Oleh : Kriss jay
(Jurnalis Media Oposisi)

Mediaoposisi.com-Bu Suk kembali membuat sakit hati umat Islam. Setelah puisinya yang membandingkan suara azan dengan lagu kidung Ibu Indonesia dan cadar dengan konde, kali ini Bu Suk itu menistakan Nabi Besar Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dengan membandingkannya dengan Soekarno.

Hal ini menjadi PR Bersama umat muslim terutama yang ikut dalam aksi 212 (Senin, 2/12/19) untuk menyuarakan penjarakan Bu Sukmawati kerena telah menistakan agama islam.

Setelah terang-terangan menista agama di muka umum, bu sukmawati  tidak kunjung ditangkap, meskipun sudah banyak pihak yang melaporkan tindakan Bu Suk ke aparat berwajib.

Hari ini, penista agama bu sukmawati belum kunjung juga ditahan, padahal beliau telah dua kali menistakan agama islam, seakan-akan pemerintah tidak adil oleh perkara hukum. Nenek minah, hanya mencuri 3 kakao hukumannya lebih berat dari koruptor kelas kakap dan hukuman nyeleneh lainnya yang langsung di-adili oleh aparat.

Sudah selayaknya tuntutan utama reuni 212 kali ini ialah memenjarakan Bu Sukmawati, karena ruh aksi 212 ialah soal kasus penistaan agama yang dulu pernah dilakukan oleh ahok.

Kita pasti menyadari bahwa terkadang, hukum selalu runcing kebawah, kita adalah masyarakat yang harus menuntut keadilan oleh pemerintah, mengapa sampai sekarang Bu Suk belum juga diadili oleh aparat ? tentu hal tersebut perlu dipertanyakan.

Janji suci aksi reuni 212 harus dapat memenjarakan sang penista agama ini, tidak 
perduli dia adalah anak dari proklamator Indonesia Ir.Soekarno dan orang dalam golongan atas, karena “HUKUM ITU HARUS ADIL”.

Dia secara sadar dan waras mengucapkan penistaan agama yang ditujukan untuk agama islam. Kita hanya ingin dia di-adili atas perbuatannya, dan ini bukanlah perkara yang main-main.

وقد حكى أبو بكر الفارسي من أصحاب الشافعي إجماع المسلمين على أن حد من سب النبي صلى الله عليه و سلم القتل كما أن حد من سب غيره الجلد
Abu bakar al-Farisi, salah satu ulama syafiiyah menyatakan, kaum muslimin sepakat bahwa hukuman bagi orang yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bunuh, sebagaimana hukuman bagi orang yang menghina mukmin lainnya berupa cambuk.
Dan Allah telah berpesan :
“Hai orang-orang mu’min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad 47: 7)

Posting Komentar