Oleh : Sukma Oktaviani
Mediaoposisi-Peran ayah dalam keluarga memang sangat penting. Sosok ayah seharusnya mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Terutama, bagi setiap anak perempuan ayah merupakan cinta pertamanya. Apabila peran ayah menghilang, atau kegagalan peran ayah terjadi maka sangat berimbas sekali pada perilaku anak-anaknya. 

Namun begitu mirisnya dizaman ini peran ayah sungguh tergerus oleh virus-virus perusak pemikiran. Beberapa kasus perihal pelecehan ayah terhadap anak perempuannya sudah bukan lagi momok yang aneh dan menakutkan ditelinga kita bukan? Sebagai bukti beberapa waktu belakangan ini terjadi hal yang sangat memilukan.

Ayah bernama Munirul (36) asal Gedangan, Kabupaten Malang tega mencabuli putri kandungnya sendiri berinisial AG (16). 

Menurut Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, tersangka melakukan aksinya saat korban tengah tertidur di ruangan rumahnya di Gedangan, Kabupaten Malang.
"Tempat tinggal tersangka memang hanya ada satu ruangan, di rumah itulah yang selama ini menjadi tempat beristirahat sekaligus beraktivitas bagi tersangka, istri, dan anaknya (korban)," kata Andaru.

Pelaku mencabuli putri kandungnya saat korban tengah tidur di samping ibu kandungnya. "Aksi pencabulan ini dilakukan tersangka dengan cara mengerayangi organ vital korban," lanjut Andaru.
Korban sebenarnya bukan mau diperlakukan bejat tersebut, namun tersangka kerap kali melakukan perbuatan kasar terhadap korban dan ibunya yang juga istri tersangka sendiri.

"Korban pasrah diperlakukan begitu lantaran tersangka dikenal sebagai sosok yang tempramental. Selain sering berbuat kasar kepada istrinya, korban juga pernah dimarahi hingga dianiaya oleh MN," terangnya dilansir Okezone, Jumat (15/11/2019).

Ironis, orang tua yang terutama ayah sejatinya harus menjadi pelindung bagi keluarganya justru malah menjadi perusak masa depan anaknya. Kasus yang didasari akibat psikologi atau temperamental sang ayah ini menjadi bukti semakin tergerusnya fitrah seorang ayah.

Akar Permasalahan

Adanya problem di atas tidak lain dan tidak bukan itu semua akibat berlakunya sistem kapitalisme di negeri kita. Kapitalisme merupakan sebuah ideologi yang dimana dasarnya adalah pemisahan agama dari kehidupan, atas dasar itulah didalam sistem ini segala perbuatan menjadi bebas tanpa batas. Hukum-hukum Allah dianggap tidak penting.

Standar kebahagiaan yang diemban kapitalisme adalah terpenuhiya kebutuhan jasmani dan naluri mereka, sehingga mereka lebih mendahulukan nafsunya. Perzinahan dianggap biasa, pembunuhan dianggap sepele, dan semua kemaksiatan bukan lagi momok yang menakutkan. Hukuman yang diberikan sistem kapitalisme ini pun tak mampu memberi efek jera terhadap individu masyarakatnya.

Begitu rusaknya zaman ini bukan? Tatkala kapitalisme menjadi sistem kebanyakan negara di dunia
Akibat dari dasar dan standar kebahagiaan sistem kapitalisme ini, akhirnya mereka tak mampu mencetak individu-individu yang kuat imannya, taat kepada aturan Allah, dan takut akan adzab yang Allah berikan.

Mereka tak mampu mendidik generasinya, namun hanya mampu merusak generasinya, yang menjadi miris dan menjadi titik keprihatinan kita yakni generasi mayoritas negeri ini adalah Muslim. Selain dari sisi sistem yang tak mampu mendidik individu masyarakatnya, ada pula sisi dimana kapitalisme ini berperan dalam bidang ekonomi.

Ekonomi yang menggunakan sistem kapitalisme ini sangat mencekik rakyat-rakyat yang tak punya modal besar, sehingga para pemilik modal kecil, atau bahkan individu yang miskin, mereka akan tertindas sangat keji. Sehingga, tak aneh jika kini yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin.

Dari fakta sistem kapitalisme diatas, itulah yang menjadikan seorang ayah pun hilang fitrahnya. Keimanan yang tipis, akibat tidak ada pendidikan agama yang kuat dari negara, hal itu menjadikan dia lupa bahwa dia adalah sosok ayah yang seharusnya menjadi teladan bagi anaknya.

Selain itu, faktor psikologi pun sangat berpengaruh, tempramental yang terjadi pada fakta berita di penjelasan sebelumnya sangat mungkin terjadi akibat stresnya ia menghadapi kebutuhan yang semakin melejat sedang peluang pekerjaan begitu sedikit,

Miris bukan? Sebagai generasi muda yang terutama generasi muslim akankah kita diam saja?

Solusi Fundamental

Dari kegagalan sistem kapitalisme yang kini sedang digaung-gaungkan seharusnya kita sadar bahwa tidak akan mampu sistem ciptaan manusia ini memberikan kesejahteraan, juga penyelesaian yang mengakar terhadap setiap permasalahan

Ketika Islam diterapkan dalam naungan khilafah, khilafah wajib memberikan pendidikan yang baik, terutama pendidikan agama dalam individu masyarakatnya. Tercatat dalam sejarah bagaimana tatkala Andalusia menjadi negeri yang gemilang akibat banyaknya ilmuan Islam disana, ilmuan yang pandai akan ilmu dunia dan akhirat.

Selain itu, khilafah juga wajib menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya. Tercatat di sejarah ketika Rosulullah Saw memberikan uang kepada peminta-minta dengan pesan untuk menggunakan sebagian uang tersebut untuk membeli kapak. Kapak tersebut digunakan oleh sang peminta-minta untuk bekerja mencari kayu bakar dan menjualnya.

Begitu sejahteranya hidup dalam naungan khilafah, khilafah pun memperbolehkan warganya mengelola tanah untuk kebutuhannya. Dalam Islam sangat mengatur juga kepemilikan diantara manusia untuk pendistribusian kekayaan yang telah Allah anugrahkan. Sehingga tidak akan ada pemilik modal yang berkuasa, atau monopoli kekayaan oleh para pemilik modal besar. 
 
Dari kebijakan yang diberikan Islam terhadap hak-hak rakyatnya, maka tidak akan mungkin terjadi permasalahan seperti apa yang terjadi didalam sistem kapitalisme yang diterapkan di negara kita ini. Oleh karena itu, marilah kita berjuang untuk mengembalikan kejayaan Islam, agar segala problematika yang terjadi selesai secara tuntas. Wallahu ‘alam. [MO/SO]
 

Posting Komentar