Oleh : Fadillah Khairunnisa
(Aktivis Dakwah, Mahasiswa)

Mediaoposisi.com- Kelahiran Nabi Muhammad SAW, merupakan bagian awal dari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, kelahiran Nabi Muhammad menjadi salah satu hari yang di tunggu dan diperingati ummat Islam dari dulu hingga sekarang. Nabi Muhammad lahir di Mekkah hari senin, pada tanggal 12 Rabi’ul Awal amul fiil, atau tahun gajah. 

Nabi Muhammad lahir dari sepasang suami istri yaitu Abdullah dan Aminah, namun sang ayah Abdullah meninggal dunia ketika pulang ke Mekkah, dan pada saat itu Aminah masih mengandung Nabi Muhammad pada usia 2 bulan. 

Saat Nabi Muhammad lahir, Aminah menemui Abdul Muththalib yang merupakan kakek Nabi Muhammad dan Abdul Muththalib mengambil Nabi Muhammad yang masih bayi dan membawanya ke Ka’Bah dan bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya.

Cerita kelahiran Nabi Muhammad sangat indah, namun apa jadinya jika ada yang menghina kelahiran Nabi Muhammad ?

tirto.id – Pendakwah Ahmad Muwafiq atau yang biasa disapa Gus Muwafiq mendapat sorotan media massa lantaran ceramahnya yang dianggap menghina Nabi Muhammad. Ceramah itu terjadi di Purwodadi, Jwa Tengah, beberapa waktu yang lalu.

Pada ceramah yang diisi Ahmad Muwafiq saat itu berisi tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW dan kehidupan masa kecilnya, Ia menceritakan dari Nabi Muhammad lahir itu sama saja dengan lahirnya bayi-bayi pada zaman itu, tidak ada cahaya yang bersinar dari Nabi Muhammad pada saat lahir, karena jika bersinar maka Nabi Muhammad gampang diketahui keberadaannya oleh pasukan Abrahah yang pada saat itu menyerang Mekkah dengan pasukan gajah. 

Ia juga mengatakan, jika Nabi Muhammad pada saat kecil termasuk anak kecil yang “rembes”, dimana kata ini mengandung unsur menjelekkan Nabi Muhammad SAW.

Amir Hasanudin, selaku anggota DPP Front Pembela Islam (FPI) yang mendengar perkataan Ahmad Muwafiq itupun tidak suka dan mengatakan tindakan tersebut termasuk menghina Nabi Muhammad.

detik.com – Amir Hasanudin pun melaporkan Ahmad Muwafiq ke Bareskim Polri. “Laporan ini ditujukan kepada Ahmad Muwafiq terkait dugaan penistaan agama. Sebagaimana masalah 165a KUHP yang sekiranya terjadi di daerah Purwodadi pada saat acara Maulid Nabi pada tanggal 6 November 2019”, ujar pengacara Amir Hasanudin, Aziz Yanuar, di Bareskim Polri (4/12/2019)

“Sebenarnya statement itu kan Bahasa Jawa, kita singkat saja Rasulullah SAW itu dikatain dekil, enggak diurus, rembes. ‘Rembes’ itu kan kalua orang Jawa ya macam-macam, ada ‘umbelan’ dan sebagainya,” ujar Amir.

Butuhnya Kesadaran Umat

Zaman sekarang, masyarakat sering yang namanya lengah melihat hal-hal yang berhubungan dengan agama dan Nabi Muhammad SAW. Tingkat kesadaran ummat lemah akan semakin banyaknya terjadi kejadian menistakan agama atau menghina Nabi Muhammad, padahal sejatinya kita sebagai umat Nabi Muhammad sudah pasti harsu memuliakan Nabi Muhammad SAW. 

Nabi Muhammad pada saat lahir memancarkan cahaya seperti dalam surah Al-Maidah/5:15, Allah berfirman, yang artinya “Sungguh telah datang kepadamu,dari Allah, ‘cahaya’ dan kitab terang benderang”. 

Para muhassir sepakat bahwa yang dimaksud dengan “Nuur : cahaya” pada ayat itu adalah Nabi Muhammad Saw. Cahaya di wajah Nabi Muhammad SAW ini semakin nyata jika kita membaca sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Ummul Mukmin Aisyah RA, “…tiba tiba masuk Rasulullah SAW dari pintu, dengan wajah yang bercahaya nan indah, hingga rumah menjadi terang di tengah gelapnya malam karena cahaya di wajahnya…

Urgentnya kita dan masyarakat lainnya sadar bahwa kita harus memuliakan dan mencintai Nabi Muhammad sangat diperlukan, agar tidak ada lagi yang namanya penista agama dan menghinakan Nabi Muhammad SAW.

Solusi Fundamental

Lantas, bagaimana untuk menyadarkan seluruh umat Islam di Indonesia, dimana Indonesia ini sudah urgent dalam hal “penista agama”. Tidak cukup dengan hanya suatu organisasi menyerukan kebenaran, mendakwahkan ke sesama muslim, butuh yang namanya peran negara dalam melawan penista agama dan menghilangkan peristiwa yang sering terjadi ini. 

Negara merupakan sumbu utama dalam setiap pergerakan umat, butuh yang namanya pergantian sistem, yaitu sistem negara Islam, sudah tidak asing lagi mendengar Khilafah di muka Indonesia, Indonesia dan umat islam seluruh dunia memang butuh yang namanya Khilafah, sistem pemerintahan Islam.

Posting Komentar