Oleh: Zulfa Rasyida
(Pengemban dakwah, Penulis, Mahasiswa STEI Hamfara)

Mediaoposisi.com- Apa yang muncul dibenak kita ketika mendengar kata ukhuwah? Ikatan kah? Persatuan kah? Radikal kah? Atau Kaum anti pancasila? Ya, semua tergantung pada informasi apa yang pertama kali kita dapat ketika tahu tentang kata tersebut.

Bicara soal ukhuwah, event seru yang dikemas secara milenial dan sedang viral serta fenomenal di bulan ini adalah acara Muslim United. Acara yang kebanyakan dihadiri oleh remaja milenial ini, ternyata memiliki serba serbi kisah dan cerita menarik yang kalau dikupas mungkin akan menjadi sebuah buku inspiratif.

Diawal tulisan ini, penulis akan membahas mengenai pengalihan isu dari dicabutnya izin acara MU di Masjid Gedhe Kauman. Selanjutnya, diakhir tulisan akan dibahas mengenai kisah menarik yang penulis jumpai di acara MU tersebut.

Detik.com, Yogyakarta - Beredar surat undangan kepada media untuk meliput kegiatan muslim united #2 di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta pada tanggal 11-13 Oktober 2019. Undangan itu tersebar melalui salah satu aplikasi percakapan.

Padahal beberapa waktu yang lalu Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat telah mengeluarkan surat yang tak mengizinkan penggunaan Masjid Gedhe. Lalu apa kata Keraton perihal tersebarnya undangan tersebut?

"Kalau Kraton tetap berpegangan pada surat yang sudah saya keluarkan kemarin. Kraton tidak mengeluarkan surat baru dan tidak menarik surat lama," kata Pengageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GKR Condrokirono kepada detikcom, Rabu (9/10/2019)

Detik.com, Yogyakarta - Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menegaskan pihaknya tidak memberikan izin penggunaan Kagungan Ndalem (KgD) Masjid Gedhe Kauman untuk kegiatan Muslim United #2.

"Kan (Keraton) tidak mengizinkan (kegiatan Muslim United di Masjid Gedhe Kauman)," kata Sultan HB X kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (11/10/2019).

Gubernur DIY ini enggan menanggapai acara Muslim United #2 di Kompleks Masjid Gedhe Kauman lebih jauh. Ia pun menyerahkan pengamanan wilayah termasuk di sekitar Masjid Gedhe Kauman kepada aparat kepolisian.

ANTARA, Yogyakarta - Kegiatan "Muslim United: Sedulur Saklawase" tetap digelar oleh Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Jumat, meski tidak mendapatkan izin dari Raja Keraton Ngayogyakarta Sultan Hamengku Buwono X.

Pantauan Antara, acara Muslim United tetap berlangsung. Panggung dan sejumlah tenda tenant berdiri sejak Jumat (11/10) pagi. Para peserta juga tampak memadati halaman masjid milik Keraton itu.

Jika kita mau scrooll-scrooll berita pada tanggal 11 Oktober 2019 kemarin, tentunya akan kita jumpai berita yang kebanyakan pencabutan atau tidak diizinkannya acara MU di Yogyakarta seperti berita-berita diatas. Tapi dilain sisi juga ada isu lain yang jika kita telisik malah menjadi pengalihan isu oleh oknum tertentu, agar viralnya MU tertimbun dengan isu tersebut.

Detik.com, Yogyakarta- Kabar Menko Polhukam Wiranto ditusuk saat berkunjung di Pandeglang, Banten, membuat kaget keluarga yang berada di Solo. Bahkan keluarga sampai tak ingin menyalakan televisi.

Hal tersebut disampaikan sepupu Wiranto, Ning Sudiyastuti (67) yang tinggal di Jalan Bungur II RT 03 RW 05, Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Solo. Dia mengaku pertama kali tahu kabar tersebut dari berita televisi.

"Kebetulan pas nonton televisi ada berita Wiranto ditusuk. Saya syok, langsung mematikan televisi, istigfar," kata Ning saat ditemui wartawan di rumahnya, Jumat (11/10/2019).

Detik.com, Yogyakarta - Penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Banten menjadi pelajaran untuk Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Polda Jateng akan semakin meningkatkan kewaspadaan terkait pengamanan VVIP.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel, mengatakan pihaknya akan meningkatkan pengamanan VIP dan VVIP. Meski demikian sebenarnya sudah ada standar pengamanan sesuai Standart Operation Procedure (SOP).

