Oleh: Mochamad Efendi

Mediaoposisi.com-  Kembali ke nol, itulah pesan terakhir yang ingin disampaikan eyang B.J. Habibi pada penguasa yang sempat viral di mensos. Pada akhirnya kita akan kembali menjadi bayi lagi, tidak berdaya dan tidak ada lagi yang bisa dibanggakan.

Kekuasaan yang dibanggakan tidak bisa menolong kita lagi saat kita kembali nol. Kekayaan yang kita kumpulkan tidak bisa dirasakan enaknya. Meskipun tinggal di rumah besar dan mewah dengan berbagai fasilitas kita tidak akan bisa  merasakan nikmatnya karena sudah kembali ke nol.

Baru kita rasakan begitu pentingnya agama yang selama ini sering dikriminalkan. Hanya kebaikan yang dikaitkan dengan keyakinan yang benar bisa menolong saat semua pergi menjauh.

Pendukung setia tidak lagi mau menemani. Keluarga, orang yang paling dekatpun pergi menjauh dan semakin jauh saat anak-anak kita tidak dibekali dengan keyakinan yang benar.

Jika anak-anak hanya dipersiapkan untuk mencapai kesuksesan dunia, mereka akan lupa mendoakan kita saat waktu menutup mata dan meninggalkan dunia selama-lamanya.

Wahai sang Penguasa, jangan kau tinggalkan agamamu yang benar saat kau berkuasa mengambil keputusan dan kebijakan. Jika kau menang cerdas harusnya kekuasaanmu kau gunakan untuk mempersiapkan dirimu saat menghadapi matimu dan kehidupan setelah duniamu.

Saat itu tidak ada yang bisa menolong kecuali jika kekuasaanmu tidak untuk menuruti hawa nafsumu, tapi untuk membela agamamu.

Wahai sang Penguasa, hidup ini akan segera berakhir, gunakan kekuasaanmu untuk menolong agama Allah jika kau ingin dapat pertolongan dariNya, disaat tidak satupun yang bisa menolongmu. Kekuasaan dan kemewahan yang kau banggakan tidak ada gunanya.

Pendukung setiamu tidak lagi ada disisimu untuk menolongmu dan memujamu. Kau sendiri dan harus mempertanggung hawabkan semua kedzaliman yang kau sudah lakukan selama diberi kekuasaan di dunia.

Sebelum waktu itu datang segeralah bertaubat wahai sang penguasa. Jangan kau cekik rakyat dengan kebijakan yang menyusahkan. Lakukan kewajibanmu untuk mengurusi urusan rakyatmu, jadilah pelayan yang baik untuk mereka. Jangan minta dilayani.

Kebutuhan dasar rakyatmu harus terpenuhi karena itu pasti dimintai pertanggung jawabanmu saat kau dihisab nanti. Kau tidak bisa mengelak karena itu adalah diluar batas kemampuanmu.

Jika kau tidak sanggup untuk menjalankan tugasmu kenapa kau tidak mundur saja. Itu lebih baik bagi mu jika kau cerdas dalam berfikir.

Kedunguan jika kau terus pertahankan kekuasaanmu bahkan dengan cara curang. Padahal kau tidak mampu mensejahterakan rakyatmu. Kaupun tidak bisa bersikap adil untuk seluruh rakyatmu.

Kedzaliman didepan matamu tapi kau diam saja seolah tidak tahu, tidak melihat maupun mendengar.
Padahal kau bisa luruskan yang bengkok dengan kekuasaanmu. Sepertinya kau bagian dari kedzaliman itu.

Ingatlah saat masamu tiba, kau harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu atas titipan kekuasaan yang harusnya digunakan untuk membela yang benar dan bersikap adil pada semua orang.

Jika kau cerdas pasti kau tidak akan biarkan kedunguan menguasaimu untuk menjaga kedzaliman dan kemaksiatan padahal kau mampu untuk menghentikan dengan kekuasaanmu.

Kaupun diam saat ajaran Islam dimonterisasi, simbol Islam dinistakan, ulama' dikriminalkan, remaja muslim yang bangga membela agamanya dipersekusi, padahal kau bisa membela mereka dengan kekuasaanmu. Sudah saatnya kau bertaubat.

Jika tidak sanggup melaksanakan tugas berat ini lebih baik mundur secara terhormat sebelum Allah pemilik bumi ini murka dan menimpakan pada kamu adzab yang sangat pedih dan kamu tidak bisa mengelak lagi karena sudah terlambat.

Posting Komentar