Oleh : Imas Nurhayati
Ibu Rumah Tangga

Mediaoposisi.com-Perusahaan asuransi asal China, Ping An menawarkan bantuan ke BPJS Kesehatan yang menghadapi masalah defisit keuangan alias tekor. Informasi itu disampaikan Menteri koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan usai bertemu Direktur Utama [Dirut] BPJS Kesehatan, Fahmi Idris. Pertemuan antara luhut  dan Dirut BPJS Kesehatan berlangsung pada jum’at siang di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jum’at [23/8/2019].

Dari perbincangan tersebut terungkap perusahaan asuransi berbasis daring ini menggunakan teknologi berdasarkan buatan dan telah sukses membantu efiensi bisnis mereka. Perusahaan publik ini memelopori menggunakan sistem manajemen kesehatan berbasis teknologi di 282 kota di china,’’kata Luhut dalam keterangan resminya seperti dikutip senin [26/8/2018].

‘’Layanan ini telah dimanfaatkan lebih dari 403 juta orang.pada pembicaraan tersebut pihak Ping An menyampaikan beberapa saran yang bisa dilakukan oleh BPJS untuk mengatasi defisitnya yang diperkirakan mencapai RP 28,4 Triliun ‘’ujar Luhut lagi.

Luhut menyarankan agar pihak Ping An bertemu langsung dengan BPJS kesehatan untuk membicarakan apa saja yang bisa diterapkan atau ditingkatkan lagi untuk efisiensi. Bahkan sambungnya untuk memperkecil depisit BPJS yang jumlah pesertanya saat ni mencapai 222 juta. Ia berharap perusahaan ini bersedia berbagi pengalaman mereka yang telah sukses mengelola asuransi kesehatan bagi peserta yang jumlahnya lebih banyak dari pesera BPJS.

 Mengugkap posisi  Indonesia sebagai negara pengekor yang segalanya tergantung pada asing dan akhirnya dijajah asing [BPJS salah satu contohnya]. Dengan ketidakberdayaan Indonesia karena tidak mempunyai basis ideologi. Apa yang mereka sebut sebagai ideologi bangsa,ternyata para pemimpin tidak mampu menjadikan Indonesia mandiri dan berdaya.

Lebih dari itu, untuk menyelesaikan aneka problem dan memperbaiki kehidupan masyarakat yang harus dilakukan justru kembali pada aturan Islam,  yaitu dengan menerapkan Syariah Islam secara kaffah. Inilah sesungguhnya yang menjadi kawajiban dan tanggung jawab umat islam yang harus segera diwujudkan di tengah-tengah kehidupan.

Wallahu’alam Bi Shawwab.

Posting Komentar