Oleh: Indah Purnama
(Mahasiswa, Aktivis Dakwah)

Mediaoposisi.com-  Muslim diibaratkan anggota tubuh, ketika satu bagian tubuh merasa sakit, maka bagian tubuh yang lain pun akan merakasan kesakitannya.

Saat ini kaum muslin tengah merasakan kesakitan yang teramat dalam, karena kurang lebih satu juta saudara muslim yang ada di Xinjiang yakni muslim Uighur mendapatkan perlakuan yang keji dari China.

Mereka diperlakukan tidak seperti selayaknya memperlakukan manusia. Meskipun China mengatakan camp-camp yang dibangun sebagai sekolah kejujuran yang memberikan Pendidikan dan pelatihan kerja untuk meredam isu ekstremisme (cnbc Indonesia). 

Namun, pada faktanya yang mereka dapatkan adalah penindasan, kaum wanita diperkosa, mereka disiksa tanpa ampun, meraka disakiti tidak hanya secara fisik tetapi juga mental, bahkan mereka disuruh untuk meninggalkan keimanannya.

Melihat semua yang terjadi apakah penguasa akan bertindak? Tidak. Inilah malapetaka yang terjadi jika tetap menerapkan system demokrasi. System yang berasaskan sekuler, agama tidak mengatur urusan kehidupan. 

Tidak hanya menimpa uighur, palestina, suriah dan masih banyak penindasan terhadap kaum muslim yang tidak terekspos. Penyebabnya tidak lain karena sistem yang diterapkan bukan sistem islam. 

Tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari demokrasi, semua kebijakan, peraturan hanya untuk kepentingan penguasa, bukan untuk melindungi, mensesahterakan umat.

Islam adalah solusi. Islam tidak hanya sekedar agama, tetapi ideologi yang memiliki segenap peraturan dalam mengurusi kaum muslim, aturan dibuat oleh Sang Pencipta bukan manusia yang akan diterapkan dalam naungan Khilafah. [MO/ip]


Posting Komentar