Oleh : Sukma Oktaviani
(Aktivis Dakwah, Mahasiswa)
Mediaoposisi.com- Bentrokan terjadi antara sejumlah massa ormas Islam dengan kelompok Nahdhlatul Ulama (NU) di depan Kantor PCNU Solo, Jawa Tengah. Bentrokan tersebut terjadi pada Jumat (6/12) sekitar pukul 15.15 WIB.
Awalnya, rombongan massa yang mengatasnamakan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dan Forum Umat Islam Surakarta (FUIS) melewati jalan di depan Kantor PCNU Solo. Namun, massa tersebut membunyikan suara motornya dengan keras dan memicu massa Pagar Nusa dan Banser yang tengah berjaga di Kantor PCNU Solo keluar. (Wowkeren.com)
Dari kejadian bentrok tersebut beberapa waktu lalu sempat beredar di media sosial, tepatnya di sebuah akun yang menggugah vidio dengan judul “Masa HTI Serang Kantor PCNU Surakarta Solo”. Hal tersebut merupakan fitnah yang sangat keji yang dilontarkan kepada HTI. karena Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sendiri tidak menggunakan kekerasan terhadap metode dakwah yang mereka terapkan dalam organisasinya.

Ustadz Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memberikan klarifikasi di media sosial terhadap kejadian ini, beliau menjelaskan bahwasannya Hizbut Tahrir Indonesia tidak terkait dengan peristiwa penyerangan kantor PCNU dan sungguh menyayangkan peristiwa itu terjadi. Beliau juga menghimbau agar fitnah yang diberikan kepada HTI itu tidak perlu dikembangkan karena fitnah tersebut sangat keji.

Dalam klarifikasinya juga beliau berharap konflik yang sempat muncul segera diredakan dan didamaikan, karena setiap muslim itu bersaudara, tidak boleh ada perpecahan di tengah kaum muslimin, dan tidak sedikitpun kebaikan di dalamnya. Beliau berpesan agar umat muslim senantiasa menjaga ukhwah.

Dari klarifikasi di atas sudah jelas bukan bahwasannya HTI tidak terlibat dalam penyerangan tersebut? Namun bisa kita lihat bersama, betapa seringnya HTI dijadikan kambing hitam pada setiap kerusuhan yang terjadi, seolah segala kerusuhan yang terjadi adalah ulah HTI.

HTI Tetap Lanjutkan Dakwah

HTI merupakan lembaga atau organisasi yang selama ini istiqomah menyampaikan dakwah yang bernapaskan Islam. Seperti yang kita ketahui bersama , HTI dalam semua narasi dakwahnya senantiasa mengerucutkan solusi dari semua problematika yang terjadi di dunia ini yakni dengan tegaknya khilafah.

Solusi yang diberikan ini pula lah, yang menjadi salah satu sebab dibubarkannya HTI di Indonesia. Paham khilafah yang HTI dakwahkan terhadap umat, sekarang ini sedang ditakuti oleh pemerintah, paham yang dianggap akan menghancurkan keutuhan bangsa inilah yang membuat HTI menjadi organisasi yang mendapat stigma buruk dari pemerintah, juga individu dan masyarakat negeri ini.

Padahal khilafah yang di dakwahkan HTI memang benar-benar ajaran Islam, dan khilafah bukanlah pemecah belah bangsa. Sebagai bukti, selama 14 abad khilafah mampu memimpin dunia, yang didalam institusinya bukan umat Islam saja yang hidup disana, namun banyak juga kaum diluar Islam yang hidup dalam naungan Khilafah.

Seorang pakar study keislaman dari Skotlandia memberikan penjelasan perihal bagaiamana peran peradaban Islam dalam naungan khilafah bagi dunia. Penjelasannya yakni,
Cukup beralasan jika kita menyatakan bahwa peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. Tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi ‘dinamo’-nya, Barat bukanlah apa-apa. - Willian Montgomerry Watt

Selain beliau, ada pula seorang sejarawan Barat asal Jerman, beliau memberikan penjelasan perihal peradaban Islam, juga kesedihan yang mendalam tatkala jatuhnya kekhilafahan Andalusia.

Semua ini (yakni kemajuan peradaban Islam) telah memberikan kesempatan baik bagi kami untuk mencapai kebangkitan (renaissance) dalam ilmu pengetahuan modern. Karena itu, sewajarnyalah kami senantiasa mencucurkan airmata tatkala kami teringat akan saat-saat jatuhnya Granada. (Granada adalah benteng terakhir kekhilafahan Islam di Andalusia yang jatuh ke tangan orang Eropa) - Emmanuel Deutscheu

Maka, sudahlah jelas bahwasannya khilafah dan Islam memang bukan hanya mendamaikan dan mensejahterakan umat Islam saja, namun untuk seluruh umat di dunia pula. Sudah menjadi kepastian dan janji Rosulullah SAW, bahwasannya khilafah akan tegak kembali.

Khilafah’ala minhajin nubuwah, sebagai mana yang di sabdakan dalam hadits Rosulullah SAW, Rasulullah SAW bersabda, “…Selanjutnya akan kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad)

Syaikh Abu al-Turab Sayyid bin Husain al-‘Affani pun dalam A’lam wa Aqzam Fi Mizan al-islam  (1/376) menegaskan: “Hadits ini merupakan hadits shahih yang menegaskan kembalinya Khilafah Islamiyyah.”

Khilafah merupakan institusi yang keberadaanya menjadi tali penguat umat, yang kini umat Islam berceceran tanpa induk yang menguatkannya. Seperti fakta kerusuhan sebelumnya, adanya kerusuhan tersebut salah satunya yakni tidak adanya tali penguat umat Islam, sehingga sering sekali terjadi pecah belah antar umat Islam.

Khalifah sebagai seorang pemimpinnya akan senantiasa menjaga ukhwah rakyatnya, terutama melindungi Islam dari berbagai adu domba dan penistaan manusia pembencinya.

Menjadi sebuah kepastian bukan bahwa khilafah akan tegak kembali? di akhir zaman ia menjadi fase terakhir umat Islam. Maka dari itu, seharusnya sangatlah wajar dan juga merupakan kewajiban untuk mendakwahkan khilafah karena ia termasuk kepada syaria’at Islam.

Jika mengaku Islam dan beriman kepada Allah, tidak bisa apabila kita tidak mengimani Rosulullah juga syari’at yang dibawanya. Islam bukanlah prasmanan yang hanya kita pilih aturan yang kita cocok, sedang yang lainnya kita acuhkan.

Maka dari itu HTI tidaklah salah dan tujuannya sangatlah jelas, HTI sebagai lembaga dakwah yang peduli akan persatuan umat, sangat ingin dunia ini kembali menerapkan seluruh aturan syaria’at secara menyeluruh dalam naungan khilafah. HTI tetap lanjutkan dakwah! Wallahu ‘alam

Posting Komentar