Oleh: Mochamad Efendi 
(Pengamat el-Harokah Research Center)

Mediaoposisi.com-Segala cara dilakukan dalam demokrasi untuk meraih kursi kekuasaan bahkan meskipun dengan cara yang mematikan akal sehat mereka. Cara-cara dukun yang tidak masuk akalpun ditempuh agar bisa menjaga kekuasaannya. Sementara keyakinan yang bersumber dari agamanya yang lurus ditinggalkan.

Janjipun ditebar bukan untuk ditepati, tapi agar bisa menghambil hati dan simpati rakyat. Tidak masuk akal, orang yang katanya mengedepankan logika dalam berfikir menggunakan cara-cara klenik yang menyesatkan.

Sementara agama ditinggalkan yang akan memberikan solusi fundamental dan sempurna untuk masalah kehidupan. Bagaimana bisa pemimpin cerdas dan memiliki intelektual tinggi masih percaya sama dukun?

Menjelang pelantikan presiden Joko Widodo (Jokowi) tanggal 20 Oktober 2019 , ada saja cerita- cerita di baliknya. Salah satunya muncul dalam video yang viral di media sosial tentang seorang
pria mengaku bernama Ki Sabdo.

Dia mengaku memanggil bangsa jin untuk mengamankan pelantikan Jokowi. Ki Sabdo mengaku telah "geladi bersih" dengan memanggil bangsa jin. dikutip dari detik

Demokrasi telah mematikan logika berfikir yang sehat dengan meminta bantuan pada bangsa jin melalui seorang dukun yang menjadi perantaranya. Logika terbalik, agama yang lurus dan mulia yang berasal dari Allah, pencipta manusia dan alam semesta ditinggalkan sementara cara-cara syirik dilakukan hanya untuk mempertahankan kursi kekuasaan.

Manusia yang diciptakan sebagai makhluk paling mulia diantara makhluk Allah lainnya, malah meminta pertolongan pada dukun.

Demokrasi membuat banyak orang berfikir tidak sehat. Islam yang memberikan solusi sempurna ditinggalkan, dan mengambil solusi selain Islam yang hanya menimbulkan permasalan baru yang tidak memberikan solusi tuntas untuk masalah yang dihadapi negeri ini. Islam solusi sempurna karena memiliki aturan lengkap untuk mengatur seluruh aspek kehidupan.

Lebih dari itu Islam berasal dari yang Maha Sempurna yang telah menciptakan manusia. Dan pastilah Allah tahu sistem pemerintahan terbaik yang pernah dicontohkan oleh Rasullulah.

Bagaimana bisa seorang yang mengaku seorang Muslim alergi terhadap simbol-simbol Islam. Apakah bisa diterima akal sehat bendera tauhid dikriminalkan. Yang bangga dan mengibarkan bendera tauhid malah diinvestigasi.

Seorang Muslim yang cerdas pasti akan bangga dengan simbol keislaman. Dia juga tidak takut maupun ragu untuk menunjukkan identitasnya sebagai Muslim sejati. Muslim yang berfikir sehat pasti akan memperjuangakan sesuatu yang diyakini benar yang berasal dari agama yang diyakini benar

Apakah kita mau memperjuangkan satu sistem buatan manusia yang tidak sempurna? Jika kita berfikir sehat kita akan memilih sistem sempurna yang berasal dari Allah yang menciptakan manusia.

Benar kata mbah Ainun Najib, beranikah kita melawan ide Allah dengan menyatakan perang melawan khilafah? Beliau berkata, Kalau saya tidak berani Tentunya yang berfikir sehat akan memperjuangkan sistem terbaik yang akan menjamin diterapkannya hukum Allah secara kaffah.

Dan khilafah adalah sistem sempurna yang akan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan di negeri yang kita cintai ini yang tidak mampu diselesaikan dengan demokrasi karena demokrasilah biang permasalahan. Mempertahankan demokrasi berarti mempertahankan masalah dan tidak mau mencari solusinya.

Sistem Islam adalah sempurna karena berasal dari Allah Yang Maha Sempurna. Sistem ini akan mudah diterima umat yang menginginkan keadilan dan perubahan yang lebih baik.

Namun, orang yang tidak berfikir sehat karena menikmati hidup dalam sistem rusak meskipun diatas penderitaan rakyat banyak sehingga mereka akan menghalang-halangi sebuah sistem yang benar yang akan memberi solusi tuntas dan sempurna.

Mereka menikmati kedzaliman dan ketidak adilan pada orang lain. Segelintir orang ini menguasai kekayaan negeri sehingga takut jika harus berbagi. Islam sistem sempurna yang membawa kebenaran pasti akan mudah untuk diterima umat. Inilah yang ditakutkan orang kapitalis yang telah menguasai kekayaan negeri yang harusnya milik umat dan dikelola untuk kepentingan rakyat, bukan para konglomerat.

Jika kita berfikir sehat, pasti akan memilih sistem khilafah yang menjaga negeri ini dari kerusakan generasi anak negeri. Miris, dalam sistem demokrasi penyimpangan yang dulu tidak mungkin terjadi dalan sistem Islam, sekarang marak terjadi. LGBT unjuk diri dan tidak dilarang dalam sistem demokrasi.

Praktek perzinaan dianggap biasa karena tidak ada aturan yang melarangnya. Sungguh, jika kita berfikir sehat pasti akan mencampakkan demokrasi yang terbukti sudah membawa kerusakan dan lebih memilih sistem Islam, khilafah yang akan memberikan solusi sempurna buat manusia. [MO/vp]

Posting Komentar