramkan jiwa.

Islam adalah agama yang sempurna. Apa-apa yang dibawa oleh Islam adalah benar. Islam mengatur segalanya, mulai dari bangun tidur hingga bangun negara. Tidak ada satu urusanpun yang tidak diatur oleh Islam.

Daulah yang dapat menyelesaikan solusi di Uighur dan negara muslim lainnya. Sebab dengan berdirinya daulah Islam, itu dengan otomatis akan terjadinya perbaikan-perbaikan pada negara tersebut. Dengan berdirinya daulah Islam, itu mengartikan sudah bisa terlaksananya aturan-aturan Islam yang bersasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Jihad, qisas dan uqubat lainnya tidak akan bisa terlaksana jika tidak ada institusi yang melaksanakannya. Tidak adanya institusi, maka tidak akan pula terterap hukum syara' secara kaffah.

Karena dengan tegaknya daulah Islam, seorang Khalifah akan memastikan terlterapkannya syariat Islam. Dan dengan terterapkannya syariat Islam secara kaffah, maka selesailah masalah-masalah yang ada.

Daulah Islam menjadi solusi paling tepat dari seluruh permasalahan yang ada. Daulahlah yang dapat menaungi umat dipenjuru dunia. Bukan hanya umat muslim, non muslim pun mendapatkan dan menikmati kesejahteraan dari daulah itu sendiri. Karena Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. [MO/ip]

Posting Komentar