Oleh Nursyam
Anggota MT Khairunnisa Bal-tim

Mediaoposisi.com-Percaya atau tidak, fakta yang ada menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam begitu melimpah. Tanah yang  subur, harta karun yang tersimpan di bawah-bawah tanah, begitu pula dengan perairannya. 

Bumi Indonesia adalah karunia yang Allah berikan untuk bangsa ini, agar seluruh masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkannya juga agar bisa mensyukuri nikmat Allah SWT.

Namun sangat disayangkan karena pada hakikatnya setelah Indonesia merdeka yang ke 74 tahun, rakyatnya belum bisa merdeka dari kemiskinan. Data dari BPS mengungkapkan bahwa penduduk miskin di Indonesia sebanyak 25,95 juta orang dan Menurut WORLD BANK Indonesia ada diurutan kesembilan terbesar  data penduduk miskin se ASEAN.

Negara kaya raya, tetapi, Permasalahan kemiskinan tidak bisa terselesaikan. Ini adalah fakta yang terjadi di Indonesia. Hal inilah yang dialami oleh negara-negara pengekor di mana Kebijakan yang dibuat tergantung kepada tuan besarnya. 

Pemimpin dari negara pengekor ini tidak peduli apakah kebijakannya memberi manfaat kepada para rakyat atau tidak. Mereka juga tidak peduli meskipun kebijakannya menyengsarakan bahkan sampai membunuh rakyatnya sendiri, yang penting melakukan perintah tuannya.

Sebagai contoh, akibat defisit yang mencapai Rp. 28 triliun oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Akhirnya membuat Menteri Koordinator Luhut Binsar Panjaitan mengeluarkan peraturan supaya  diberikan hukuman terhadap peserta  yang menunggak pembayaran iuran BPJS nya, dan mengatakan bahwa penyakit yang tidak tertera di UU tidak ditanggung oleh BPJS.

BPJS adalah salah satu dari sekian banyak bukti bahwa Indonesia tidak mampu berdiri sendiri melainkan harus ditopang oleh asing dan aseng. Seperti yang dimuat Media Kumparan (23 Agustus 2019) Bahwa hasil rapat yang dilakukan oleh Luhut Binsar Panjaitan dengan badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan mengatakan bahwa salah satu perusahaan asal China, Ping An siap memberikan bantuan guna mengevaluasi sistem teknologi Informasi. Perusahaan Ping An, merupakan pengelola jasa keuangan, yaitu asuransi, investasi dan perbankan.

Layanan kesehatan adalah tanggung jawab negara maka seharusnya tidak diserahkan kepada pihak asing dalam melaksanakannya. Namun lagi-lagi Indonesia tidak mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan BPJS ini. 

Ketidakberdayaan Indonesia untuk mandiri dan berdiri sendiri ini dikarenakan tidak memiliki basis ideologi. Pada kenyataannya ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selama ini mereka pertahankan tidak mampu menjadikan Indonesia mandiri dan berdaya.

Indonesia butuh ideologi Islam.
Untuk mewujudkan kebangkitan Islam, kaum muslim harus kembali kepada syariat Islam. Membangun pondasi keimanan serta menyatukan persaudaraan yang selama ini longgar. Dalam (QS An Nuur :55) Allah SWT telah berfirman “Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh bahwa Allah sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, Sebagaimana Allah telah Menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, Allah akan merubah keadaan mereka dari ketakutan menjadi aman sentosa”. Ini adalah hakikat bahwa ideologi Islam pasti terjadi dan sudah terbukti.

Islam memiliki catatan kejayaan dalam berbagai bidang di masanya. Seperti dibidang politik, tentang adanya surat jaminan perlindungan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari eksil khalifah pada (30 jumadil awwal 1121 H/7agustus 1709H). 

Dalam bidang pendidikan pada masa pemerintahan Umar bin Khottab dimana standar gaji guru yang mendidik anak-anak sebesar 15 dinar (1dinar = 4,25 Gram emas) jika diuangkan dengan nilai rupiah sebesar 5.700.000 dan dilanjutkan oleh khalifah berikutnya. Dalam bidang sosial pula yang pada masa itu dipimpin oleh khalifah Al Hakim bin Amrillah. 

Kholifah pada masa itu membangun 20.000 kios untuk disewakan kepada para pedagang dengan harga murah. Negara juga membangun perumahan-perumahan besar untuk rakyat yang dilengkapi dengan suplai air bersih, sampai-sampai menyediakan 50.000 ekor unta untuk mendistribusikan air ke rumah-rumah warga.

Tidak kalah juga fasilitas dalam bidang kesehatan di jaman Bani Abasyiah yang mendirikan banyak rumah sakit di Baghdad, khairo, Damaskus serta mempopulerkan rumah sakit keliling. Ibnu siina yang dikenal sebagai Axicena atau bapak kedokteran juga adalah seorang ilmuan dari Islam. Ada tiga ciri khas yang dipenuhi pelayanan kesehatan dalam Islam. 

Pertama berlaku umum tanpa diskriminasi, tidak ada pengkelasan dalam pemberian kesehatan kepada rakyat. Kedua bebas biaya, rakyat tidak dipungut biaya apapun untuk mendapatkan pelayanan dari negara dan yang ketiga bahwa seluruh masyarakat diberi kemudahan untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dari negara.

Dari berbagai fakta yang ada tentang keberhasilan Islam dalam mensejahterakan masyarakatnya, seharusnya mampu membangkitkan semangat kita para kaum muslimin untuk menjadikan ideologi Islam sebagai pengatur seluruh aspek kehidupan. 

Sebab hanya dengan Ideologi Islam yang  menjadikan Alquran dan As-sunah sebagai petunjuk jalan yang benar bagi manusia. Sehingga dengan keistiqamahan umat manusia dalam menjalankan perintah Allah niscaya keberkahan, rahmat, dan perlindungan Allah SWT akan menaungi kita semua. Wallahu alam bishowab. [Mo/vp]

Posting Komentar