Oleh : Fadillah Khairunnisa
(Aktivis Dakwah, Mahasiswa)

Mediaoposisi.com- Aksi persatuan ummat kembali terjadi, aksi bela Uighur yang di adakan oleh aliansi Yogyakarta pada hari Sabtu (21/12/2019) diikuti dan dihadiri oleh banyak masyarakat muslim yang sadar bahwa Uighur telah sangat tertindas dan butuh suara kami. 

Aksi ini diikuti oleh banyak kalangan, mulai dari anak kecil sampai yang tua sekalipun. Beberapa ada warga negara asing yang datang, bule-bule itu mendukung aksi bela Uighur tersebut, mereka mengikuti longmarch yang dimulai dari masjid Syuhada hingga titik 0 Yogyakarta.

Mayoritas yang mengikuti aksi ini adalah para Mahasiswa Yogyakarta, ada pula yang mengikuti yaitu ibu-ibu, dan karyawan warung makan Spesial Sambal (SS) yang menurunkan kurang lebih 40 karyawan SS, Taufikkin yang merupakan KOMSAT GP UMY mengatakan “ Sesama muslim adalah saudara, apakah kita hanya diam melihat perlakuan orang kafir terhadap umat Islam?”. 

Seorang ibu tak tanggung-tanggung mengikuti aksi ini, beliau membawa anaknya yang masih kecil, untuk memberikan pengajaran bahwa rusaknya sistem sekarang yang dzalim kepada ummat muslim, dan beliau menyuarakan bahwa hanya Khilafahlah solusi tuntas untuk menyelamatkan muslim Uighur dan ummat muslim lainnya.

Para Mahasiswa menyuarakan dan berorasi bahwa aksi tersebut bukanlah aksi anarkis, melainkan aksi untuk membela ummat Islam diseluruh belahan bumi terutama Uighur. Bagaimana bisa kita tidak merasakan penderitaan muslim disana sedangkan kita saudara? “Kita tidak dapat melawan secara politik dan diplomasi maupun militer, akan tetapi kita melwan dengan menerapkan sistem islam di mukabumi” ujar Izzadin, DKM ITY.

Aksi yang dilakukan di Yogyakarta dan disaksikan oleh banyak masyarakat, dan InsyaaAllah diberkahi oleh Allah ini menjadi saksi perjuangan rakyat dan pemuda-pemuda Indonesia, aksi yang tidak hanya di Indonesia namun sudah dilakukan oleh negara-negara lain ini, semoga membuka mata masyarakat mengenai dzalimnya sistem sekarang yang tidak menaungi ummat Islam, dan hanya diam ketika ummat Islam ditindas bahkan dibantai. [MO/fk]

Posting Komentar