"Kami tentunya sudah memiliki standar pengamanan VVIP. Ini jadi pelajaran kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak lengah," kata Rycko di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (11/10/2019).

Apabila kita telisik lebih dalam, sebenarnya banyak sekali kejanggalan yang terjadi dalam berita "viral sesaat" tersebut. Sebutlah judul untuk kisah bapak Wiranto diatas "Antara Fakta, Opini, dan Narasi di Negeri +62". 

Kita mesti paham jika ada suatu berita, sebelum berita itu viral di sosial media, pasti akan diberitakan setidaknya minimal oleh satu stasiun televisi atau media besar. Juga waktu munculnya berita dengan kejadian pasti selisihnya tidak akan lebih dari satu jam. 

Sebab waktu satu jam itu adalah waktu yang terlalu lama bagi wartawan untuk mendapat berita hangat apalagi yang menjadi korban adalah anggota pemegang kursi jabatan.

Selain Muslim United yang dicegal dakwahnya, ulama sekaligus dosen disalah satu universitas ternama di luar Jawa biasa kita kenal dengan panggilan UAS, juga tidak diperbolehkan untuk mengisi acara kuliah umum di UGM Yogyakarta. Padahal isi dari acara tersebut adalah acara diskusi bukan acara kajian Islam.

Selain berita mengenai dicabutnya izin dari Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, kemudian dipindahkannya acara tersebut pada hari kedua ke Masjid Jogokaryan Yogyakarta, ternyata ada satu fakta menarik yang penulis temui dalam acara tersebut.

Hal menarik yang penulis jumpai adalah hadirnya ibu-ibu lansia di tengah kerumunan milenial yang hadir. Karena penasaran dengan beliau, penulis pun mendekati beliau dan menanyakan beberapa hal yang jawaban dari beliau membuat penulis terharu.

"Ibu datang dengan suami, dari Jakarta, jauh-jauh memang ingin hadir ke sini", jawab salah satu ibu lansia yang penulis hampiri tatkala ditanya bersama siapa beliau datang ke acara MU. Satu kalimat dari beliau itu mampu membuat penulis merinding.

Ketika beliau ditanya apa motivasi atau alasan beliau mau hadir ke acara MU yang kebanyakan anak-anak muda milenial ini, beliau menjawab, "Dari nama acaranya aja Muslim United, United berarti disinilah tempatnya kita bisa berkumpul dan bersatu.

Dari berbagai macam daerah di Indonesia, selagi kita muslim, kita bisa kumpul disini, nak. Dan lagi, umat Islam saat ini sedang dipetak-petakkan gitu kan, padahal sejatinya kita satu".

Jawaban panjang yang beliau lontarkan sontak membuat penulis terharu dan sekaligus merasa tertampar. Semangat beliau nampak jelas ketika menjelaskan alasan beliau datang ke MU, terlihat dari mata beliau yang berbinar dan ekspresi yang sangat bahagia. Maasyaallah..

Penulis merasa tertampar dengan kalimat beliau karena sebagai remaja khususnya mahasiswa tentunya, harusnya kita memiliki semangat yang tiada tara untuk menghadiri majelis ilmu. Sebab kita adalah tonggak peradaban yang akan melanjutkan perjuangan dihari mendatang.

Bicara soal persatuan atau ukhuwah islamiyah, Muslim United adalah salah satu acara yang tepat untuk dihadiri oleh berbagai kalangan, baik remaja maupun lansia. 

Sebab materi yang dibawakan pun tidak terlalu formal dan tidak terlalu remaja banget. Mengingat terpecahnya umat Islam saat ini oleh nations yang sengaja dibuat oleh Barat agar umat Islam terpisahkan dengan saudara dan Islamnya sendiri.

Tentunya sebagai tonggak peradaban kita perlu membakar semangat dan keIslaman kita dengan menghadiri majelis ilmu yang pahala dan keutamaannya luar biasa. 

Terutama ke majelis ilmu agama Islam semacam Muslim United. Bahkan ketika masih dalam perjalanan menuju majelis ilmu tersebut pun kita sudah mendapat keutamaan, yakni kita akan dimudahkan menuju surga.

“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Apalagi di Muslim United kemarin hadir beberapa ustadz dan ulama' yang merupakan warisan para nabi. Tentunya kita perlu menggali ilmu dari mereka.

“Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Semoga dengan fakta dan realita diatas kita bisa melek dan sadar dengan "sakit" nya sistem saat ini. Menjadi mahasiswa muslim yang bangkit dengan Islamnya, ghirah Islam yang membara dan tak kalah dengan lansia. Allahu Akbar!

Posting Komentar