Oleh: Mochamad Efendi 
(Pengamat el-Harokah Research Center)

Mediaoposisi.com- Banyak orang bertanya-tanya apa sih kerja BPIP sebagai penjaga ideologi Pancasila? Nampaknya mereka tidak melakukan apa-apa bahkan sering sikap mereka tidak mencerminkan nilai yang terkandung dalam pancasila. 

Bagaimana bisa menjadi penjaga pancasila kalau bukan pengemban nilai-nilai  pancasila. Gaji fantastis lebih dari seratus juta, tapi kerjaannya tidak nyata.

Kita ingat pidatonya Megawati yang tidak mencerminkan seorang pancasilais. Harusnya sebagai pemimpin partai memikirkan rakyat dan kepentingan rakyat dijadikan skala prioritas  yakni: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan kursi kekuasaan menteri yang dikejar. 

Bahkan tanpa malu-malu minta jatah kue kekuasaann lebih dari yang lain. Rakyat diabaikan dan tidak masuk dalam pemikirannya. Apakah ini sesuai dengan pancasila?

BPIP juga mengoyak nilai keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Disaat banyak kebutuhan hidup meroket,  pajak dan dan iuran BPJS naik, belum lagi kebutuhan pokok lainnya yang katanya dulu bisa diatasi dengan kartu, faktanya hanya janji palsu yang tidak pernah terwujud. Sementara itu, mereka menikmati gaji fantastis ratusan juta tanpa kerja nyata.

Saat Papua bergolak, kedaulatan pancasila terancam mereka tidak berbuat apa-apa. Mereka hanya tegas mengawal perang melawan radikalisme yang tujuannya sebenarnya adalah melawan Islam.

Maraknya kriminalisasi ulama' adalah bentuk nyata dari perang melawan Islam dengan dalih radikalisme. Khilafah dimonsterisasi. Yang mempelajari Islam secara kaffah dituduh terpapar radikalisme. 

Kualitas pendidikan jalan ditempat yang dituding adalah Islam. Simbol Islam dinistakan, mereka tenang-tenang aja. Yang bangga mengibarkan bendera tauhid malah diinvestigasi.

Bahkan TNI dianggap kecolongan hanya karena menerima Enzo di akmil sementara dia ketahuan membawa bendera tauhid. Narasi ini jelas membuktikan bahwa perang melawan radikalisme adalah perang melawan Islam. 

Penjaga pancasila harus tanggap bahwa perang melawan Islam adalah bertentangan dengan nilai dasar yang terkandung dalam pancasila, ketuhanan yang Maha Esa

Sistem perekonomian kapitalistik sungguh bertentangan dengan pancasila seperti yang dijelaskan oleh pakar pancasila saat menjadi pembicara di acara bincang intelektual muslim di Sidoarjo ( 25/8).

Namun apa yang dilakukan oleh BPIP saat sumber daya alam yang menyangkut hajat hidup orang banyak diserahkan ke asing tidak kuasai dan dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. BPIP juga tidak peduli banyak aset negara dikuasai asing-aseng. 

Kedaulatan negera semakin terancam dengan untung luar negeri yang semakin menggunung. Dengan dalih investasi, banyak kekuatan asing semakin mencengkramkan kuku kekuasaannya di negeri Indonesia yang terkenal gemah lipah loh jinawi bagaikan penggalan tanah surga.

Lalu apa yang sudah dikerjakan oleh orang-orang di BPIP yang mendapatkan gaji fantastis, ratusan juta rupiah? Apa kerja nyata mereka? Ratusan juta dibuang percuma? Kalau diberikan rakyat, sungguh itu lebih bermanfaat. 

Jadi wajar jika ada tuntutan dari rakyat untuk membubarkan BPIP yang tidak memberi kontribusi nyata pada rakyat Indonesia. Malah kata- kata dan sikap yang dicontohkan tidak mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

Pancasila hanyalah simbol negara yang nilai-nilainya sudah hancur dirusak orang-orang yang mengaku cinta pancasila. Bahkan penjaga pencasila tidak mampu menjaga kemurniannya. Nilai-nilainya sudah bercampur dengan ideologi kapitalis dan komunis. 

Mereka tidak berdaya menjaga pencasila. Lalu untuk apa mereka ada dan menghabiskan uang negara untuk kerja yang tidak nyata ada. Mereka hanya simbol saja yang tidak bekerja apa-apa bahkan saat pancasila terancam mati oleh penjaganya sendiri.

Pancasila hanya tinggal nama, karena sebagai ideologi tidak satupun negara yang menerapkannya bahkan di negera yang dulu dia dilahirkan. Sebagai ideologi dia hanya memiliki nilai-nilai general yang mudah ditafsirkan semau hatinya penguasa. 

Bahkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dikhianati oleh orang-orang yang mengaku paling pancasilais. Lalu apa yang sudah mereka lakukan untuk menjaga pancasila? 

Kalau tidak mampu melakukan satu tugas yang diemban lebih baik mundur karena gaji yang sangat fantastis lebih baik digunakan untuk mensejahterakan kehidupan rakyat Indonesia. [MO/ip]

Posting Komentar