Oleh: Ary Naufal
(Pusat Kajian dan Analisis Data)

Mediaoposisi.com- Menarik mencuplik penjelasan panelis KH. As'ad Ali dan Prof. Salim Said dalam Bedah Buku dan Diskusi Panel bertajuk PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G-30S/1965 di Gedung Dwiwarna Purwa Lemhannas Jakarta Pusat, pada Sabtu, 23 November 2019.

Dalam pemaparannya, KH. As'ad Ali menjelaskan pola kontemporer penyesuaian komunisme oleh RRC, yaitu terjadi percampuran antara kapitalisme dan komunisme untuk tetap menjaga eksistensi sistem ekonomi.

Dilanjutkan oleh penjelasan Prof. Salim Said, bahwa secara internasional, yang tersisa dari komunisme pada konteks kini ialah perang dagang.

Memang tepat demikian adanya. Saat ini, dunia global sedang dipertontonkan fakta unjuk kekuatan ekonomi antara ekonomi tersesuaikan RRC vs ekonomi neo-liberalisme AS.

Mau tidak mau, perekonomian Indonesia pasti dapat terdampak negatif, sekalipun Indonesia bukan partisipan langsung dalam perang dagang. Indonesia sebagai mitra dagang RRC berpotensi kebanjiran serbuan produk RRC karena di-ban oleh AS. 

Akibatnya, industri dalam negeri Indonesia terancam kalah saing lalu gulung tikar. Seperti sudah menimpa industri lokal tekstil dan semen.

Bersamaan dengan itu, arus investasi dari RRC juga dapat turut serta beralih deras ke Indonesia. Padahal, sejatinya investasi merupakan skenario penjajahan ekonomi oleh negara-negara maju.

Termasuk oleh RRC yang tengah menggencarkan program One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Initiatitive (BRI) di jalur sutra modern, di mana rutenya melintasi Indonesia. 

Sebagai akibat, Indonesia dapat dengan mudah terperangkap jebakan utang investasi RRC sehingga aset-aset strategis negeri dapat dikuasai oleh aseng.

Semestinya, skenario penjajahan ekonomi oleh RRC ini meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan seluruh komponen bangsa terhadap aneka muslihat kerjasama di bidang perekonomian. 

Tidak luput pula, mewaspadai bahaya laten komunisme di dalam negeri dengan dukungan RRC, yang dapat jalin-menjalin kepada kepentingan ambisi ekonomi RRC.

Posting Komentar