Oleh : Mirnawati

Mediaoposisi.com-Melihat kemudahan isi pulsa , Sri Mulyani mengusung ide untuk membuat tagline membayar pajak semudah isi pulsa “kita sekarang sudah bekerjasama nanti dengan Tokopedia dan Lainnya . Artinya willing to mengadopsi teknologi , mengubah bisnis proses, menciptakan momentum untuk menggunakan  itu,” ujar singkat Sri Mulyani .

Sekilas ini memudahkan , Bagaimana tidak . karena masyarakat tidak perlu susah lagi mengantri di ruang tunggu dan waktu pun menjadi lebih efisien

Lalu bagaimana pandangan islam terkait tentang Pajak ?

 “Hai orang- orang Beriman , janganlah kamu saling memakan harta sesama mu dengan jalan yang batil , kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.”(Qs. An-Nisa’: )

Sebagaimana Rasulullah’alaih wa sallam juga telah menegaskan hal ini pada banyak hadits, diantaranya beliau bersabda:

“Janganlah salah seorang darimu mengambil tongkat saudaranya,- pada riwayat lain: barang saudaranya , hendaknya ia segera mengembalikan tongkat itu kepadanya.”(Riwayat Abu Dawud, At Tirmizy dan di nyatakan sebagai hadits hasan oleh Al- Albani)

Dan barangsiapa yang dengan memungut upeti(pajak) maka hukum nya sama seperti mencuri
“Sungguh demi Allah , andai Fathimah Binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.”(Muttafaqun’ alaih)

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau di potong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri tempat kediamannya/diasingkan). Yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia , dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.”(Qs. Al-Maidah : 33)

Berdasarkan prinsip di atas islam tidak membenarkan berbagai pungutan yang tidak di dasari oleh alasan yang di benarkan , di antaranya ialah pajak , dan bahkan pelakunya di ancam dengan siksa neraka:  “ Sesungguhnya pemungut  Upeti akan masuk neraka.”(Riwayat Ahmad dan At Thobrany dalam kita Al- Muj’am Al Kabir radhiallahu’ anhu , dan hadits ini , Oleh Al Albany dinyatakan sebagai hadits shahih.)

Dalam tata keuangan Negara islam , dikenal 4 jenis pungutan :
1.       Zakat Mal, dan Zakat Jiwa

Pungutan ini hanya di wajibkan atas umat islam.
Zakat Mal adalah Zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh individu-individu atau lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan yang telah di tetapkan hukum(syara).
Zakat Jiwa

Zakat yang wajib di lakukan oleh setiap muslim ketika menjelang idul fitri. Tujuan dari Zakat Fitrah ini adalah untuk membersihkan diri dengan memberikan beras atau makanan pokok kepada yang berhak.

Adapun besar zakat yang diberikan adalah minimal 2,5 kg atau 3,5 kg liter makanan pokok di daerah tertentu

2.       Al Jizyah (Pungutan Atas Jiwa)
Dikenakan untuk Non-Muslim. Pada suatu Negara di bawah peraturan islam pihak non muslim di berikan hak untuk beribadah , menikmati sejumlah fasilitas pelayanan umum seperti terjaminnya kualitas pendidikan , hak kesehatan , berhak mendapat keamanan dan perlindungan atas agresi dari luar , juga pembebasan dari wajib militer dan zakat hanya dikenakan kepada umat muslim.
3.       Al-Kharaj

Kharaj adalah cukai hasil tanah yang dikenakan atas non muslim
Dikenakan atas ahlul kitab yang menggarap tanah/lahan milik Negara Islam . Hasil kedua pungutan ini akan di gunakan untuk menjalani biaya kepemerintahan islam.

4.       Al’Usyur atau Nisful’Usyur
Pungutan atas pedagang ahlul harb(Non Muslim yang berdomisili di Negeri Kafir dan tidak terjalin perjanjian damai dengan Negara islam atau bahkan Negara kafir yang memerangi Negara Islam), dipungut dari mereka seper sepuluh dari total perniagaannya di negeri Islam . Sedangkan Nisful’Usyur adalah pungutan atas para pedagang ahlul zimmah, Non Muslim yang menghuni negeri Islam.

NOTE : Pungutan untuk Non Muslim hanya berlaku untuk pria Non Muslim

Itulah pungutan yang dikenal dalam syari’at islam. Di sistem saat ini pajak di wajibkan atas semua warga Negara , tanpa pandang agamanya. Tentu ini adalah perbuatan yang menyelisihi syari’at islam.

Seharusnya , Negara membedakan penduduknya berdasarkan Agama-Nya . Umat Islam di Pungut Zakat jiwa dan Zakat Harta kekayaan, termasuk zakat perniagaan, sedangkan Non Muslim di pungut Al Jizyah, Al Kharaj & Al’Usyur atau Nisful ‘Usyur.

Yang terjadi, zakat tidak di urus dan tidak di kelola dengan baik , sedangkan Al Jizyah & Al Kharaj dikenakan atas semua warga Negara nya, tidak heran bila mau makan ke restaurant  saja harus membayar pajak , menjual makanan saja juga di kenakan pajak , dan seterusnya .

Jelas dalam kepimpinan yang berlandaskan dari hukum Allah Ini . Pastilah Keberkahan Akan Tercurah

Inilah sebuah aturan yang in syaa Allah akan membawa kebaikan bagi seluruh umat manusia Allahu’alam bishawab. [MO/vp]

Posting Komentar