Oleh : Sukma Oktaviani
(Aktivis Dakwah, Mahasiswa)

Mediaoposisi.com- Generasi muda adalah aset yang mahal, dan ia tak ternilai harganya. Dalam sejarahnya kemajuan suatu bangsa adalah bagaimana kondisi pemudanya. 

Begitu pentingnya pemuda dalam suatu bangsa, kaum muda memiliki potensi yang luar biasa, kobaran semangat mereka sulit dipadamkan. Terlebih, jika kobaran semangat itu dibarengi dengan luasnya ilmu pengetahuan, suatu kepastian suatu bangsa akan mengalami perubahan.

Dalam hal ini, bagaimana jika suatu bangsa pemudanya miskin akan ilmu, dan terutama rusak adabnya? Adakah perubahan dimasa depan? Mungkin ada, tapi perubahan itu mendekat pada kehancuran. Seperti negeri kita sekarang ini, banyak sekali kejadian-kejadian memilukan perihal pemuda.

Beberapa waktu lalu terdengar berita tentang seorang guru yang dikeroyok dan ditikam hingga tewas oleh muridnya.

Alexander Warupangkey (54), guru SMK Ichtus, Manado, Sulut, ternyata lebih dulu dikeroyok sebelum ditikam hingga tewas oleh muridnya. Pelaku pengeroyokan sudah ditangkap polisi.

"Dari hasil pemeriksaan 6 saksi yang saat kejadian ada di TKP (tempat kejadian perkara) kepolisian akhirnya menetapkan satu tersangka baru, yakni OU (17), yang ikut mengeroyok korban ketika pelaku FL melakukan aksi penikaman," ujar Kapolresta Manado Kombes Benny Bawensel saat dimintai konfirmasi, Sabtu (26/10/2019).

OU ditangkap polisi pada Jumat (25/10) di rumahnya, Desa Koka, Mapanget Barat. OU merupakan pelajar di SMK Ichtus.

Rencananya, polisi akan menggelar rekonstruksi ulang kasus penikaman guru SMK di Manado. Kondisi psikologis kedua tersangka juga akan diperiksa. (detiknews)

Beberapa data yang penulis baca pengeroyokan dan penikaman di atas terjadi karena murid marah akibat ditegur ketika sedang merokok. Miris bukan? Mau jadi apa negeri kita ini, jika permasalahan generasi muda terus terjadi. Sudah sering bukan kita mendengar berita semacam ini?

Langkah yang pemerintah kita ambil perihal permasalahan ini, smemang patut di apresiasi, terkait penangkapan dan pemeriksaan kondisi psikologis tersangka. Namun, apakah itu semua dapat menyelesaikan masalah generasi muda bangsa ini secara mengakar, hingga tak terjadi kejadian yang semacam ini lagi?

Akar Problematika Generasi
Jika kita amati, kondisi yang terjadi di negeri kita seperti rusaknya generasi muda, semua itu tidak lepas dari pengaruh paham-paham Barat yang memang bertujuan merusak generasi muda, terutama di negeri kita yang generasinya mayoritas muslim.

Paham-paham yang mereka sebarkan, dengan skenario yang sudah mereka rancang, yakni paham liberalisme, sekularisme, dan isme-isme lain yang memang digunakan untuk menginfiltrasi pemikiran generasi muda yang terutama generasi muslim. Semua paham itu mereka sebarkan secara tersruktur dalam bentuk Negara, juga dalam mentuk media-media yang mereka kuasai.

Paham-paham tersebut mengajarkan generasi muda untuk hidup bebas, berbuat tanpa pertimbangan aturan agama. Semua paham itu membuat generasi muda akhirnya mencari kebahagiaan dunia yang sementara saja. Maka tidak heran generasi muda saat ini dengan bebas bisa merokok dilingkungan sekolah, atau bahkan berani membunuh gurunya sendiri karena nafsu nya.

Kondisi generasi muda ini harus menjadi perhatian untuk kita semua, baik masyarakat, orang tua, maupun Negara. Namun, sayangnya orang tua yang seharusnya menjadi rujukan pertama bagi anaknya, pendidik utama bagi anaknya, yang harus menanamkan keimanan, dan membangun ketaatan kepada agama (aturan Allah). Kini, kebanyakan dari mereka malah sibuk mencari materi, hingga banyak anak yang tidak terkontrol pergaulannya.

Meskipun ada sebagian orang tua yang peduli terhadap anaknya, tapi mereka juga hanya memperdulikan perihal kehidupan dunia, pendidikan dunia, dan lupa menanamkan ilmu agama di dalam diri anak-anaknya.

Selain orang tua, seharusnya Negara yang memiliki wewenang besar juga mampu mendidik generasi negeri ini, bahkan mendidik para orang tua agar mereka mampu mendidik anaknya. 

Mirisnya, pada saat ini sistem yang digunakan Negara ini pun adalah sistem yang rusak, sistem yang berjalan tanpa aturan Allah SWT, sistem inilah yang menyebabkan kurangnya perhatian keluarga, dan rendahnya ketakwaan individu.

Sistem di Negara kita ini pun yang telah membuat masyarakat acuh  terhadap kondisi yang rusak disekeliling mereka, karena mereka dituntut fokus pada kehidupan mereka dengan senantiasa mencari materi dan kebahagiaan dunia saja.

Islam Solusi Fundamental

Semua problematika yang sudah kita bahas di penjelasan sebelumnya, semua itu hanya bisa tuntas jika diterapkannya syariat Islam, yang jelas-jelas merupakan aturan yang turun dari pencipta alam semesta ini yakni Allah SWT.

Islam sebagai agama juga sistem kehidupan sudah terbukti selama 13 abad mampu melahirkan  para pejuang Islam, para ilmuan, dan cendekiawan yang hebat. Seperti Abu Qasim Al-Zahrawi atau yang dikenal Barat dengan nama Albucasis beliau adalah ulama dan ahli bedah terkemuka.

Selain itu, Muhammad Al-Fatih sang penakluk Konstantinovel atau Turki sekarang, beliau adalah pemuda hebat di zamannya, zaman dimana Islam menjadi peraturan dalam segala aspek kehidupan. Beliau adalah panglima perang, juga pemuda yang  taat akan syariat Islam.

Pemuda masa peradaban Islam adalah pemuda yang hidup dengan bekal ilmu dan pembentukan mental yang sehat dan kuat, ditopang dengan pembentukan sikap dan nafsiyah yang baik. Kehidupan pemuda di era kekuasaan Islam tidak penuh dengan leha-leha, dan hura-hura. Tetapi kebanyakan dari mereka saling berlomba-lomba dalam menuntut ilmu dan dalam kebaikan.

Tidakkah kita rindu akan peradaban yang menghsilkan generasi-generasi hebat ini? Peradaban yang seluruh aspek kehidupannya diatur oleh Allah SWT. Mari kita peduli akan masa depan generasi negeri kita ini, terutama generasi muslim. 

Marilah kita peduli dengan berjuang dan berkontribusi dalam mengembalikan peradaban Islam di tengah-tengah umat kembali. Wallahu ‘alam

Posting Komentar