Oleh : Sukma Oktaviani
(Aktivis Dakwah, Mahasiswa)

Mediaoposisi.com- Di dalam sistem kapitalisme yang kini diterapkan di negeri kita, seharusnya kita sadar bahwa sistem ini tidak mampu meriayah rakyat, banyak kebijakan-kebijakan yang sangat merugikan, bahkan membuat rakyat kesulitan. Terutama bagi mereka yang tak punya modal besar, atau hidup penuh kekurangan.

Pemerintah tengah menyiapkan aturan yang secara otomatis bisa memberi sanksi terhadap penunggak iuran BPJS Kesehatan ketika membutuhkan pelayanan publik, seperti perpanjangan SIM, pembuatan paspor, dan IMB. 

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, pemberlakuan sanksi layanan publik itu untuk meningkatkan kolektabilitas iuran peserta BPJS Kesehatan dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). (kompas.com)

Selain berita diatas, Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan 49 potensi fraud atau penipuan yang dilakukan baik oleh peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan, BPJS sendiri, maupun penyedia obatnya.

Perwakilan ICW Dewi Anggraeni pun mengatakan, sejak tahun 2017 pihaknya memantau banyak jenis penipuan yang dilakukan dalam penyelenggaraan BPJS. Hasil temuannya di seluruh Indonesia, hampir sama.

Dari fakta- fakta diatas, sadarlah bahwa didalam sistem kapitalisme, hakikat kesehatan lebih rumit, tidak mudah, dan tidak manusiawi. Rakyat dipalak, bahkan kesehatan bukan lagi tanggung jawab negara. Namun ia menjadi tanggung jawab asuransi, dan swasta-swasta.

Maka, apa peran negara dalam meriayah kesehatan rakyat?

Sistem kapitalisme memanglah berbuah kebobrokan, kerusakan, dan kedzaliman. Dasar dari sistem itu pun adalah sekularisme, yakni memisahkan agama dari kehidupan. Agama biarlah ia jadi urusan individu di rumah ibadah mereka, sedang kehidupan tidak bisa diurusi oleh agama. Hal itu sangat bertolak belakang dengan ajaran Islam.

Islam merupakan agama dan sistem yang memiliki aturan, Islam mengatur individu dan masyarakat bukan hanya perihal ibadah saja. Namun, mengatur segala aspek kehidupan.  Bagi Islam segala aspek kehidupan merupakan bagian dari agama, dan tidak bisa dipisahkan sedikit pun. 

Apabila Islam dipisahkan dari kehidupan, maka bersiaplah kerusakan, kebobrokan, dan kedzoliman akan terus menerus menindas rakyat lebih dari yang dirasakan sekarang.

Sudah Rusak, Bergeraklah!

Sebagai generasi Islam, kita harus bergerak. Tidak bisa kita diam saja, dan juga tidak seharusnya kita hanya menjadi penonton saja. Sudah kita ketahui bukan? Di zaman ini, Islam sering sekali mendapat stigma negatif di kalangan level masyarakat di negeri ini. Lebih miris lagi, hal-hal mendalam perihal Islam, kini sudah menjadi momok yang menakutkan.

Itulah yang terjadi di negeri ini. Bagaimana Islam bisa bangkit? Bagaimana problem seperti fakta diatas bisa teratasi secara fundamental? Jika Islam itu sendiri pun ditakuti oleh masyarakat. Isu radikalisme, dan islamfobia sudah begitu marak sekali, sampai-sampai generasi Islam begitu jauh dari Islam, mereka lebih banyak menutup mata mereka, dan suara mereka.

Miris bukan? Indonesia negeri kita ini, merupakan negeri yang masyarakatnya mayoritas Muslim, namun masih banyak yang alergi, dan takut saat mendengar kata syariah, khilafah, dan ide penegakkannya.

Mereka pikir hal-hal yang di sebutkan tadi akan berbahaya bagi persatuan bangsa. Padahal, apabila mereka tahu mengenai sejarah Islam, saat Islam masih menjadi induk peradaban dunia, dan syariah Islam masih diterapkan secara kaffah, mereka akan takjub. Mereka tidak akan takut saat Islam diterapkan.

Kesehatan yang menjadi problem diatas, tidak akan ada dimasa Islam diterapkan, Islam mampu meriayah umat selama 13 abad, Islam mampu melahirkan ilmuan-ilmuan yang pandai ilmu dunia, dan akhirat. Begitu gemilangnya Islam pada masa itu, yang kini menjadi alasan barat tak mau adanya kebangkitan Islam, karena mereka takut dikalahkan.

Lantas apa kita mau Islam selalu dipojokkan? Masih mau kah diam, menutup mata, dan suara? Mau kah mendakwahkan Islam? Mau kah berteriak menolak sistem selain Islam? Jawablah dengan iman saudara sekalian; generasi Islam.

Dakwahkan Islam, Tidak Usah Tabu

Marilah dakwahkan Islam, tidak perlu tabu untuk mendakwahkannya, tidak perlu takut di cap radikal, tidak perlu takut bersuara menyampaikan kebenaran perihal perubahan Islam secara fundamental, karena itu adalah tugas  kita, dan itu adalah suatu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Marilah dakwahkan Islam, tidak perlu takut diasingkan karena dakwah yang kita sampaikan. Kita ini beruntung. Sebagaimana sabda Rosulullah SAW.

Dari Abu Hurairah, Rosulullah SAW bersabda: Islam datang dalam keadaan asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang-orang yang asing (HR.Muslim)

Maka dari itu, bergeraklah, dan berkontribusilah untuk bangkitnya Islam. Sadarkan umat Islam, bahwa kini saatnya umat campakkan sistem kapitalisme. 

Beralih ke sistem Islam, yang merupakan sistem ciptaan Sang Pencipta bumi ini, yang paling tahu perihal problematika yang ada, yang kepemimpinannya berdimensi riayah dan junnah, aturannya pun solutif dan adil, sesuai Al Quran dan sunnah. Wallahu alam

Posting Komentar