Oleh: Mochamad Efendi 
(Pengamat el-Harokah Research Center)


Mediaoposisi.com-Jika kita berfikir jernih dan cerdas pasti bisa melihat tujuan terselubung dari perang melawan radikalisme yang sesunggunya dihembuskan oleh penjajah kafir barat untuk melawan Islam. Namun, sebagai seorang muslim sejati tidak perlu takut karena disetiap kejadian pasti ada hikmahnya.

Semakin gencar perang melawan Islam, kebencian mereka semakin jelas dan nampak terlihat. Dan semakin nyata bahwa perang melawan radikalisme sesungguhnya adalah perang melawan Islam yang diimpor dari penjajah kafir barat untuk menghadang tegaknya khilafah.

Imdadun Rahmat, DIREKTUR Said Aqil Siraj Institut, manyatakan bahwa masih adanya ideologi HTI yang membawa paham khilafah membuat beberapa mahasiswa menyelami paham tersebut dan tidak mempelajari ilmu sesuai pendidikan yang ia tempuh di perguruan tinggi. (https://m.mediaindonesia.com/read/detail/254881-kualitas-pendidikan-mandek-gara-gara-terpapar-radikalisme). Sungguh tidak masuk akal tuduhan bahwa kwalitas pendidikan di kampus jalan di tempat karena mereka mempelajari khilafah. Mahasiswa dituduh terpapar radikalisme hanya karena mempelajari ajaran Islam.  Wajar sebagai muslim sejati menyelami dan mendalami Islam secara kaffah, tidak memilih ajaran Islam yang disukai saja.

Dalam kesempatan yang lain,  Ma'ruf Amin menganggap khilafah sebagai ancaman NKRI padahal dia mengakui bahwa khilafah adalah islami. Semua yang datang dari Islam pasti baik dan benar karena Islam dari Allah yang telah memciptakan manuasia dan alam semesta sehingga pasti tahu aturan yang terbaik buat manusia. Jadi tidak boleh meragukan sedikitpun jika itu diyakini berasal dari Islam apalagi menganggapnya sebagai ancaman.

Anak MAN yang bangga dengan simbol Islam dengan mengibarkan bendera tauhid harus diinvestigasi. Enzo terancam akan dikeluarkan dari kesatuan TNI hanya karena mengibarkan bendera tauhid di foto facebooknya. Semua yang terpapar radikalisme selalu dikaitkan dengan Islam. Semakin jelas perang melawan radikalisme pada hakekatnya adalah perang melawan Islam.

Kesadaran umat semakin bertambah dan kecintaan umat terhadap ajarannya semakin meningkat ditengah derasnya arus islamofobia yang diimpor dari asing. Perang melawan radikalisme, membawa hikmah pada perjuangan penegakan syariat Allah. Rakyat sudah muak dengan kondisi saat ini dan menginginkan sebuah perubahan sistem yang lebih baik yang melindungi  mereka agar bisa berislam secara kaffah. Umat rindu dengan sistem khilafah yang akan menjamin diterapkannya syariat Islam secara kaffah.

Persekusi, pembubaran pengajian, kriminalisasi ulama', penistaan agama, monsterisasi  ajaran Islam metode baku panjajah kafir barat untuk menghalangi tegaknya khilafah. Metode yang dzalim rupanya disadari oleh mereka sendiri akan memunculkan kesadaran umat untuk membela agamanya. Semakin mereka menyerang Islam dengan cara-cara yang keji, kesadaran umat bertambah kuat untuk berislam secara kaffah dengan tegaknya khilafah.

Banyak lembaga survey menunjukkan signifikansi dukungan  umat pada sistem Islam yang ideal, khilafah. Umat juga mulai menyadari bahwa demokrasi adalah sistem rusak yang menjadi sumber segala masalah kehidupan.

Disinilah kita harus bisa memainkan dengan baik keadaan yang menyerang Islam manjadi sesuatu yang menguntungkan untuk tegaknya sistem Islami . Kesadaran umat untuk berislam secara kaffah bertambah. Khilafah yang merupakan sistem pemerintahan ideal semakin dikenal umat. Siapa sekarang yang tidak kenal khilafah? Inilah momentum yang tepat untuk menjelaskan pada umat bahwa khilafah bukan ancaman tapi solusi fundamental untuk masalah kehidupan karena khilafah adalah Islami, berasal dari Allah dan merupakan ajaran Islam yang harus diperjuangkan. [MO/vp]

Posting Komentar